• Tentang Kami
Monday, August 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 13, Memikirkan Musala di Tempat Berbuka

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 12, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dr Sulaiman Tripa

Dr. Sulaiman Tripa. Foto: Dokpri

Share on FacebookShare on Twitter

Hari ini, sudah hari ke-12, puasa. Saya belum ikut satu pun acara buka bersama. Sejumlah undangan, yang dilaksanakan pada tempat-tempat tertentu, saya mohon maaf tidak berhadir dan saya konfirmasi dari awal. Sejumlah tempat, yang saya tahu kondisi —terutama musalanya yang kecil— belum saya penuhi. Saya berharap tidak ada undangan buka lagi di tempat yang lokasi tempat shalat magrib sangat terbatas. Apalagi jamaah yang buka puasa jumlahnya tidak sedikit.

Dengan waktu yang sisa, undangan buka bersama saya pastikan tempatnya. Saya pribadi agak berat datang untuk buka bersama di tempat tertentu, sebelum saya pastikan bahwa tempat shalat magrib benar-benar tersedia secara layak. Berulang kali saya memiliki pengalaman tentang ini. Buka puasa, lalu saat mau shalat magrib, ternyata tempatnya tidak tersedia secara layak. Akhirnya harus mencari masjid atau meunasah terdekat.

Tahun yang lalu, ada yang kreatif. Mereka memilih tempat buka puasa bersama yang berdekatan dengan masjid atau meunasah. Dengan demikian, soal ini akan teratasi. Namun tetap menjadi catatan, bahwa tempat di sekitar masjid dan meunasah pun, tetap harus dikontrol agar tidak membuat keasyikan tersendiri di sana. Saat orang lain sedang beribadah, jangan sampai orang-orang yang menikmati makanan dan minuman di sana riang melebihi batas.

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Sejauh ini, perjalanan puasa demikian maju. Orang-orang yang terbiasa dengan jaringan media sosial, akan memahami bagaimana perilaku orang-orang yang sedang beribadah zaman kini. Tidak sulit menemukan posisi orang, karena kebanyakan kita sendiri yang selalu memberitahukan posisi kita. Bahkan saat sedang apa dan dimana, kita sendiri yang tidak lagi memberi batas.

Seorang teman menyebut fenomena ini sebagai kehilangan ruang privat. Semua ruang, kamar, bilik, bahkan apapun, sudah menjadi milik publik. Pemiliknya yang membuat sesuatu itu milik publik. Bahkan untuk hal-hal yang tidak pantas sekalipun, orang-orang sudah tidak malu lagi menebarnya ke orang lain. Ada yang merendahkan diri mencari penonton medsosnya secara tidak pantas.

Termasuk dalam ibadah, kebanyakan kita juga sudah terbiasa dengan menebar wajah. Apa yang lebih mengerikan selain ibadah itu hanya dilakukan untuk memuaskan tampilan. Sehingga seseorang yang melakukan ibadah, mulai dari ibadah sunat hingga wajib, selalu mengirimnya ke media sosial. Mulai dari berdoa dan menengadah tangan hingga menugaskan orang yang merekam ketika kita sedang menunaikan shalat. Lalu mengirim ke berbagai grub media sosial. Orang-orang yang melihat akan menekan tanda suka, atau mengomentari secara luar biasa.

Ada yang berbeda antara ibadah yang tampak dengan yang tidak tampak. Salah satu yang saya maksud sebagai tidak tampak adalah orang yang berpuasa. Jika berdasarkan tampilan, kita tidak bisa membedakan orang berpuasa dengan mereka yang sudah berbuka. Orang yang tidak berpuasa, bisa berlagak seperti orang yang tidak makan sahur saat berpuasa. Ibadah ini juga bisa menghadirkan keramaian tersendiri.

