TAKENGON | SAGOE TV – Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) bersama MIT Foundation menggelar edukasi standar jurnalisme warga bagi masyarakat terdampak bencana di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga dalam menyampaikan informasi bencana secara akurat dan bertanggung jawab.
Edukasi jurnalisme warga tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang sebagian besar merupakan penyintas banjir serta warga di sekitar lokasi layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh relawan. Kegiatan dilakukan secara dialogis di sela antrian pengobatan agar tidak mengganggu layanan medis.
Edukator GEN-A, Maulana Kamal, mengatakan masyarakat kerap menjadi sumber informasi pertama saat bencana terjadi. Oleh karena itu, standar dalam merekam dan menyebarkan informasi menjadi hal penting untuk mencegah kesalahan informasi.
“Video dan foto warga sangat membantu dalam situasi darurat, tetapi tanpa keterangan yang jelas justru berpotensi menyesatkan,” kata Maulana.
Dalam edukasi tersebut, peserta dibekali prinsip dasar jurnalisme warga, seperti mencantumkan identitas perekam, waktu dan lokasi kejadian secara jelas, serta menyampaikan fakta sesuai kondisi di lapangan tanpa narasi provokatif. Warga juga diingatkan agar tidak menyebarkan ulang video lama yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Founder MIT Foundation, Teuku Farhan, menilai literasi informasi merupakan bagian penting dari respons kemanusiaan di era digital. Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya soal bantuan fisik, tetapi juga penguatan pengetahuan masyarakat.
“Bencana selalu diikuti banjir informasi. Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat bisa menjadi korban misinformasi,” ujarnya.
Ketua Tim Reaksi Cepat GEN-A, dr. Intan Qanita, menyebut laporan awal dari masyarakat sangat menentukan kecepatan respons tim di lapangan. Informasi yang disampaikan dengan standar yang baik, kata dia, akan membantu penanganan berjalan lebih efektif.
“Jika informasinya keliru, justru bisa menghambat proses bantuan,” kata Intan.
Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menegaskan edukasi jurnalisme warga juga bertujuan menjaga martabat penyintas bencana. Ia mengingatkan agar warga tidak menjadikan penyintas sebagai objek tontonan, serta tetap menghormati privasi dan kebenaran informasi.
“Lengkapi identitas, waktu, dan lokasi. Rekam fakta, bukan asumsi. Ini prinsip dasar yang harus dijaga saat bermedia di situasi bencana,” ujarnya.
Kegiatan edukasi ini terlaksana berkat kolaborasi GEN-A dan MIT Foundation, serta dukungan donatur dari Negeri Sabah, Malaysia. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap masyarakat terdampak bencana di Takengon dapat menjadi penyampai informasi yang lebih bertanggung jawab dan berkontribusi pada pemulihan bersama. []



















