• Tentang Kami
Wednesday, October 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo

SAGOE TV by SAGOE TV
February 1, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo

Taufiq A Gani. Foto: dokumen pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Taufiq A Gani.
Alumni PPRA 65 Lemhannas RI, ASN di Perpusnas RI.

Memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bencana Aceh menjadi ujian awal bagi relasi negara dan kepercayaan publik.

Ujian ini terasa relevan ketika Said Muniruddin, melalui tulisan reflektif berjudul “Datang Salah, Tidak Datang Lebih Salah” yang dimuat di kolom pribadi daring dan beredar luas di ruang diskusi publik (03/01/2026), mengingatkan bahwa kehadiran negara kini tidak lagi dinilai dari simbol, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

BACA JUGA

Negeri Hahaha Hihihi

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

Persoalan utamanya bukan lagi komunikasi publik, melainkan kepercayaan. Dalam situasi kepercayaan yang menurun, kehadiran pejabat—datang ke lapangan atau tidak—tidak lagi menjadi ukuran penilaian masyarakat. Yang dinilai adalah apakah kehadiran negara menghasilkan perubahan nyata.

Peringatan ini patut dibaca sebagai masukan kebijakan. Kritik publik tidak berhenti pada gaya komunikasi atau intensitas kunjungan pejabat, tetapi mengarah pada pertanyaan yang lebih mendasar: apa yang berubah dalam kehidupan masyarakat setelah negara hadir?

Selama pertanyaan ini belum terjawab, negara pada awal era Prabowo akan terus berada dalam posisi yang serba sulit di mata publik.

Bencana Aceh sebagai Uji Respons Negara

Dalam konteks bencana Aceh dan banjir besar di Sumatera, peringatan tersebut terasa nyata. Setelah lebih dari satu bulan, banyak warga masih merasakan kondisi yang relatif belum banyak berubah. Pemulihan berjalan, tetapi belum cukup cepat untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Persepsi publik terbentuk bukan dari niat pemerintah, melainkan dari pengalaman langsung di lapangan.

Pengalaman Aceh menunjukkan bahwa tantangan utama bukan ketiadaan regulasi atau kurangnya perhatian pusat. Kerangka hukum tersedia, sumber daya negara ada, dan aparat hadir. Namun terdapat kesenjangan antara perencanaan nasional dan pelaksanaan kebijakan di wilayah terdampak. Di sinilah kepercayaan diuji: sejauh mana negara mampu mengubah rencana menjadi hasil yang dirasakan.

APBN 2026 dan Ruang Koreksi Kebijakan

Dalam sistem pemerintahan, kebijakan publik berjalan berjenjang. RPJMN adalah rencana pembangunan lima tahunan yang memuat arah besar pemerintahan. Penjabaran tahunannya dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP), yang menetapkan prioritas, sektor, dan wilayah fokus setiap tahun. RKP kemudian diterjemahkan ke dalam APBN, yakni anggaran negara yang disahkan DPR sebagai wujud komitmen pembiayaan. Pelaksanaannya dituangkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), dokumen kerja yang memuat kegiatan, anggaran, dan lokasi pelaksanaan. Pada tahap inilah kebijakan hadir sebagai dampak nyata bagi masyarakat.

Arahan Presiden, dalam praktik, memperoleh makna ketika diterjemahkan hingga level Rincian Output (RO). RO adalah titik temu antara kebijakan dan realitas lapangan—kegiatan konkret yang benar-benar dikerjakan, untuk siapa, dan di mana. Karena itu, agar isu Aceh terbaca sebagai keseriusan negara, pemulihannya perlu muncul secara jelas sebagai RO prioritas dalam pelaksanaan kebijakan.

Menjadikan pemulihan Aceh sebagai prioritas APBN 2026 bukan langkah luar biasa atau pelanggaran disiplin fiskal.

Langkah koreksi kebijakan tersebut perlu diwujudkan secara lebih konkret melalui penajaman arah belanja negara. Pergeseran lokus Dana Alokasi Khusus dan dana dekonsentrasi ke Aceh dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak. Penyesuaian ini bukan bentuk keistimewaan, melainkan respons proporsional terhadap situasi nyata yang dihadapi masyarakat.

Koreksi arah belanja juga perlu dilakukan lintas sektor dengan mengoptimalkan program nasional yang telah berjalan.

