BANDA ACEH | SAGOE TV – Sejumlah organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan individu di Aceh mendeklarasikan Aceh Recovery Partner Forum (ARPF), sebuah forum komunikasi dan koordinasi yang bertujuan memperkuat respons kemanusiaan serta pemulihan pasca bencana di Aceh dan wilayah Sumatera. Deklarasi berlangsung di Banda Aceh, Selasa (23/12/2025).
Pembentukan ARPF dilatarbelakangi berbagai tantangan dalam penanganan bencana di lapangan, seperti terfragmentasinya bantuan, tumpang tindih peran antaraktor, lemahnya integrasi data, serta belum tersedianya ruang konsolidasi yang memadai bagi masyarakat sipil. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada rendahnya efektivitas bantuan, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan jangka menengah dan panjang.
“Forum ini hadir untuk memperkuat koordinasi masyarakat sipil agar respons dan pemulihan pascabencana lebih terarah, berbasis data, serta benar-benar menjawab kebutuhan penyintas,” ujar salah satu perwakilan inisiator ARPF.
ARPF menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak semata dimaknai sebagai rehabilitasi dan rekonstruksi fisik. Forum ini mendorong pendekatan pemulihan terpadu yang mencakup pemulihan lingkungan, pertanian berkelanjutan, penghidupan masyarakat, serta penguatan ketahanan sosial dan ekonomi.
Dalam konteks global, ARPF juga mendorong keterlibatan Aceh dalam agenda internasional seperti loss and damage, dengan tetap menghormati mekanisme negara dan prinsip kedaulatan nasional.
Selain itu, ARPF dirancang sebagai entry point komunikasi antara masyarakat sipil Aceh dengan jejaring nasional dan internasional, termasuk lembaga donor dan mitra pembangunan. Forum ini juga mendorong Pemerintah Aceh untuk melakukan refocusing anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) guna mendukung pemulihan yang lebih komprehensif, adaptif, dan berkelanjutan.
“Ini bukan soal menggantikan peran pemerintah, melainkan memastikan masyarakat sipil siap sejak awal dengan asesmen yang kuat, data pembanding yang kredibel, serta pembagian peran yang jelas agar proses pemulihan tidak berjalan lambat dan parsial,” tambah perwakilan inisiator lainnya.
Aceh Recovery Partner Forum bersifat terbuka bagi lembaga maupun individu yang memiliki kesepahaman untuk bekerja bersama dalam kerangka koordinasi, advokasi kebijakan, serta penguatan pemulihan pascabencana yang berkeadilan dan berkelanjutan.[]




















