• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 17, Puasa dengan Melibatkan Jiwa

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 16, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dr Sulaiman Tripa

Dr. Sulaiman Tripa. Foto: Dokpri

Share on FacebookShare on Twitter

Selama dua pekan ini, kita menyaksikan pertandingan dari klub sepak bola tertentu, yang pemainnya tetap berpuasa. Terutama di Inggris, yang saat tiba waktu berbuka, sejumlah pertandingan dihentikan sejenak untuk memberi kesempatan para pemain Muslim berbuka puasa –walau dengan menu alakadar. Mereka minum sebotol mineral, plus beberapa butir kurma atau pisang.

Keadaan ini sepertinya bukan sesuatu yang aneh di liga-liga Eropa. Menyaksikan laga yang pemain di dalamnya ada yang sedang puasa. Tidak makan minum secara total, bukan hanya sejak menjelang pertandingan. Mereka sudah puasa sejak dari pagi –tepatnya saat fajar. Lalu bermain menjelang berbuka. Hal lain, karena pemain ini rata-rata juga bermain dengan bagus. Puasa seperti tidak menjadi alasan untuk tampak lebih lemah dari yang lain.

Jika merujuk ke belakang, fenomena ini sesungguhnya sudah lama terjadi. Sejumlah pemain Muslim yang berlaga di Eropa, dan mereka tidak malu mengungkap identitasnya sebagai Muslim. Para penonton dan fans mereka juga tahu di dalam tim ada pemain yang Muslim. Fenomena Muhammad Salah, misalnya, ternyata jika dibuka rekaman berita tahun-tahun yang lalu, di dalam bukan Puasa dan dia sedang menjalani puasa, tapi juga mencetak gol.

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Saya jadi teringat orang yang bisa tampak lebih kuat atau lebih lemah pada bulan ini. Sekali lagi –karena sudah pernah saya tulis—puasa itu urusan hati. Orang yang tidak berpuasa, bisa berlagak sangat lemas melebihi mereka yang berpuasa. Orang yang di belakang layar bisa melakukan apapun, namun di depan manusia bisa melakoni apapun. Lantas apa yang membuat seseorang bisa atau tidak melakukan sesuatu yang manipulatif terhadap manusia?

Baca Juga:  Malam Puasa 22, Mati Bukan Soal Usia

Saya membayangkan ini adalah urusan hati. Semacam kita berbicara mentalitas, yang harus menyatu antara fisik dan mental. Orang yang berpuasa, saat memilih benar-benar berpuasa, tidak melibatkan fisik, melainkan sudah menyatukan mentalnya dalam urusan itu.

Atas dasar itulah, kita membutuhkan penataan terhadap inti dari kekuatan untuk membangun mental, yakni hati. Perlu ditata karena puasa yang paripurna harus melibatkan semua energi positif dalam diri kita sebagai manusia. Tujuan akhir mencapai kualitas puasa yang paripurna, dimungkinkan dengan menjaga diri dari berbagai hal yang membuat kita tergoda.

Orang-orang yang berada di berbagai tempat, memiliki pengalaman yang berbeda saat puasa. Beberapa kali puasa, saya tidak sepenuhnya berada di daerah saya sendiri. Di daerah lain, tidak semua sama dengan daerah kita. Terutama dalam hal bagaimana warung-warung makan tetap buka seperti biasa. Berbeda di tempat kita, karena hanya sedikit orang yang tidak berpuasa. Masalahnya adalah ketika makanan tidak saja dijajakan untuk mereka yang tidak berpuasa, melainkan turut serta dijual untuk orang-orang yang wajib berpuasa.

Bisa jadi ada orang yang akan mempertanyakan bagaimana mereka yang tidak wajib berpuasa untuk mengakses makanan. Tentu hal ini bukan sesuatu yang sulit, bahkan juga bukan sesuatu yang mudah. Ketika pengalaman saya berada di tempat lain, warung-warung terbuka dan sering melihat orang-orang yang makan atau minum. Di tempat ini, banyak warung yang buka, dengan berbagai alasan. Tidak semua warung menutupinya dengan sesuatu. Bahkan sejumlah warung sangat terbuka. Apakah yang makan di sana semua orang yang tidak wajib berpuasa? Ternyata tidak juga.