Di bidang pendidikan tinggi, program pengabdian kepada masyarakat dan hibah kemahasiswaan dapat diarahkan dengan mensyaratkan Aceh sebagai lokus kegiatan, sehingga kapasitas akademik nasional terlibat langsung dalam pemulihan sosial dan pendidikan. Pendekatan serupa dapat dilakukan oleh kementerian yang membidangi urusan keagamaan melalui penguatan program-program sosial dan pendidikan berbasis komunitas.

Pada sektor pendidikan dasar dan menengah, arahan revitalisasi sekolah yang telah menjadi prioritas nasional dapat dipertegas dengan menggeser fokus pelaksanaan ke Aceh. Optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdampak, misalnya, dapat dilakukan melalui penyesuaian lokus dan penguatan distribusi, tanpa perlu menambah skema baru.

Dengan demikian, kebijakan nasional hadir sebagai kegiatan konkret yang langsung menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Di bidang perlindungan sosial dan pembangunan layanan pendidikan, penyesuaian target program nasional juga dapat dilakukan secara terukur. Program Sekolah Rakyat, misalnya, dapat difokuskan pada optimalisasi unit yang telah ada dengan menata ulang target lokus, alih-alih memperluas pembangunan gedung baru.

Pendekatan ini membuka ruang untuk memperkuat bantuan sosial dan layanan pendidikan di Aceh, sekaligus menegaskan bahwa keadilan kebijakan bukan soal membagi rata, melainkan menempatkan sumber daya di lokasi yang paling membutuhkan pada saat yang tepat.

Pendekatan lintas sektor tersebut menegaskan bahwa pemulihan Aceh membutuhkan konsistensi kebijakan, bukan intervensi yang terpisah-pisah.

Menjadikan Kepercayaan sebagai Hasil Kebijakan

Langkah-langkah tersebut penting bukan hanya bagi Aceh, tetapi juga bagi kredibilitas negara. Ketika arahan Presiden tercermin dalam RO yang berjalan nyata di lapangan, publik tidak lagi menilai dari kekeliruan awal atau simbol kehadiran, melainkan dari hasil yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sinilah substansi peringatan Said Muniruddin. Selama kepercayaan publik belum pulih, negara akan terus berada dalam posisi “datang salah, tidak datang lebih salah”. Jalan keluar dari situasi ini bukan memperbanyak penjelasan, melainkan memastikan keputusan kebijakan—terutama kebijakan anggaran—bekerja efektif dan terukur.

APBN 2026 memberi kesempatan bagi pemerintah untuk menunjukkan bahwa kritik publik dibaca sebagai masukan serius. Jika pemulihan Aceh benar-benar tercermin dalam prioritas belanja dan hadir sebagai kegiatan nyata di lapangan, kepercayaan publik dapat pulih secara bertahap. Kepercayaan bukan dibangun melalui narasi, tetapi melalui kebijakan yang bekerja.[]

Tags: AcehBencana Aceh SumatraMakin Tahu AcehMakin Tahu IndonesiaPresiden PrabowoTaufiq A Gani
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Negeri Hahaha Hihihi
Opini

Negeri Hahaha Hihihi

by SAGOE TV
October 20, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa
Opini

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

by SAGOE TV
October 19, 2026
Risnawati Ridwan
Opini

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

by Risnawati binti Ridwan
October 18, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan
Opini

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

by SAGOE TV
October 14, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Ismail Rasyid Jadi Orang Tua Asuh, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu di USK Lanjut Kuliah

Ismail Rasyid Jadi Orang Tua Asuh, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu di USK Lanjut Kuliah

October 16, 2026

EDITOR'S PICK

50 Mahasiswa IAI Almuslim Aceh Terima Beasiswa Bank Indonesia

50 Mahasiswa IAI Almuslim Aceh Terima Beasiswa Bank Indonesia

October 10, 2024
Musik, Syariat, dan Ruang Publik: Mengapa Aceh Perlu Menata, Bukan Menolak

Musik, Syariat, dan Ruang Publik: Mengapa Aceh Perlu Menata, Bukan Menolak

November 19, 2025
Di Lantik Tri Tito Karnavian, Istri Pj Gubernur Aceh Resmi Jadi Pj Ketua TP PKK Aceh dan Ketua Pembina Posyandu Aceh

Di Lantik Tri Tito Karnavian, Istri Pj Gubernur Aceh Resmi Jadi Pj Ketua TP PKK Aceh dan Ketua Pembina Posyandu Aceh

August 30, 2024
Pelari Aceh Siap Ramaikan Kuala Lumpur Standard Chartered Marathon 2025

Pelari Aceh Siap Ramaikan Kuala Lumpur Standard Chartered Marathon 2025

October 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.