• Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bencana: Tekan Tombol Sinkronisasi

SAGOE TV by SAGOE TV
December 4, 2025
in BENCANA SUMATERA 2025, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Bencana: Tekan Tombol Sinkronisasi

Rita Khathir. Foto: dok. pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rita Khathir

Bencana hidrometeorologi Aceh 2025 secara nyata memberikan dampak yang sangat dahsyat. Jumlah korban meninggal dan hilang semakin meningkat. Begitu juga dengan kerugian harta benda. Total warga terdampak langsung dipastikan akan sangat besar. Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Kabupaten Aceh Tamiang menyebutkan bahwa 70% rumah hilang disapu banjir bandang dengan ketinggian 3-4 meter (2/12/2025). Warga Aceh yang meninggal akibat musibah ini juga sudah tercatat di atas 240 orang dengan laporan orang hilang di atas 200 orang.

BACA JUGA

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

Selain itu, sebagian masyarakat juga mendapatkan dampak tidak langsung, berupa ketiadaan akses listrik dan internet yang membawa kerugian cukup besar di tingkat rumah tangga dan industri. Dapat disimpulkan bahwa 100% masyarakat Aceh merasakan dampak dari bencana ini. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama seia sekata dalam segala tindakan untuk saling bersinergi mengurai permasalahan yang ada.

Dalam setiap renungan, mari kita berdoa kepada Allah SWT., mendekatkan diri kepada-Nya dan memohon perlindungan-Nya. Selanjutnya mari kita berupaya semampu kita untuk berkontribusi dalam penanggulangan pascabencana, melindungi diri dan keluarga, serta masyarakat. Bukan berupaya semampus kita, di sini kita perlu pemikiran yang bijaksana, pemikiran yang sehat dan tepat. Seringkali kita terjebak dalam badai emosional sehingga menenggelamkan ilmu dan logika.

Saya melakukan pemantauan perkembangan situasi di Harian Serambi Indonesia, terutama melalui channel siaran WhatsApp Serambinews.com. Sebagian besar keluarga saya berada di Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Manyak Payed, tanah kelahiran ayah saya. Sampai saat ini, saya belum bisa mendapatkan informasi dari ahli keluarga karena putuskan jaringan komunikasi seluler. Dengan meningkatkan rasa tawakal kepada Allah, saya mengirimkan doa agar mereka dalam lindungan Allah SWT. Mari kita saling mendoakan, dan tidak bising dengan saling menghujat, semoga Rahmat Allah datang kepada kita, Amin ya Rabbal ‘Alamin.

Baca Juga:  Menakar "Rugi" Teheran: Mengapa Menepikan Indonesia adalah Blunder Geopolitik

Tim BNPB (Pemerintah Pusat), Pemerintah Aceh, TNI, dan berbagai elemen masyarakat telah bergerak dengan berbagai daya upaya. Pasokan logistik dan obat-obatan jalur udara telah dikirim, jalur transportasi darat sedang diperbaiki, dan jalur transportasi laut juga sudah dibuka. Pihak PLN juga sedang bekerja keras memperbaiki tower saluran udara tegangan tinggi (SUTT) untuk menormalkan pasokan energi listrik.

Kendala utama yang dihadapi dalam perbaikan sarana prasarana adalah rusaknya jalur transportasi darat, sehingga proses pendistribusian material harus dilakukan melalui jalur udara, yaitu menggunakan helikopter. Kita harus sadar bahwa biaya transportasi udara merupakan biaya termahal yang mau tidak mau harus diupayakan dalam kondisi darurat penanggulangan bencana ini.

Ok, sampai di sini, apa yang harus kita lakukan? Yuk kita tekan tombol sinkronisasi. Sinkronisasi adalah proses menyelaraskan 2 atau lebih hal atau keadaan. Proses ini sangat penting agar kita tidak melihat sesuatu secara parsial, tetapi dapat melihatnya secara keseluruhan. Kesempurnaan penilaian yang kita lakukan sangat penting untuk menentukan tindak lanjutan yang tepat dan bijaksana. Dalam dunia nyata, sinkronisasi ini merujuk kepada koordinasi peristiwa atau kegiatan.

Kelemahan kita adalah seringnya tidak melakukan sinkronisasi. Entah karena lupa, atau karena malas, atau karena merasa bahwa sinkronisasi atau koordinasi ini bukan merupakan hal penting. Padahal kondisi yang tidak sinkron justeru akan memperparah situasi.

Sebagai contoh kecil, sebuah kampus meliburkan mahasiswanya selama periode 2 minggu dengan alasan sebagai respon terhadap situasi darurat bencana. Lalu di saat yang sama membuka dapur umum untuk membantu mahasiswa terdampak dengan makan siang. Saya melihat situasi ini tidak tersinkronisasi dengan baik. Mahasiswa diliburkan untuk apa? Saya terpikir mungkin untuk memberikan kesempatan pada mereka pulang kampung memastikan situasi keluarganya. Namun, kenyataan mahasiswa tidak dapat pulang karena jalan terputus, mahasiswa tidak tahu kondisi orang tuanya karena komunikasi seluler terputus. Kemudian, berapa persen mahasiswa terdampak sehingga semua diliburkan? Sampai saat ini saya belum punya data terkait itu.

