• Tentang Kami
Saturday, January 24, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Buruh dan Pendidikan Tinggi: Sebuah Refleksi

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Muna Yastuti Madrah

Muna Yastuti Madrah. Foto: dok. pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr Muna Madrah.
Sosiolog dan Dosen UNISSULA Semarang, Jawa Tengah.

Pada tanggal 1 dan 2  dibulan Mei merupakan hari yang penuh makna bagi masyarakat Indoensia. Tanggal 1 Mei kita peringati sebagai hari buruh internasional (may day), sebuah tanggal yang dipilih sebagai penanda perjuangan buruh atas perampasan hak-haknya  sebagai manusia yang tertindas oleh sistem kapitalis, perjuangan jam kerja yang panjang dan upah kerja yang rendah.  Tanggal 2 Mei, di Indonesia kita memperingati hari pendidikan nasional. Sebuah momentum untuk mengingat perjuangan Ki Hajar Dewantoro. Meskipun berasal dari kelompok elit memperjuangkan hak pendidikan untuk semua kalangan yang pada waktu itu  hanya dapat dinikmati oleh keturunan Belanda dan kelompok elit.

BACA JUGA

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Buruh sering kali diidentifikasi dengan kelas pekerja dengan berbagai tuntutan yang dalam struktur sosial selalu dipertentangkan dengan kelas penguasa dan pemodal (kapitalis). Sementara itu pendidikan tinggi menempati tempat terhormat yang dapat dikatakan  merupakan suatu kemewahan bagi para buruh.  Hal ini disebabkan karenakan faktor tingginya biaya pendidikan tinggi yang hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu.

Melalui berbagai kebijakan pemerintah mencoba terus meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia yang  masih tertinggal dari negara-negara di Asia Tenggara sepert Malaysia, Thailand dan Singapura.  Pendidikan jarak jauh berbasis teknologi menjadi salah satu jawaban.  Sebuah langkah inovatif  dimana telah banyak juga diterapkan di negara lain.

Penerapan sistem ini merupakan sebuah opsi akan sangat menguntungkan bagi para buruh dengan keterbatasan ruang, waktu dan finansial. Teknologi memang berperan besar dalam pendidikan. Sistem PJJ akan  memungkinkan penekanan biaya perkuliahan dan tentu saja kesetaraan bahwa setiap orang dapat mengakses pendidikan dengan murah dan mudah.

Baca Juga:  USK Aceh Peringkat 10 Kampus Terbaik di Indonesia versi Scimago

Namun demikian, perlu juga di kaji lebih jau agar kebijakan ini tidak semata menjadi ambisi kompetisi antar bangsa semata, sehingga hanya menjadi sekedar konsumsi gaya hidup tanpa solusi kongkrit para buruh.  Keberhasilan dalam meraih gelar dari pendidikan tinggi tidak hanya dipandang sebagai pencapaian individu, pada tingkat yang lebih kolektif, pendidikan sekarang juga dipertimbangkan untuk membuka jalan bagi kebesaran nasional. Ini adalah ambisi politik utama di banyak negara untuk menjadi negara dengan pengetahuan intensif, memenangkan kejuaraan pendidikan dunia dan  terus memimpin, dunia dalam hal ekonomi.

Perluasan pendidikan tinggi secara kuantitatif akan dihadapkan pada permasalahan kualitatif yang serius. Nilai-nilai seperti refleksi kritis, perkembangan kognitif, dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik harus tetap menjadi tujuan dari pendidikan tinggi agar tidak kehilangan pamor demi upaya untuk mendapatkan kredensial semata.

Buruh dan Pendidikan Tinggi
Sistem PJJ akan membuka kesempatan bagi buruh untuk memasuki dunia akademis pendidikan tinggi yang idealis dan sangat kontradiktif dengan dunia buruh yang sehari-hari bergulat dengan permasalahan kehidupan yang nyata. Muncul pandangan dengan meningkatnya jumlah kelas pekerja yang memasuki pendidikan tinggi dapat ditafsirkan sebagai bukti menurunnya hambatan sosial-struktural dalam masyarakat risiko modern, atau sebuah reflektif di mana individu-individu terlibat secara refleks dengan lingkungan sosial mereka dan mengambil risiko strategis melalui keputusan tentang jalan hidup yang penting.

Selembar ijazah menjadi sangat penting mengingat  pengakuan resmi dan tertulis akan kompetensi seseorang (kredensial).  Pendidikan formal telah dipostulasikan oleh perdebatan ekonomi globalisasi dan pengetahuan dan juga terjebak dalam sistem kapitalis.

