• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Degradasi Identitas Kaum Muda

Risnawati binti Ridwan by Risnawati binti Ridwan
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Degradasi Identitas Kaum Muda
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risnawati binti Ridwan
Penulis adalah Alumnus STKS Bandung dan ASN Pemko Banda Aceh.

Menjadi warga negara bukan hanya bercerita tentang identitas. Tetapi juga berkaitan dengan pola perilaku, tindakan, pemikiran dan sumbangsih apa yang diberikan kepada negara. Banyaknya peristiwa yang dialami bangsa kita belakangan ini menunjukkan bahwa perilaku yang ditampilkan oleh warga negara telah berbanding terbalik jika dibandingkan dengan perilaku pendiri bangsa ini. Kedisiplinan, komitmen, tanggung jawab telah menurun dengan drastis. Pemuda sebagai tulang punggung bangsa ini lebih banyak ber tik tok ria daripada melakukan pemberdayaan bagi dirinya dan masyarakat.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Banyaknya peristiwa besar yang belakangan terjadi membuat sebagian orang gerah akan potensi munculnya perpecahan dan disintegrasi bangsa Indonesia ini. Menjadi tanggung jawab seluruh warga negara untuk mengurangi dampak dari peristiwa-peristiwa tersebut, dan kewajiban pemudalah untuk menggerakkan alur pemikiran dan tindakan untuk memperbaikinya.

Bagaimana peristiwa prahara yang terjadi dalam tubuh lembaga negara Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) yang telah menonaktifkan 75 pegawainya karena tidak lulus dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menimbulkan polemik yang memanas di kalangan orang-orang yang masih peduli terhadap pemberatasan korupsi. Belum tuntasnya permasalahan tersebut, muncul lagi tentang kebocoran data pribadi di forum internasional. Kebocoran data ini membuat kekhawatiran masyarakat semakin tinggi dan meyakinin bahwa tidak ada lagi yang benar-benar aman di negara ini.

Melihat permasalahan besar ini, tentunya membuat kita harus berpikir ekstra. Artinya kita sebagai warga negara yang menginginkan keamanan, kenyamanan, kesejahteraan sesuai dengan cita-cita bangsa ini dapat tercapai. Tentunya ada tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam mencapai keinginan tersebut.

Baca Juga:  Sebagai Intelektual, Anda Mau Jadi Apa? Peneliti? Pemikir? Filsuf?

Disinilah perlunya turun tangan pemuda pemuda bangsa ini dalam menyelesaikan permasalahan negara. Pemuda yang di bahunya telah dibebankan untuk menyelesaikan permaslahan bangsa. Seperti ungkapan Presiden RI pertama , Bapak Ir. Soekarno, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Tetapi apa yang terjadi selama ini. Pemuda-pemuda harapan pendiri bangsa lebih banyak yang sibuk dengan dunianya. Tanpa peduli permasalahan yang  terjadi disekitarnya. Melihat banyaknya kasus-kasus yang dilakukan oleh pemuda yang  merusak dirinya sendiri bahkan lingkungannya membuat kita pesimis bagaimana nasib bangsa ini kedepannya.

Misalkan kejadian yang sedang viral, pemuda bugil yang sedang berkendaraan menunjukkan bagaimana perilaku pemuda didasari akan taruhan pertandingan bola.  Perilakunya yang meresahkan masyarakat sekitarnya tidak dapat ditolerir (Detiknews, 1 Juni 2021). Jangankan untuk memikirkan kasus KPK dan kebocoran data nasional, untuk berperilaku sewajarnya saja sulit untuk mereka lakukan.  Kemudian adanya  peristiwa seorang remaja berasal dari Provinsi NTB yang membuat konten Tiktok  yang berisi penghinaan kepada Palestina dan menimbulkan kemarahan warga sehingga pihak kepolisian mengambil langkah berupa restorative justice yang dilakukan penyidik Ditkrimsus Polda NTB dengan pertimbangan adanya permintaan maaf pelaku dan ketidakpahaman pelaku terhadap permasalahan yang terjadi (Detik, 20 Mei 2021).

