BANDA ACEH | SAGOE TV – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,24 persen pada Juli 2026. Kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh naiknya harga beras, bensin, cabai rawit, tomat, dan semen, sementara secara tahunan (year-on-year/y-on-y) inflasi Aceh mencapai 5,38 persen.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, dalam konferensi pers pada Senin, 3 Agustus 2026. Ia menyebutkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi. Secara bulanan, kelompok ini mengalami inflasi 0,20 persen dan memberikan andil 0,07 persen terhadap inflasi Aceh.
“Terdapat beberapa komoditas yang paling mempengaruhi inflasi bulanan, yaitu beras, bensin, cabai rawit, tomat, dan semen,” jelas Agus.
Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang justru menahan laju kenaikan harga. Komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan antara lain bawang merah, emas perhiasan, ikan tongkol, telur ayam ras, dan ikan bandeng.
Secara tahunan, BPS mencatat inflasi Aceh mencapai 5,38 persen, atau harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata 5,38 persen dibandingkan Juli 2025.
Penyumbang terbesar inflasi tahunan masih berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 6,49 persen dan andil 2,44 persen terhadap inflasi Aceh.
Adapun komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan meliputi nasi dengan lauk, emas perhiasan, beras, cabai merah, dan bensin.
Sebaliknya, komoditas yang membantu menekan inflasi tahunan antara lain bawang merah, baju muslim wanita, tarif air minum PAM, telur ayam ras, dan ikan biji nangka.
Agus menyampaikan bahwa terdapat lima daerah atau kota penghitungan inflasi di Aceh, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Secara bulanan, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 0,71 persen, disusul Aceh Tengah, Lhokseumawe, dan Meulaboh. Berbeda dengan daerah lainnya, Kota Banda Aceh justru mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.
Sementara itu, secara tahunan, seluruh daerah tersebut mengalami inflasi. Kabupaten Aceh Tengah menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, yakni 6,91 persen, sedangkan Meulaboh mencatat inflasi terendah sebesar 3,50 persen.




