Pandangan umum seringkali  melihat bahwa apabila upah buruh yang rendah, dapat dikatakan bahwa ini hanyalah cerminan fakta bahwa buruh tidak menginvestasikan usaha yang cukup dalam membangun sumber daya manusia mereka. Singkatnya, , jika mereka dibayar rendah, hal ini dianggap sebagai kesalahan individu. Hampir tidak mengejutkan, semua lembaga modal utama, dari departemen ekonomi hingga Bank Dunia dan IMF, dengan sepenuh hati memeluk fiksi teoretis ini secara ideologis dan tentu saja bukan karena alasan intelektual yang masuk akal.

Baca Juga:  Menlu RI Usulkan 3 Langkah Penting untuk Respons Situasi Palestina ke OKI

Senyatanya, mahasiswa universitas dari kelas pekerja menghadapi tantangan struktural meskipun  pada saat bersamaan membangun keuntungan moral yang membantu mereka mengatasi kekurangan ini. Bahwa keuntungan konstruksi moral dipandang sebagai sesuatu yang  individualistik, bukan kolektif, merupakan perbedaan penting. Apakah kredensial semata akan berfungsi,  Sementara buruh berpendidikan tinggi  tetap menghadapi  tingginya kompitisi selepas meraih gelar akademik?

Teknologi telah memfasilitasi dan membuka banyak kesempatan bagi para buruh untuk mengembangkan diri sebagai pencapaian  yang  mungkin secara individu berdampak pada peningkatan kesejahteraan  dan secara kolektif  berkontribusi pada angka partisipasi pendidikan tinggi sebagai pencapaian nasional. Lebih dari itu inovasi dalam pendidikan harus tetap dikembalikan pada tujuannya yaitu mewujudkan  manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, mengembalikan manusia pada fitrah kemanusiaanya.

Selamat Hari Buruh Internasional dan Semangat Hari Pendidikan Nasional!

Tags: Hari Buruhhari pendidikan nasionalIndonesiaMuna MadrahSosiologUNISSULA
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Talenta Digital dari Dayah: Harapan Baru Ekonomi Aceh
Artikel

Talenta Digital dari Dayah: Harapan Baru Ekonomi Aceh

by SAGOE TV
July 1, 2025
Dua Dekade Damai Aceh
Artikel

Dua Dekade Damai Aceh

by SAGOE TV
June 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

January 23, 2026
Perkuat Literasi Inklusif, UIN Ar-Raniry Latih Penggunaan Mushaf Braille

Perkuat Literasi Inklusif, UIN Ar-Raniry Latih Penggunaan Mushaf Braille

January 21, 2026
Belajar dari Inisiatif Mandiri Seni-Budaya dalam Konteks Bencana di Sumatra

Belajar dari Inisiatif Mandiri Seni–Budaya dalam Konteks Bencana di Sumatra

January 22, 2026
Pemulihan atau Proyek? Catatan Kritis atas Program Pemulihan Kebudayaan Pascabencana di Sumatera

Pemulihan atau Proyek? Catatan Kritis atas Program Pemulihan Kebudayaan Pascabencana di Sumatera

January 19, 2026
Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Ilmu, Ruh, dan Adab: Paradigma Baru dalam Risalah Frikatifisasi Ilmu

Ilmu, Ruh, dan Adab: Paradigma Baru dalam Risalah Frikatifisasi Ilmu

January 23, 2026
Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

January 22, 2026
Akademisi Aceh Hadirkan Buku “Aceh 2026”, Menyemai Damai untuk Masa Depan

Akademisi Aceh Hadirkan Buku “Aceh 2026”, Menyemai Damai untuk Masa Depan

January 22, 2026
MTsN 2 Banda Aceh Dorong Literasi, Targetkan Siswa Terbitkan Buku

MTsN 2 Banda Aceh Dorong Literasi, Targetkan Siswa Terbitkan Buku

January 21, 2026

EDITOR'S PICK

Pemerintah Aceh Turunkan 3.000 Relawan ASN ke Daerah Terdampak Banjir dan Longsor

Pemerintah Aceh Turunkan 3.000 Relawan ASN ke Daerah Terdampak Bencana Banjir dan Longsor

December 28, 2025
USK Gandeng Guangdong Ocean University, Perluas Jejaring Global dan Kolaborasi Inovatif

USK Gandeng Guangdong Ocean University, Perluas Jejaring Global dan Kolaborasi Inovatif

April 21, 2025
Cara Agar Bisa Kuliah di Luar Negeri? Bersama Forum Mahasiswa Aceh Dunia

Cara Agar Bisa Kuliah di Luar Negeri? Bersama Forum Mahasiswa Aceh Dunia

March 14, 2025
UIN Ar-Raniry Gagas Ensiklopedia Aceh untuk Merekam Sejarah, Budaya, dan Keteladanan Tokoh Lokal

UIN Ar-Raniry Gagas Ensiklopedia Aceh untuk Merekam Sejarah, Budaya, dan Keteladanan Tokoh Lokal

November 6, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.