Jadi yang namanya buka bareng menjadi tren banyak kalangan. Berbagai restoran, dengan berbagai variasi tawaran makanan, menjadi pilihan pengunjung. Tidak peduli apakah itu makanan lokal atau bukan makanan lokal. Tidak peduli juga siapa yang menjaja, orang lokal atau bukan orang lokal. Restoran dengan tawaran berbagai pilihan, baik corak, rasa, maupun komunitas yang menjadi sasaran. Remaja dan orang muda menjadi sasaran penting dalam agenda buka bareng ini. Untuk sasaran umur ini, sepertinya tidak butuh banyak tempat, selain tempat duduk berlama-lama di depan makanan.

Saya memiliki pengalaman tidak menarik, dan pengalaman ini membuat saya agak susah datang pada undangan yang diadakan di tempat yang fasilitasnya tidak memadai. Biasanya warung makan dengan tempat duduk yang ratusan kursi jumlahnya, dengan deretan meja panjang yang banyak, namun giliran tempat untuk shalat, hanya menyediakan ruang kecil saja –yang mungkin hanya muat beberapa orang saja. Bisa dibayangkan berapa lama orang akan menunggu pada lokasi yang demikian. Sekiranya semua shalat, maka butuh waktu minimal lima menit untuk satu orang, dikalikan tidak lebih dari 10 orang, maka butuh waktu paling tidak enam hingga delapan kali lipat. Artinya, orang yang antre baru bisa menunaikan kewajibannya empat puluh menit kemudian. Waktu yang berada pada posisi akhir.

Hal yang sama di rumah tertentu yang mengundang buka puasa bersama, harus mempertimbangkan kondisi ini. Paling tidak, menghitung sekiranya rumah jauh dari masjid atau meunasah (mushalla). Tanpa perhitungan ini, maka yang menjadi korban adalah mereka yang berbuka puasa bersama tersebut. Saya pernah berbuka puasa bersama di rumah makan ternama. Atas undangan seorang senior, kami lalu berbuka, namun betapa kagetnya ketika mau melaksanakan shalat, ternyata tempatnya tidak sebanding dengan jumlah pengunjung warung. Langkah yang kami ambil –beberapa orang waktu itu—adalah menggelar sajadah di pinggir rumah makan, di lapangan yang berumput. Setelah shalat, ketika melanjutkan makan, kami sempat menyarankan kepada pemilik warung tersebut untuk memperhatikan kondisi tersebut. Waktu itu, pemiliknya mengaku akan segera menindaklanjutinya. Beberapa kali saya melewati tempat tersebut, ternyata tempatnya masih sama seperti dulu, belum berubah.

Melihat buka puasa bersama yang dilalui dengan meninggalkan kewajiban lainnya, rasanya miris. Kenyataan ini tidak bisa dianggap remeh, karena sama-sama merupakan kewajiban. Orang yang bijak, akan menghadiri undangan buka puasa bersama, namun begitu selesai meneguk sedikit air akan memilih mencari tempat yang layak untuk menunaikan kewajiban lainnya. Dengan begitu, bisa menunaikan dua hal sekaligus, yakni menghadiri undangan, dan tidak terlambat menunaikan kewajiban shalat. Menyelaraskan keduanya pun butuh tata pikir. Kita harus senantiasa buat hitung-hitungan yang saya ungkap di atas. Hal yang paling prinsip dari hitung-hitungan ini, agar saat mengejar ibadah yang satu, bukan meninggalkan ibadah lainnya. Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Rabu, 12 Puasa 1446, 12 Maret 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaMalamMusalaPuasaRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

August 1, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Calvin Ho

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

July 30, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

July 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Usung “Meutaloe”: Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

July 31, 2026
Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

July 31, 2026

EDITOR'S PICK

Tim SAR Evakuasi ABK WN Filipina dari Kapal Tanker ke RSUDZA Banda Aceh

Tim SAR Evakuasi ABK WN Filipina dari Kapal Tanker ke RSUDZA Banda Aceh

May 31, 2025
Puisi Jangan Ajari Kami Cara Menjaga Alam

Puisi Jangan Ajari Kami Cara Menjaga Alam

January 5, 2026
UIN Ar-Raniry Dukung Program Bunda PAUD Aceh Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

UIN Ar-Raniry Dukung Program Bunda PAUD Aceh Tingkatkan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

September 17, 2025
Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

May 3, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.