Ketika simbol berbicara lebih keras dari kata-kata, ada luka kolektif yang belum sepenuhnya sembuh. Ini bukan sekadar bendera, tapi cermin dari ingatan, harapan, dan kegelisahan yang terus ditahan.
Bencana kembali menyelimuti Aceh. Hujan ekstrem, banjir bandang, dan siklon yang menyapu 18 kabupaten/kota menambah panjang daftar duka di tanah ini. Di berbagai desa terlihat bendera putih berkibar bukan sebagai simbol menyerah, melainkan penanda bahwa masyarakat sedang memanggil empati dunia.
Aceh kini berdiri di titik kritis: antara ketabahan dan keputusasaan. Bendera putih adalah seruan terakhir agar dunia hadir sebelum frustrasi itu berubah bentuk. Kita berharap, sebagaimana dicatat Dollard dan koleganya pada 1939, agresi tidak jatuh pada bentuk destruktif, tetapi dialihkan menjadi solidaritas, empati, dan percepatan bantuan kemanusiaan.
Simak lengkapnya dalam video di atas.



