Berdasarkan dua kejadian tersebut tidak membuat kita memutuskan bahwa  remaja Indonesia cenderung berperilaku negatif dan meresahkan masyarakat. Namun contoh tersebut membuat kita untuk dapat mengambil sikap sehingga remaja lainnya tidak meniru tindakan negatif tersebut.

Banyaknya peristiwa-peristiwa lain mengingatkan kita bahwa sensistivitas yang dirasakan kaum muda ini telah menurun tajam. Sensitivitas terhadap permasalahan negara tidak dapat disamakan lagi dengan rasa yang pernah dimiliki oleh pendiri bangsa ini saat mereka masih muda dulu. Padahal di pundak pemudalah berperan sebagai agen-agen yang seharusnya melakukan gebrakan untuk menangani permasalahan yang ada.

Baca Juga:  Luncurkan Proyek B3W, Akankah G-7 Mampu Hadang BRI China?

Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agent of development atau agen pembangunan sebagai penerus bangsa. Hal ini disebabkan karena para pemuda Indonesia wajib menjaga eksistensi bangsa Indonesia di kancah dunia, serta selalu dapat memberikan kesan yang baik di mata dunia.

Jika mengacu pada Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, ada batasan usia termuda hingga tertua untuk menyebut seseorang sebagai pemuda. Berdasarkan UU Kepemudaan, pemuda itu berusia antara 16-30 tahun. Tapi, banyak juga yang mengacu ke UU sebelumnya, di atas 40 tahun pun masih disebut pemuda.

Pemuda juga dituntut untuk memiliki rasa sensitivitas dalam bernegara. Bagaimana majunya sebuah negara tentunya sangat ditentukan oleh orang-orang yang berada dalam negara tersebut. Bentuk kepedulian yang dimiliki negara dilihat dari bentuk respon terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.

Sebagai contoh untuk peristiwa besar yang sedang dialami bangsa ini. Salah satu bentuk respon pemuda yang dapat diberikan apresiasi adalah dukungan pemuda untuk memberikan pandangan dan tindakan agar lembaga sebesar KPK dapat berfungsi sesuai dengan tujuan pembentukan lembaga tersebut. Kaum muda dapat melakukan dengan menggunakan keahlian yang mereka miliki. Apalagi dengan adanya kemajuan teknologi canggih, internet dan gawai merupakan salah satu cara yang dengan mudah digunakan sebagai alat perubahan dan alat pergerakan dalam mewujudkan Indonesia bebas korupsi.

Melalui mekanisme teknologi, pemuda juga dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan kebocoran data di forum internasional. Tidak dipungkiri, bahwa teknologi internet adalah tata cara yang bisa digunakan dengan cepat dan tepat dalam menangani permasalahan-permasalahan yang dialami negara. []

Tags: degredasi identitasGenerasiIndonesiakaum muda
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Risnawati binti Ridwan

Risnawati binti Ridwan

Penulis adalah Alumnus STKS Bandung dan Penyuluh Sosial Ahli Muda di Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

March 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026

EDITOR'S PICK

Apa Itu One Health? Pendekatan yang Dipilih USK untuk Pemulihan Pascabanjir Aceh

Apa Itu One Health? Pendekatan yang Dipilih USK untuk Pemulihan Pascabanjir Aceh

February 6, 2026
Dekranasda Aceh Apresiasi Pengrajin Rotan di Gampong Kueh Lhoknga

Dekranasda Aceh Apresiasi Pengrajin Rotan di Gampong Kueh Lhoknga

October 10, 2024
Wali Nanggroe di AFPC 2025 Dunia Bisa Belajar dari Perdamaian Aceh dan Kepercayaan yang Dibangun

Wali Nanggroe di AFPC 2025: Dunia Bisa Belajar dari Perdamaian Aceh dan Kepercayaan yang Dibangun

October 6, 2025
Persiraja Berharap 2 Pemain Asing Baru Bisa Cepat Beradaptasi

Persiraja Matangkan Persiapan Jelang Babak 8 Besar Liga 2

March 8, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.