Tim SAR gabungan terus memaksimalkan operasi pencairan dan penyelamatan di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh. Hingga hari ini, jumlah warga yang berhasil dievakuasi terus bertambah seiring meluasnya dampak bencana dan akses darat yang masih banyak terputus.
Didukung penguatan alut dan personel tambahan dari Kantor SAR Tanjung Pinang, tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banda Aceh masih berjibaku menjangkau wilayah yang terisolasi akibat banjir dan longsor.
Meski cuaca mulai berangsur baik, tantangan masih besar. Sejumlah jalur transportasi terputus dan sebaran lokasi banjir meluas, sehingga operasi harus dilakukan dengan pembagian sektor dan penempatan personel di titik-titik kritis.
Evakuasi Korban di Aceh Utara
Empat tim dikerahkan untuk evakuasi dan distribusi bantuan di Kabupaten Aceh Utara, khususnya di Matangkuli, Tanah Jambo Aye, dan Baktiya. Pada Senin (1/12/2025), tim mengevakuasi seorang lansia, Nurjannah, dalam kondisi sakit di Desa Cot Kumbang.
Namun, kabar duka juga muncul. Dua korban, M. Ali (75) dan Ikram bin Haris (29), ditemukan meninggal dunia di Desa Glumpang Samlakoe pada pukul 13.00 WIB. Korban lain, M. Khairi (22), turut ditemukan tak bernyawa di Desa Lhok Bintang Hu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Operasi SAR di Aceh Tamiang
Dua tim SAR masih melakukan penyisiran menggunakan perahu LCR di sepanjang Sungai Tamiang. Sebagian lainnya memusatkan koordinasi dan penanganan warga terdampak di Posko Kantor Bupati Aceh Tamiang.
Subulussalam: Tiga Korban Hanyut Ditemukan
Di Kota Subulussalam, tim SAR menemukan tiga korban hanyut di aliran sungai Kecamatan Sultan Daulat. Mereka segera dievakuasi dan dibawa ke fasilitas medis. Salah satu korban teridentifikasi bernama Jaslina (40), warga Lawe Penanggalan, Aceh Tenggara. Dua korban lainnya belum dapat dikenali karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, memastikan seluruh laporan warga menjadi prioritas penanganan. “Personel kami terus berusaha menjangkau wilayah terdampak meskipun akses banyak yang terputus. Dengan dukungan tambahan dari Kantor SAR Tanjung Pinang, kami berharap proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Ia menegaskan bahwa data tersebut merupakan rekap khusus operasi hari ini dan bukan total akumulasi sejak awal bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh. Operasi SAR akan terus dilanjutkan hingga seluruh wilayah terdampak dapat terjangkau dan semua laporan dapat ditindaklanjuti. []





















