• Tentang Kami
Sunday, June 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Benteng Gunung Biram, Saksi Sejarah Perjuangan Aceh yang Terlupakan

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
March 26, 2025
in Podcast
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Benteng Gunung Biram, Saksi Sejarah Perjuangan Aceh yang Terlupakan
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | ACEH BESAR – Benteng Gunung Biram, yang terletak di Kemukiman Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, merupakan salah satu situs bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjuangan rakyat Aceh melawan penjajahan Belanda. Selain berfungsi sebagai benteng pertahanan, tempat ini juga pernah dijadikan pusat pendidikan serta persinggahan bagi jamaah haji yang melintasi jalur Pidie dan Aceh Utara menuju Aceh Besar.

Sejarah panjang Benteng Gunung Biram menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan perjuangan Aceh. Salah satu tokoh yang turut mengulas sejarah benteng ini adalah Cucu Tanoh Abee, T. Abulis Samarkhan, yang menyoroti asal-usul penamaan Lembah Seulawah dan peran penting benteng dalam sejarah Aceh, sebagaimana ditayangkan dalam Podcast Sagoetv, Senin (24/3/2025)

BACA JUGA

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?

Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra

Nama Gunung Biram diyakini berasal dari kata Biram Satani, yang merujuk pada seekor gajah yang pernah dikendarai oleh Sultan Sayid Mukamil, salah satu penguasa Kesultanan Aceh pada masa lampau. Setelah wafatnya sang sultan, gajah tersebut menghilang. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, ketika beliau kembali dari pertempuran melawan Portugis di Semenanjung Melayu, gajah tersebut ditemukan kembali di sebuah benteng di atas bukit yang kemudian dikenal sebagai Gunung Biram.

Pada masa Perang Sabil, Benteng Gunung Biram menjadi saksi penobatan Tengku Syik di Tiro sebagai panglima tertinggi perjuangan Aceh. Benteng ini juga menjadi benteng pertahanan terakhir bagi para mujahidin dalam menghadapi serangan pasukan kolonial Belanda. Selain itu, tempat ini difungsikan sebagai pusat strategi perjuangan, tempat berkumpulnya para ulama, raja, dan uleebalang Aceh dalam mempertahankan kedaulatan kerajaan.

Di kawasan benteng ini terdapat Masjid Tuha Gunung Biram, yang pada masanya menjadi pusat pendidikan Islam serta tempat persinggahan bagi jamaah haji. Tak jauh dari lokasi masjid, terdapat makam seorang ulama besar yang dikenal sebagai Tengku Syik di Biram atau Abu Ikue Gunung Biram, yang memiliki nama asli Syekh Musa Al-Kautsar. Berdasarkan cerita masyarakat, ulama ini diyakini berasal dari Timur Tengah atau Turki, meskipun asal-usulnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Nama Lembah Seulawah dipercaya berasal dari kebiasaan para musafir yang melintasi daerah ini. Para pelintas dari Pidie dan Aceh Utara yang menuju Aceh Besar sering melantunkan selawat dan zikir, terutama saat melakukan perjalanan pada malam hari. Suara selawat yang menggema di lembah ini kemudian menginspirasi masyarakat setempat untuk menamai daerah tersebut dengan sebutan Lembah Selawat, yang lama-kelamaan berubah menjadi Lembah Seulawah.

Saat ini, kondisi Benteng Gunung Biram semakin memprihatinkan akibat minimnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Jika tidak segera dilakukan upaya pemugaran dan konservasi, situs sejarah ini berisiko hilang akibat faktor alam dan waktu. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten, untuk melestarikan salah satu peninggalan berharga dalam sejarah perjuangan Aceh ini.

Pelestarian Benteng Gunung Biram tidak hanya bertujuan menjaga warisan sejarah, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukatif yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perjuangan bangsa. Dengan perhatian yang lebih serius dan upaya pemugaran yang tepat, diharapkan Benteng Gunung Biram dapat terus menjadi saksi bisu kegigihan rakyat Aceh dalam mempertahankan tanah air dari penjajahan. []

Tags: acehAceh BesarBentengGunungperjuangansejarah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?
Podcast

Aceh Anti Komunis, Tapi Kenapa Kapitalisme Merajalela?

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra
Podcast

Niat Menolong, Dokter Ini Malah Terjebak Longsor Bencana Sumatra

by Anna Rizatil
January 3, 2026
Psikolog Minta Jangan Lakukan Ini
Podcast

Psikolog Minta Jangan Lakukan Ini

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Nekat Jalan Kaki dari Bener Meriah-Bireuen: Saya Melihat Banyak Hal
Podcast

Nekat Jalan Kaki dari Bener Meriah-Bireuen: Saya Melihat Banyak Hal

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?
Podcast

Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?

by Anna Rizatil
December 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Banda Aceh Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

Banda Aceh: Dari Kota Syariah Menuju Halal Smart City

June 17, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

Ketika Warga Kota Kembali Duduk Bersama: SPS Revival dan Ikhtiar Membangun Ruang Perjumpaan di Banda Aceh

June 19, 2026
Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

Di Balik Ijazah dan Angka Pengangguran: Mengapa Sistem Pendidikan Perlu Diperbaiki Dasarnya

June 18, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

UIA Pastikan Kuliah Korban Banjir Tetap Berjalan, 42 Mahasiswa Dapat Keringanan SPP

June 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh

Setelah Dilestarikan, Lalu Apa?

June 16, 2026

EDITOR'S PICK

Pemulihan Pascabencana, Alat Berat Turun di Pidie Jaya

Pemulihan Pascabencana, Alat Berat Turun di Pidie Jaya

March 9, 2026
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ikut Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ikut Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

March 8, 2025
Kemenag Ajak ASN Berwakaf Rp10 Ribu per Bulan Bantu Pengentasan Kemiskinan

Kemenag Ajak ASN Berwakaf Rp10 Ribu per Bulan Bantu Pengentasan Kemiskinan

August 9, 2025
Penyeberangan Jakarta-Malahayati Segera Beroperasi, Pangkas Waktu Distribusi Barang ke Aceh

Penyeberangan Jakarta-Malahayati Segera Beroperasi, Pangkas Waktu Distribusi Barang ke Aceh

May 25, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.