• Tentang Kami
Sunday, January 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gaza, Tragedi Asyura yang Berulang

SAGOE TV by SAGOE TV
July 9, 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gaza, Tragedi Asyura yang Berulang

Ilustrasi. (AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Syukur Hasbi
Dosen Luar Biasa UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Sekitar 1386 tahun lalu, tepatnya pada 10 Muharram (Asyura) 61 Hijriah, telah terjadi tragedi kamanusiaan berupa pembantaian Husein bin Ali bin Abi Thalib beserta keluarga dan para sahabat setianya. Peristiwa pembantaian terburuk dalam sejarah ini telah menjadi madrasah yang mengajarkan kita makna pengorbanan, kesabaran, keberanian, dan keteguhan hati cucu Rasulullah Saw.

BACA JUGA

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Peristiwa ini dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap kezaliman dan pembelaan terhadap kebenaran. Bagi umat Islam, Asyura harus menjadi hari perenungan tentang pengorbanan demi prinsip keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan. Tragedi ini bukan sekadar tentang pembantaian, tapi tentang pengorbanan suci untuk membela nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Imam Husain rela kehilangan segalanya, termasuk keluarga dan nyawanya sendiri, demi mempertahankan ajaran kakeknya dan menyelamatkan Islam dari kehancuran di bawah tirani.

Saat itu, Imam Husain beserta keluarga dan sahabat setianya sekitar 72 orang dikepung oleh sekitar 30.000 tentara Yazid bin Muawiyah. Setelah beberapa hari tanpa air minum karena blokade sungai Efrat, pasukan Yazid mulai melakukan pembantaian. Satu persatu sahabat, keluarga Imam Husain syahid di padang gersang karbala. Terakhir, cawan kesyahidan juga diteguk oleh cucu kesayangan Rasulullah Saw. Kepala Imam Husain dipenggal dan diarak ke Irak hingga Damaskus bersama para tawanan wanita.

Sebagaimana disebutkan, setiap hari adalah asyura setiap bumi adalah karbala. Tragedi kemanusian sekarang juga masih terjadi di Gaza Palestina. Puluhan ribu warga Gaza yang didominasi oleh wanita dan anak-anak dibantai dengan sadis oleh rezim penindas zionis Israel. Namun pertanyaan yang muncul adalah, siapa pemenang atas perang tak berimbang ini? Baik Karbala maupun Gaza, kemenangan adalah milik kebenaran. Kemenangan yang diperoleh oleh Husain cucu Rasulullah dari pengorbanannya ini terus menyebar ke seluruh penjuru dunia. Madrasah perlawanan yang diajarkan putra Fatimah Azzahra ini tidak bisa dipadamkan oleh kekuatan musuh apapun. Ini berbeda jauh dengan sejarah penzalim. Siapapun yang melakukan kezaliman dan kebatilan, pasti akan hancur. Ia akan dilupakan sejarah atau diingat sebagai terzalim sepanjang sejarah.

Baca Juga:  Membangun Kembali Aceh Pasca Bencana Banjir: Dari Krisis ke Rebound Ekonomi

Seperti Gaza hari ini, kekuatan militer zionis yang selalu mendapat sokongan peralatan perang dari Amerika tidak mampu memenangkan perang tak seimbang ini. Hingga kini, keberhasilan militer zionis di Gaza hanya membunuh warga yang didominasi oleh anak-anak dan wanita. Sementara target perang yang didengungkan, berupa pembebasan tawanan israel dan pelucutan senjata pejuang Palestina di Gaza hingga kini masih gagal dilakukan. Artinya, kekuatan militer canggih yang dimiliki zionis bila dibandingkan dengan kekuatan militer pejuang Palestina, menunjukkan bahwa kekalahan demi kekalahan terus dialami Israel.

Benar, bahwa Israel mampu membunuh beberapa tokoh sentral gerakan perlwanan di Palestina, Libanon, hingga Iran. Walaupun demikian, mereka tidak mampu mengalahkan gerakan perlawanan. Sebab, gerakan perlawanan ini bukan hanya gerakan militer, tapi ia adalah madarasah yang menanamkan ide, epik dan semangat perlawanan heroik ini dibawah panji Islam.

Mereka inilah pejuang-pejuang Islam, hasil didikan madrasah karbala. Banyak sekali pesan-pesan pantang hina dan kerinduan akan kematian dapat dipetik dari madrasah asyura ini. Imam Husain di antara pesannya sebelum tragedi asyura mengatakan bahwa jika kezaliman sudah tidak mungkin lagi dicegah, hendaklah seseorang merindukan pertemuan dengan Tuhannya.

“Tidakkah kalian melihat bahwa kebenaran tidak diamalkan, dan kebatilan tidak dicegah? Dalam keadaan seperti ini, seorang mukmin hendaklah merindukan pertemuan dengan Tuhannya dalam keadaan benar. Sesungguhnya aku tidak memandang kematian kecuali sebagai kebahagiaan, dan aku tidak memandang hidup bersama orang-orang zalim kecuali sebagai kehinaan,” kata Imam Husein jelang tragedi Asyura. []

Tags: ArtikelAsyuraGazaJalur GazaopiniPalestinasejarahTragedi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan
Opini

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

by Anna Rizatil
January 13, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat
Opini

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

by SAGOE TV
January 11, 2026
H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga
Opini

H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga

by SAGOE TV
January 11, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan
Opini

Mencari Putroe Phang dan Laksamana: Demi Tegaknya Qanun Syariat Islam di Aceh

by Anna Rizatil
January 7, 2026
Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo
Opini

Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo

by SAGOE TV
January 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Jurnalis asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

Jurnalis Asal Aceh Dinobatkan sebagai Jurnalis Media Cetak Terbaik AMA 2026

January 14, 2026
Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

Manasik Haji Makin Lengkap, Pesawat Citilink Hadir di Asrama Haji Aceh

January 14, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

January 9, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

January 11, 2026
Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

Sudah 49 Hari Desa Dayah Usen Belum Bersih dari Lumpur

January 14, 2026
Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

Puisi untuk Bencana Sumatera: Tuan Katakan Dusta

December 20, 2025
Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

Sundulan Connor Flynn Antar Persiraja Tekuk Persikad Depok 1-0

January 12, 2026

EDITOR'S PICK

Ngopi Bareng Tokoh GAM dan Intel, Kisah di Tengah Konflik Aceh

Ngopi Bareng Tokoh GAM dan Intel, Kisah di Tengah Konflik Aceh

June 29, 2025
aceh besar peringati hari desa nasional 2025

Pemerintah Aceh Besar Peringati Hari Desa Nasional 2025

January 17, 2025
Petani Aceh Besar Keluhkan Penurunan Harga Gabah

Petani Aceh Besar Keluhkan Penurunan Harga Gabah

February 11, 2025
Jumlah Penduduk Miskin Aceh Besar Turun pada Tahun 2024

Jumlah Penduduk Miskin Aceh Besar Turun pada Tahun 2024

February 5, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.