• Tentang Kami
Sunday, September 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Etika Digital untuk Generasi Emas Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
March 15, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Etika Digital untuk Generasi Emas Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Adam Juliandika

(Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum Tata Negara, Universitas Abulyatama Aceh)

BACA JUGA

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

“Dunia digital ibarat lautan luas: penuh peluang, tapi juga badai. Membatasi akses bukanlah solusi, melainkan menyiapkan layar agar generasi muda berlayar dengan bijak. Literasi digital, pengawasan orang tua, dan dakwah bermakna menjadi mercusuar, menerangi perjalanan agar tak tersesat di arus deras informasi tanpa etika.” ( Editor )

Wacana pembatasan usia dalam pembuatan akun media sosial yang digagas Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pada 2025 memicu perdebatan sengit. Kebijakan ini bertujuan melindungi generasi muda dari paparan konten negatif: kekerasan, pornografi, dan ujaran kebencian yang marak di dunia maya. Namun, pertanyaannya: apakah pembatasan usia cukup efektif, ataukah sekadar solusi instan yang menutup lubang tanpa benar-benar memperbaiki fondasi?

Senator Aceh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Tgk Ahmada MZ, menegaskan bahwa tingginya penetrasi media sosial di Indonesia belum diiringi literasi digital yang memadai. Data We Are Social (2024) menunjukkan bahwa dari 167 juta pengguna internet di Indonesia, 125 juta aktif di media sosial. Angka ini mencerminkan realitas baru: dunia digital bukan sekadar ruang hiburan, melainkan arena utama interaksi sosial anak-anak dan remaja.

Pembatasan usia mungkin dapat mengurangi paparan terhadap konten berbahaya, tetapi tanpa pendekatan holistik, ia hanya akan menjadi kebijakan tambal sulam. Dalam konteks Aceh—provinsi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman—pendekatan berbasis edukasi dan pengawasan orang tua jauh lebih fundamental dibanding sekadar melarang anak membuat akun media sosial.

Bukan Sekadar Melarang

Pertama, meningkatkan Literasi Digital Pemerintah, sekolah, dan keluarga harus berkolaborasi membangun kesadaran digital sejak dini. Edukasi tentang memilah informasi, memahami dampak media sosial, dan menghindari konten negatif lebih efektif daripada sekadar membatasi akses.

Kedua, peran Aktif Orang Tua Orang tua tidak cukup hanya menetapkan batasan waktu penggunaan gadget. Mereka harus menjadi teman diskusi bagi anak-anak mereka, membimbing tanpa mengontrol secara berlebihan. Pendidikan digital harus dimulai dari rumah, bukan hanya di sekolah.

Ketiga, mendorong Konten Positif Platform digital harus lebih agresif dalam mempromosikan konten edukatif dan islami yang relevan bagi generasi muda. Para kreator konten lokal di Aceh memiliki peran strategis dalam menyediakan alternatif hiburan yang tidak hanya menarik tetapi juga berisi.

Keempat, pemanfaatan Teknologi Pengawasan Aplikasi parental control dan fitur keamanan digital dapat menjadi alat bantu bagi orang tua dalam mengawasi aktivitas daring anak-anak mereka. Namun, teknologi ini hanya akan efektif jika digunakan dengan pendekatan komunikasi yang terbuka dan sehat.

Kelimat, keterlibatan Komunitas, Lingkungan dan Masyarakat harus berperan aktif dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman. Kampanye literasi digital, gerakan anti-hoaks, serta peningkatan kesadaran akan etika bermedia sosial harus menjadi agenda bersama.

Akhlak di Dunia Maya

Di Aceh, media sosial bisa menjadi alat dakwah yang ampuh jika digunakan dengan bijak. Islam mengajarkan kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Isra’ ayat 36:  “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”

Begitu pula hadis Rasulullah SAW:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dakwah di dunia digital tidak hanya berarti menyebarkan ayat dan hadis, tetapi juga membentuk ekosistem daring yang positif. Para pendakwah, akademisi, dan influencer muslim di Aceh harus aktif berkontribusi dalam membangun kesadaran digital yang selaras dengan nilai-nilai Islam.

Untuk Generasi Muda dan Tua

Untuk anak-anak yang bermedia sosial agar mengunakan media sosial untuk hal-hal produktif, Jangan sembarangan membagikan informasi pribadi, berhati-hatilah dalam memilih teman daring, serta laporkan konten negatif kepada orang tua atau guru.

Untuk orang tua, agar menjadi orang tua teladan dalam bermedia sosial, dampingi anak dalam memilih konten yang sesuai, batasi penggunaan gadget secara bijak, bukan otoriter, dan bangun komunikasi terbuka tentang dunia digital.

Membatasi akses media sosial bagi anak-anak adalah langkah awal, tetapi tidak cukup untuk menghadapi kompleksitas dunia digital. Solusi yang lebih berkelanjutan adalah membangun generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan etika dalam penggunaannya.

Negara, orang tua, dan masyarakat harus bersinergi dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat. Hanya dengan pendekatan yang seimbang—regulasi, edukasi, dan pengawasan—Aceh dapat melahirkan generasi emas yang cerdas digital sekaligus berakhlak mulia. Karena pada akhirnya, dunia maya adalah cerminan dunia nyata, apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. []

 

Tags: AcehdigitalEtikaGenerasi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali
Artikel

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

by SAGOE TV
September 10, 2026
Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

3 Santriwati Insan Qurani Bawa Aceh Juara 1 Fahmil Qur’an MTQ Nasional 2026

September 18, 2026
Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

Ratusan Warga Aceh Besar Antusias Berobat Gigi Gratis di Aksi Kaninus 16 FKG USK

September 19, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

Jejak Syekh Yusuf al-Makassari di Aceh dan Jaringan Samudra Hindia Dibahas UIN Ar-Raniry

September 14, 2026
AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

September 17, 2026
104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

104 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Perdana Kedokteran UIN Ar-Raniry

September 15, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Tol Sibanceh 74 Km Segera Tersambung Penuh, Ruas Padang Tiji-Seulimeum Masuk Tahap Akhir

September 17, 2026
Dari Blang Padang hingga 7 Desa di TNGL, Ini Persoalan Tanah Aceh yang Dibawa ke DPR RI

Dari Blang Padang hingga 7 Desa di TNGL, Ini Persoalan Tanah Aceh yang Dibawa ke DPR RI

September 15, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

September 15, 2026

EDITOR'S PICK

Paradoks Darussalam: Demokrasi yang Bising di Luar, tapi Bisu di Kampus

Paradoks Darussalam: Demokrasi yang Bising di Luar, tapi Bisu di Kampus

February 8, 2026
Salah Baca Langkah Cina, Visi Global 2021 Runtuh

Akankah China-Rusia Bakal Masuk Jebakan Rawa Perang Asimetris dan Bom Waktu AS di Afghanistan?

September 8, 2021
Begini Persiapan UIN Ar-Raniry Sebelum Kuliah Perdana Pendidikan Kedokteran Dimulai

Begini Persiapan UIN Ar-Raniry Sebelum Kuliah Perdana Pendidikan Kedokteran Dimulai

September 3, 2026
Kak Na Ziarah Makam Banta Syarif bin Muzakir Manaf

Kak Na Ziarah Makam Banta Syarif bin Muzakir Manaf

March 25, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.