Keadaan lain, ketika saya melakukan sejumlah perjalanan, karena ada suatu kepentingan. Sebenarnya bukan perjalanan jauh. Dengan durasi empat jam per perjalanan, bagi saya bukanlah perjalanan yang jauh. Dalam setiap perjalanan, juga demikian. Tiap naik maskapai, setelah lampu tali keselamatan padam, sudah datang pramugari yang membawa berbagai makanan. Untuk perjalanan pendek biasanya hanya diberikan beberapa potong kue. Akan tetapi perjalanan yang lebih dua jam, akan diberikan nasi atau mie. Sebelum diberikan, khusus pada bulan ini, ada pertanyaan terlebih dahulu. Pertanyaan pertama, apakah mau menggunakan fasilitas makan atau tidak? Pertanyaan kedua, apakah mau makan di sana atau dibungkus?

Baca Juga:  Sambut Ramadhan, UIN Ar-Raniry Salurkan 1.300 Paket Daging Meugang dari Uni Emirat Arab

Ketika dalam perjalanan, teringat sebuah fasilitas pengecualian. Beriring dengan itu, saya juga ingat hal lain, bahwa hanya sejauh itu perjalanan, apakah semua fasilitas pengecualian puasa harus diambil? Bagi saya terlalu menyederhanakan masalah bila perjalanan satu jam pun sudah mengorbankan kewajiban, walau dalam agama juga dibolehkan. Jangan sampai bepergian hanya satu jam, lantas menyamakan berbagai fasilitas yang diberikan. Orang yang dalam perjalanan lalu ditafsir boleh memakai pengecualian itu.

Akan tetapi mengapa penting atau tidak menggunakan fasilitas itu, bisa jadi masalah lainnya. Bagi saya yang menarik, ada fenomena lain, bahwa apakah Anda akan tergoda hanya karena ada orang yang sedang makan? Mungkin ada alasan tertentu yang membuat seseorang tidak bisa berpuasa? Lalu karena ada sejumlah layanan yang diberikan maskapai, lalu mengorbankan sesuatu yang lebih penting?

Lagi-lagi, ada dua hal lain yang juga tidak boleh disederhanakan. Pertama, orang makan, karena berbagai alasan, bukan berarti boleh tidak menghargai orang yang sedang menunaikan kewajiban ini. Kedua, mengapa untuk yang demikian, tidak boleh diatur ketertibannya, terutama untuk daerah-daerah khusus. Dalam melaksanakan kewajiban ini juga ada konteks untuk melindungi satu sama lain.

Sebagai catatan, kita yang berpuasa juga harus menahan diri. Kita harus ingat tujuan puasa itu sangat paripurna. Seseorang tidak hanya menggantungkan harapan pada fisik. Kita harus melampaui dari sekedar fisik. Puasa kita harus memiliki tujuan perbaikan mental kita sebagai manusia. Dengan puasa, seyogianya akan ada banyak perubahan dalam diri manusia. Logika membangun mental, seyogianya menjadi alasan orang bisa berubah ke arah yang lebih baik.

Terus-terang saya teringat bagaimana para pemain sepak bola di Eropa tetap berpuasa meski dalam perasaan kita mereka berjuang dengan berat. Bukan hanya mereka berusaha menegaskan identitasnya, melainkan turut melaksanakan ibadah berat dalam olah raga berat. Walau saya bukan ingin mengatakan demi liga sepak bola, puasa bisa dibuka seperti rukhsah seseorang ketika melakukan perjalanan.

Baca Juga:  Refleksi Ramadhan: Muhasabah Diri dan Pentingnya Ibadah

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Ahad, 16 Puasa 1446, 16 Maret 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaMalamPuasaRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Kemenag Umumkan 4.155 Calon PPPK Paruh Waktu, Ini Tahapan dan Berkas yang Harus Disiapkan

Kemenag Umumkan 4.155 Calon PPPK Paruh Waktu, Ini Tahapan dan Berkas yang Harus Disiapkan

September 21, 2025
Kapolda Aceh Paparkan Strategi Jaga Keamanan dan Tertib Hukum ke Mahasiswa USK

Kapolda Aceh Paparkan Strategi Jaga Keamanan dan Tertib Hukum ke Mahasiswa USK

October 1, 2025
Mualem Lantik 1.184 PPPK, Perkuat Birokrasi dan Pelayanan Publik Pemerintah Aceh

Mualem Lantik 1.184 PPPK, Perkuat Birokrasi dan Pelayanan Publik Pemerintah Aceh

November 3, 2025
Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana untuk Ketiga Kalinya

Aceh Tamiang Resmi Akhiri Tanggap Darurat Bencana, Masuk Masa Transisi Pemulihan 90 Hari

February 27, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.