Baca Juga:  Aceh Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Lalu, timbul pertanyaan lanjutan ketika mahasiswa diliburkan untuk bisa pulang kampung, untuk apa dapur umum dibuka? Apakah untuk memberi makan mahasiswa yang sedang liburan? Dalam literatur Islam, ibnu sabil adalah istilah untuk seseorang yang sedang aktif menuntut ilmu pengetahuan. Jadi merujuk definisi tersebut, mahasiswa yang sedang liburan bukanlah ibnu sabil.

Selain itu, kegiatan pembelajaran sangat kompleks, yang terdiri dari kegiatan seminar dan sidang. Multi tafsir pun terjadi seperti meliburkan perkuliahan saja dengan tetap melaksanakan seminar atau sidang yang telah dijadwalkan sebelumnya. Adalagi sistem absen perkuliahan yang tidak tersinkronisasi sehingga tidak diubah masih sesuai jadwal lama. Ini adalah satu bukti nyata tidak adanya sinkronisasi.

Sebagai perbandingan, sebuah kampus lain mengeluarkan SE memperkenankan mahasiswa terdampak untuk izin kuliah sekaligus mendata mereka yang terdampak untuk kebijakan lanjutan memberikan bantuan/keringanan. Saya menilai kebijakan ini lebih tepat dan bijaksana mempertimbangkan bahwa bukan 100% mahasiswa atau dosen terdampak langsung dengan bencana, sehingga kegiatan belajar mengajar semestinya tetap berlangsung secara normal.

Fenomena lain, seseorang turun ke lapangan menyampaikan bantuan, namun mendapatkan caci maki dari masyarakat dan mendapatkan rasa kecewa mendalam. Saya dapat menyampaikan analisis seperti ini, ketika kita turun ke lapangan untuk membawa bantuan khusus untuk sanak saudara sendiri maka ini bisa disebut dengan pulang kampung, dan sangat wajar kalau kita mengalami hujatan atau bahkan jarahan oleh massa yang sedang kelaparan. Inilah yang saya maksudkan di awal perbedaan antara tindakan emosional dan tindakan logikal. Mari kita mengubah cara pikir dan bertindak, menghindari sejauh mungkin ketidakadilan di lapangan, dan berniat membantu semua orang. Kita membutuhkan sinkronisasi dengan aliran bantuan ke kawasan di mana saudara kita berada, barulah kita berupaya berkontribusi di dalamnya.

Baca Juga:  Marlina Usman Jenguk Anak Penderita Tumor Ganas yang Dirawat di RSUDZA

Semakin banyak elemen dengan jenjang berbeda yang terlibat, akan semakin kompleks lah suatu sistem sinkronisasi atau koordinasi. Namun ia tetap penting dan harus dilakukan. Saya berharap dalam hal ini, Pemerintah Aceh dapat melakukan sinkronisasi sebaik mungkin dalam penanggulangan darurat pascabencana sampai tahapan rehab-rekon nantinya, yang dapat dilakukan dengan sinkronisasi secara periodik. Penelusuran informasi penanggulangan bencana Aceh adalah upaya saya melakukan sinkronisasi secara mandiri. Setiap kita harus menekan tombol sinkronisasi mandiri.

Sendai Framework 2015-2030 menargetkan adanya pembangunan menjadi lebih baik pascabencana. Kita berada di tahun 2025, semoga setelah badai berlalu kita semua menjadi lebih baik, yuk jangan lupa tekan tombol sinkronisasi setiap hari. []

 Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc, Profesor bidang Teknologi Pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala

Tags: acehbencanaBencana AlamBencana Sumatera 2025opini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz
Opini

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

by Anna Rizatil
April 10, 2026
Bagaimana Memahami Kemenangan Iran
Opini

Bagaimana Memahami Kemenangan Iran?

by Anna Rizatil
April 8, 2026
Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran
Opini

Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

by SAGOE TV
April 5, 2026
Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia
Opini

Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia

by Anna Rizatil
April 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

April 13, 2026

EDITOR'S PICK

Basyir: Kapolda Metro Jaya Harus Lindungi Warga Aceh

Basyir: Kapolda Metro Jaya Harus Lindungi Warga Aceh

March 30, 2026
Pelantikan Mualem-Dek Fadh Dipercepat, Gubernur Aceh Terpilih Dapat Tanggal 6 Februari 2025

Pelantikan Mualem-Dek Fadh Dipercepat, Gubernur Aceh Terpilih Dapat Tanggal 6 Februari 2025

January 22, 2025
Tutkijoiden Yö (Researchers’ Night)

Tutkijoiden Yö (Researchers’ Night)

March 8, 2025
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dimulai, 10 Ribu Peserta Batch I Siap Masuk Dunia Kerja

April 10, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.