BANDA ACEH | SAGOE TV – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mempercepat pemulihan jalur distribusi logistik guna menstabilkan harga bahan pokok menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Langkah percepatan ini dilakukan menyusul tingginya angka inflasi Aceh yang mencapai 6,71 persen, sebagai dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November tahun lalu.
Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, Smengatakan pemulihan pasar rakyat di 18 kabupaten/kota menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Kami sedang mengupayakan pengadaan tenda jualan darurat agar pasar yang terdampak banjir tetap bisa beroperasi. Target kami, aktivitas ekonomi dapat kembali normal sebelum Ramadhan,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar (SP2KP), harga sejumlah komoditas yang sebelumnya melonjak kini mulai melandai. Harga cabai yang sempat menyentuh Rp300.000 per kilogram kini turun ke kisaran Rp50.000-Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam telah stabil di angka Rp55.000 per papan.
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Pemerintah Aceh juga akan menggelar Operasi Pasar Murah serta meminta Bulog menyalurkan beras SPHP dan Minyakita secara rutin ke tingkat pengecer.
Adi Darma mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan berbelanja sesuai kebutuhan. Ia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan maupun menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Pemerintah terus melakukan pengawasan dan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang melanggar aturan. Masyarakat juga kami imbau agar tidak panik dan berbelanja sesuai kemampuan serta kebutuhan, bukan keinginan,” ujarnya. []




















