• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ketamakan dan Cinta Dunia, Penyebab Utama Kehancuran Manusia

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
March 26, 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ketamakan dan Cinta Dunia, Penyebab Utama Kehancuran Manusia
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Guru Besar Ilmu Filsafat Hukum Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Prof. Dr. Tgk. H. Ali Abubakar, M.Ag., mengingatkan umat Islam akan bahaya ketamakan dan cinta dunia yang berlebihan. Pesan ini ia sampaikan dalam ceramah ba’da salat Isya dan Tarawih di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (18/3/2025), bertepatan dengan malam 19 Ramadhan 1446 H.

Mengawali ceramahnya, Prof. Tgk. H. Ali Abubakar menyampaikan kisah inspiratif tentang seorang ibu rumah tangga yang memperhatikan seekor semut yang terus kembali untuk meminum sirup yang tumpah di lantai. Hingga akhirnya, semut tersebut tenggelam dalam sirup dan mati. “Kisah ini menjadi perumpamaan bagi manusia yang tidak pernah puas dengan harta dan terus mengejar dunia hingga akhirnya terjebak dalam kebinasaan,” paparnya di hadapan jamaah.

BACA JUGA

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

Dalam ceramahnya, ia mengutip hadis Rasulullah Saw. yang menyatakan bahwa jika manusia memiliki satu lembah emas, maka ia akan menginginkan dua lembah. Tidak akan ada rasa cukup hingga tanah dimasukkan ke dalam mulutnya, yakni saat kematian menjemput. Hadis ini, menurut Prof. Ali Abubakar, menunjukkan bahwa ketamakan adalah sifat yang dapat membawa manusia kepada kehancuran.

Lebih lanjut, ia menjelaskan konsep manusia sebagai makhluk dengan dua potensi, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali. Potensi pertama adalah potensi ketuhanan, yang berasal dari ruh yang ditiupkan oleh Allah. Potensi kedua adalah potensi kebinatangan, yang lahir dari unsur tanah. Kedua potensi ini saling bertolak belakang, sehingga manusia terkadang bisa mencapai derajat tinggi seperti malaikat, namun di sisi lain juga dapat terjerumus dalam keburukan layaknya binatang. Nafsu menjadi penyebab utama seseorang jatuh dalam keserakahan dan kejahatan.

Dalam ceramahnya, Prof. Ali Abubakar juga mengutip Surah Yusuf ayat 53 yang menyatakan bahwa nafsu selalu mendorong manusia kepada kejahatan. Ia menekankan bahwa ketamakan sering terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang ekonomi dan politik. Manusia yang tamak akan melakukan segala cara untuk memperoleh harta dan kekuasaan, tanpa mempedulikan aturan, norma, dan nilai agama.

Sebagai contoh, ia mengisahkan Qarun yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai sosok kaya raya yang sombong dan enggan menerima nasihat Nabi Musa. Kesombongannya menyebabkan Allah menenggelamkannya bersama seluruh hartanya ke dalam bumi. Dalam ilmu pengetahuan modern, peristiwa ini bisa diibaratkan seperti likuifaksi, di mana gempa bumi menyebabkan tanah mencair dan menelan segala yang ada di atasnya dalam sekejap.

Selain itu, ia menyinggung beberapa kasus korupsi terbesar dalam sejarah. Salah satunya adalah yang terjadi di Tunisia pada masa pemerintahan Presiden Ben Ali (1987–2011), di mana keluarganya menguasai kekayaan hingga mencapai 13 miliar dolar AS atau setara dengan 208 triliun rupiah. Ia juga menyebut skandal korupsi terbesar di dunia yang terjadi pada tahun 2014 di Eropa, dikenal sebagai “Russian Laundromat”, dengan total pencucian uang mencapai 80 miliar dolar AS atau sekitar 1.280 triliun rupiah. Ia berharap Indonesia tidak sampai menjadi negara dengan rekor korupsi terbesar di dunia, mengingat mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Sebagai penutup, Prof. Ali Abubakar menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk melatih diri agar terhindar dari ketamakan. Puasa mengajarkan manusia untuk membatasi keinginan, berbagi dengan sesama, dan hidup lebih sederhana. Jika tidak, manusia akan terus terjebak dalam ketamakan yang tak berujung hingga akhirnya kematian datang menjemput.

Ia mengakhiri ceramahnya dengan sebuah pantun Melayu sebagai pengingat:
Burung undan burung nuri,
Terkena jerat di Kuala Kedah.
Tamak tuan memakan diri,
Rugi mendapat sesal tak sudah.

Ceramah ditutup dengan salat Tarawih dan Witir, yang diikuti oleh jamaah dengan khidmat. []

Tags: CeramahMasjid Raya BaiturrahmanRamadhanTarawihTausiah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital
News

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital

by SAGOE TV
June 4, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas
News

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

by SAGOE TV
June 4, 2026
Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian
News

Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian

by SAGOE TV
June 4, 2026
Mualem Terima Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional 2028 hingga Tambang Ilegal
News

Mualem Terima Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional 2028 hingga Tambang Ilegal

by SAGOE TV
June 4, 2026
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Juara Umum Catalyst Future Competition X Asia
News

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Juara Umum Catalyst Future Competition X Asia

by SAGOE TV
June 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Rumah Amal Masjid Jamik USK Sediakan Dapur Umum untuk Mahasiswa Terdampak Banjir

Rumah Amal Masjid Jamik USK Sediakan Dapur Umum untuk Mahasiswa Terdampak Banjir

December 3, 2025
Apel Perdana, Safrizal Tegaskan Komitmen Sukseskan PON XXI

Apel Perdana, Safrizal Tegaskan Komitmen Sukseskan PON XXI

August 26, 2024
Aceh Lampaui Target Perolehan Medali di Peparnas XVII Solo 2024

Aceh Lampaui Target Perolehan Medali di Peparnas XVII Solo 2024

October 12, 2024
PAN Aceh Era Dek Gam: Menata Ulang, Menguatkan, dan Menatap Masa Depan

PAN Aceh Era Dek Gam: Menata Ulang, Menguatkan, dan Menatap Masa Depan

March 26, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.