BANDA ACEH | SAGOE TV – Sebuah video singkat di TikTok mengubah cara pandang Adif Fata Amrullah terhadap keselamatan berkendara. Tayangan tentang bahaya gas karbon monoksida di dalam kabin mobil itu menjadi awal lahirnya sebuah inovasi yang kemudian mengantarkannya meraih Juara I Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Provinsi Aceh 2026.
Siswa SMA Negeri 1 Kota Sabang itu kini berhak mewakili Aceh ke ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 bersama peraih Juara II.
Prestasi tersebut diumumkan dalam penutupan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Aceh di Banda Aceh, Kamis, 9 Juli 2026, setelah para peserta mengikuti rangkaian seleksi dan pembekalan selama empat hari.
Mengusung tema “Inovasi, Teknologi, dan Etika Transportasi sebagai Manifestasi Keselamatan Jalan di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar Aceh untuk menghadirkan gagasan kreatif dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.
Namun, di balik trofi yang diterimanya, tersimpan kisah perjuangan yang tidak banyak diketahui.
Adif mengaku inspirasi inovasinya bermula saat melihat video FYP TikTok yang menampilkan penjelasan seorang dosen FMIPA Universitas Indonesia mengenai bahaya gas karbon monoksida yang dapat masuk ke dalam kabin kendaraan melalui sistem pendingin udara (AC).
Penjelasan tersebut membuka wawasannya bahwa ancaman tersebut nyata dan dapat membahayakan keselamatan penumpang.
Motivasinya semakin kuat setelah mengetahui adanya kasus seseorang yang meninggal dunia akibat keracunan gas di dalam mobil. Dari situlah muncul tekad untuk menciptakan inovasi yang mampu mendeteksi potensi bahaya lebih dini agar kejadian serupa dapat dicegah.
Di tengah persiapan lomba, Adif juga harus menghadapi ujian sekolah. Ia membagi waktu antara belajar dan menyelesaikan proyek inovasinya. Tak jarang ia baru pulang larut malam karena harus melanjutkan proses perakitan alat.
Sebagian besar pengerjaan bahkan baru bisa dikebut setelah seluruh ujian sekolah selesai.
Waktu yang semakin sempit ditambah program yang berulang kali mengalami *error* sempat membuatnya hampir menyerah.
“Waktu itu jujur berat kali, soalnya ada ujian sekolah dan harus persiapan lomba. Pulangnya sering malam karena harus lanjut ngerjain alat. Tapi saya pikir, kalau bukan sekarang, kapan lagi,” kata Adif seperti dikutip laman resmi Dishub Aceh, Sabtu, 11 Juli 2026.
Malam-malam panjang itulah yang akhirnya melahirkan inovasi yang mengantarkannya menjadi pelajar terbaik Aceh di bidang keselamatan lalu lintas.
Wakili Aceh ke Tingkat Nasional
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengapresiasi seluruh peserta yang telah menghadirkan berbagai inovasi dalam bidang keselamatan transportasi.
Menurutnya, generasi muda kini tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi bagi keselamatan masyarakat.
“Adik-adik kita membuktikan bahwa di era digital, generasi muda bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menghadirkan solusi bagi keselamatan di jalan raya. Inovasi, teknologi, dan komitmen yang mereka miliki akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Faisal.
Ia menambahkan, pemilihan Pelajar Pelopor bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda agar terus menjadi agen perubahan yang mengampanyekan budaya tertib berlalu lintas di sekolah maupun melalui media sosial.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Aceh, Diana Devi, menjelaskan proses penilaian dilakukan secara komprehensif melalui karya tulis ilmiah, kemampuan presentasi, kepemimpinan, serta inovasi di bidang keselamatan lalu lintas.
Selama empat hari di Banda Aceh, para peserta juga memperoleh pembekalan mengenai psikologi, kepemimpinan, keselamatan berlalu lintas, etika transportasi, kunjungan lapangan, pengalaman menggunakan layanan Trans Koetaradja, hingga pelatihan komunikasi dan presentasi.
“Mereka merupakan pelajar terbaik dari daerah masing-masing. Seluruh peserta telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik. Juara I akan mewakili Aceh pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang,” kata Diana.
Deretan Juara Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh dan Penghargaan
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang berasal dari Dinas Perhubungan Aceh, Ditlantas Polda Aceh, dan PT Jasa Raharja, Adif Fata Amrullah dari SMA Negeri 1 Kota Sabang ditetapkan sebagai Juara I Pelajar Juara Pelopor Keselamatan LLAJ Aceh 2026.
Posisi Juara II diraih Izzaty Hilma dari SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, sedangkan Juara III diraih M. Farras Hilmi dari SMA Negeri 1 Kabupaten Bireuen.
Panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah peserta, yakni Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat dan Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Singkil sebagai Pembina Terbaik, Cut Alisa Zahara dari SMA Negeri 1 Dewantara sebagai Best Content Video, Syifaa Althafunnisa dari MAN Insan Cendekia Aceh Timur untuk Kategori Sosial Budaya Terbaik, serta Muhammad Fadhlan dari SMA Negeri 1 Gunung Meriah sebagai pemenang Kategori Teknologi Terbaik.
Seluruh pemenang menerima sertifikat penghargaan dan beasiswa sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.[]




















