• Tentang Kami
Tuesday, June 9, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tujuh Nelayan Aceh Kembali ke Tanah Air Usai Ditahan di Myanmar

SAGOE TV by SAGOE TV
February 2, 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Setelah menjalani masa tahanan di Myanmar, tujuh nelayan asal Aceh yang sebelumnya dituduh melanggar batas perairan negara tersebut akhirnya mendapatkan amnesti dan dibebaskan. Pemerintah Aceh pun segera mengambil langkah untuk membiayai pemulangan mereka ke tanah air.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Aliman, S.Pi., M.Si., menyatakan rasa syukur atas pembebasan nelayan tersebut. “Kami sangat gembira dan bersyukur karena tujuh nelayan asal Aceh Timur ini akhirnya dibebaskan. Sesuai arahan Bapak Pj Gubernur, Pemerintah Aceh memfasilitasi pemulangan mereka dari Myanmar ke daerah asalnya,” ujar Aliman pada Senin (27/01/2025).

BACA JUGA

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Aceh Besar, Apresiasi Komitmen Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan 542 KK Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Aliman mengungkapkan bahwa semua dokumen perjalanan telah diselesaikan, termasuk Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). “Alhamdulillah, SPLP mereka sudah selesai. Berdasarkan koordinasi kami dengan pihak Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Insya Allah mereka akan diterbangkan dari Yangon ke Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, pada 1 Februari 2025,” tambahnya.

Menurut Aliman, ketujuh nelayan tersebut saat ini sudah berada di Yangon dan dalam kondisi baik. Pemerintah Aceh telah menyiapkan semua keperluan perjalanan mereka agar dapat segera kembali ke kampung halaman masing-masing. Biaya pemulangan mereka diperkirakan mencapai Rp 30 juta dan seluruhnya akan ditanggung oleh Pemerintah Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Aliman juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam upaya pembebasan dan pemulangan nelayan Aceh. “Kami berterima kasih kepada KBRI di Myanmar, pihak Imigrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta anggota DPD RI yang telah memberikan bantuan maksimal dalam proses ini. Semoga semua proses pemulangan ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana,” katanya.

Salah satu pihak yang mendapat perhatian khusus dalam upaya pemulangan ini adalah anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos. Ia disebut sangat proaktif dalam mendukung DKP Aceh untuk memastikan pemulangan para nelayan berjalan dengan baik. “Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Haji Uma atas kepedulian dan upayanya dalam membantu nelayan kita kembali ke tanah air,” ujar Aliman.

Dalam pernyataannya, Aliman juga berharap agar kasus penangkapan nelayan Aceh di perairan negara lain tidak kembali terulang di masa mendatang. Ia mengingatkan para nelayan untuk lebih berhati-hati dalam menentukan wilayah tangkapan ikan dan selalu memperhatikan batas perairan internasional.

“Mohon doa dari masyarakat Aceh agar proses ini berjalan lancar dan para nelayan bisa tiba dengan selamat di tanah air. Kita juga berharap ke depannya tidak ada lagi nelayan kita yang tertangkap karena melewati batas teritorial negara lain saat melaut. Oleh karena itu, kami akan terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai batas wilayah perairan agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Aliman.

Adapun tujuh nelayan yang dipulangkan dari Myanmar adalah sebagai berikut:

  1. Muhammad Nur (Aceh Timur) – Nahkoda
  2. Nasruddin Hamzaz (Langsa) – Anak Buah Kapal (ABK)
  3. Abdullah (Aceh Timur) – ABK
  4. Mustafa Kamal (Aceh Timur) – ABK
  5. Mola Zikri (Langsa) – ABK
  6. Zubir (Langsa) – ABK
  7. Muzakir (Aceh Utara) – ABK

Dengan kepulangan ketujuh nelayan ini, diharapkan mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan menjalani kehidupan seperti sedia kala. Pemerintah Aceh juga terus mengimbau agar nelayan lebih waspada dan mengikuti prosedur pelayaran yang sesuai dengan hukum internasional demi menghindari insiden serupa di masa mendatang. [CE/*]

Tags: acehInternasionalKelautanMyanmarNelayanPemerintah Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Aceh Besar, Apresiasi Komitmen Pemerintah Aceh
News

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Aceh Besar, Apresiasi Komitmen Pemerintah Aceh

by SAGOE TV
June 8, 2026
Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan 542 KK Warga Eks Blang Lancang-Rancong
News

Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan 542 KK Warga Eks Blang Lancang-Rancong

by SAGOE TV
June 8, 2026
Dana Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Banda Aceh dan Aceh Besar Berhenti Beroperasi
News

Dana Belum Cair, Puluhan Dapur MBG di Banda Aceh dan Aceh Besar Berhenti Beroperasi

by Zuhri Noviandi
June 8, 2026
UIN Ar-Raniry Jadi PTKIN Paling Diminati di Sumatera, 2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN 2026
News

UIN Ar-Raniry Jadi PTKIN Paling Diminati di Sumatera, 2.640 Peserta Ikuti UM-PTKIN 2026

by SAGOE TV
June 8, 2026
Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Tantangan Ada pada Implementasi
News

Indonesia Bawa Ratifikasi ILO 188 ke Jenewa, Perlindungan Awak Kapal Perikanan Diperkuat

by SAGOE TV
June 8, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

June 6, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 7, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Agam Hana Raba Krèh

Agam Hana Raba Krèh

November 4, 2025

EDITOR'S PICK

Aksi Mahasiswa dan Omnibus Law

Zaman Terus Bergerak

March 24, 2025
Aceh dorong setiap gampong buka sekolah lansia

Aceh Dorong Setiap Gampong Buka Sekolah Lansia

April 30, 2025
Mengapa Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026 Ini Penjelasan Menag

Mengapa Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026? Ini Penjelasan Menag

March 20, 2026
Qanun LKS dalam Perspektif Kebijakan Publik Islami

Qanun LKS dalam Perspektif Kebijakan Publik Islami

March 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.