BANDA ACEH | SAGOE TV – PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA memasuki babak baru setelah Faisal Ilyas mendapat amanah sebagai Direktur Utama (Dirut). Ia menggantikan Mawardi Nur yang kini dipercaya memimpin Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Pergantian tersebut diumumkan melalui unggahan akun Instagram resmi PT PEMA, @ptpema, pada Rabu, 12 Agustus 2026, yang menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Faisal Ilyas sebagai Direktur Utama perusahaan milik Pemerintah Aceh tersebut.
“Selamat bertugas dan mengemban amanah kepada Bapak Faisal Ilyas selaku Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda),” tulis akun resmi PEMA dalam unggahannya.
Dalam unggahan tersebut, PEMA juga mendoakan Faisal agar dapat menjalankan tugas dengan baik serta mendapat petunjuk dan perlindungan Allah SWT.
Faisal bukan orang baru di lingkungan PEMA. Sebelum dipercaya menjadi Direktur Utama, ia tercatat sebagai bagian dari jajaran direksi perusahaan. Pada 2025, Faisal menjabat Direktur Komersial PEMA ketika Mawardi Nur diperkenalkan sebagai Direktur Utama baru perusahaan.
Kini, pengalaman tersebut menjadi bekal Faisal untuk memimpin PEMA, sebuah badan usaha milik daerah yang memiliki posisi strategis dalam mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi Aceh.
Sekilas tentang PEMA
PT Pembangunan Aceh (PEMA) merupakan Perseroda dengan seluruh sahamnya dimiliki Pemerintah Aceh. PEMA dibentuk melalui transformasi Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), dengan Akta Pendirian yang ditandatangani pada 5 April 2019.
Dalam perkembangannya, bisnis PEMA tidak hanya berkutat pada sektor minyak dan gas bumi. Perusahaan kini memiliki tiga pilar bisnis utama, yakni migas, agroindustri, serta jasa dan perdagangan.
PEMA memiliki mandat strategis untuk mengelola potensi sumber daya daerah dan mendorong kontribusi perusahaan terhadap pembangunan serta perekonomian Aceh. Profil perusahaan juga menegaskan visi PEMA sebagai perusahaan daerah yang profesional, inovatif dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh.
Dengan kepemilikan saham 100 persen oleh Pemerintah Aceh, kinerja PEMA tidak hanya berkaitan dengan performa korporasi, tetapi juga memiliki kaitan dengan kepentingan ekonomi daerah dan peningkatan pendapatan asli Aceh.
Baca juga: Bahlil Lantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA, Pimpin Pengelolaan Migas Aceh




















