Oleh : ANDRI SAFRIZAL, S.AB
Alumnus STIAPEN
RISALAH PARADIGMA
Frikatifisasi Ilmu
Prof. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ph.D. adalah akademisi dan intelektual publik asal Aceh yang menyelesaikan pendidikan Sarjana Agama (cumlaude) di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian memperoleh gelar M.A. dalam Ilmu Politik Islam di University of Malaya, serta menyelesaikan Ph.D. dalam bidang Sosiologi dan Antropologi Sosial di La Trobe University, Australia, dengan disertasi tentang Islam transnasional dan radikalisme di Asia Tenggara. Sejak 2010 ia mengajar di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum. Ia telah menerbitkan lebih dari 30 buku dan 50 artikel ilmiah internasional mengenai Islam kontemporer, etnografi politik Aceh, dan kajian agama, termasuk monograf From Islamic Revivalism to Islamic Radicalism in Southeast Asia (2015).
Buku ini tidak ditulis sebagai pernyataan akhir, melainkan sebagai sebuah ajakan awal, sebuah undangan untuk memandang ilmu dengan rasa, bukan semata-mata dengan logika. Ia mengajak pembaca untuk belajar mendengarkan, bukan hanya suara yang terdengar, tetapi juga bisikan makna yang tersembunyi; untuk berpikir tidak hanya tentang struktur pengetahuan, melainkan juga tentang tujuan keberadaannya. Melalui gagasan frikatifisasi ilmu, penulis mengundang pembaca merasakan kembali getaran spiritual dalam setiap lembar pengetahuan yang dibaca, diajarkan dan diwariskan.
Buku ini menempatkan frikatifisasi ilmu sebagai sebuah paradigma keilmuan baru yang berangkat dari kesadaran bahwa ilmu tidak hanya beroperasi melalui struktur rasional dan metodologis, tetapi juga melalui gerak batin, energi ruhani, dan intensionalitas yang membentuk proses pencarian dan pewarisan pengetahuan. Paradigma ini mengoreksi pendekatan keilmuan modern yang cenderung memisahkan ilmu dari ruh, serta menantang cara pandang yang menjadikan ilmu sebagai instrumen teknis semata.
Dengan merumuskan ilmu sebagai cahaya, hembusan, dan gelombang yang memancar dari kesadaran, frikatifisasi ilmu membuka kembali hubungan antara pengetahuan, kemanusiaan dan ketuhanan. Buku ini mengurai bagaimana ilmu dapat menjadi kekuatan konstruktif yang menghidupkan kesadaran, sekaligus dapat berubah menjadi kekuatan destruktif yang memadamkan nilai dan adab. Bergantung pada bagaimana ia diposisikan, dimaknai, dan diamalkan.
Melalui penelusuran metafisika, struktur disiplin ilmu, teori pengetahuan, konstruksi keilmuan baru, hingga relasi ilmu dengan kemanusiaan, Risalah Paradigma Frikatifisasi Ilmu memperlihatkan bahwa fondasi keilmuan yang kokoh harus kembali pada kesadaran tauhidik, adab intelektual, serta pemahaman bahwa ilmu tidak netral. Ilmu selalu bergerak antara menerangi dan meredupkan, antara membentuk peradaban atau menghancurkannya.
Karya ini menawarkan kerangka konseptual yang dapat mengarahkan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi-khususnya PTKIN-menuju bangunan epistemik yang lebih peka terhadap dimensi ruhani, lebih terbuka pada tradisi keilmuan Nusantara dan lebih jujur terhadap tujuan tertinggi dari proses mengetahui. Buku ini menjadi pijakan penting bagi siapa pun yang ingin memahami ilmu bukan hanya sebagai sistem penalaran, tetapi sebagai paradigma yang membentuk arah peradaban dan kualitas kemanusiaan.
Judul Buku : Risalah Paradigma Frikatifisasi Ilmu
Penulis : Prof. Kamaruzzaman Bustamam
Editor : Mukhlisuddin Ilyas & M. Adli Abdullah
Sambutan : Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag.
Pengantar : Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, S.Ag.,MA
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-669-7
Cetak : Pertama, 2026
Jumlah Halaman : xxiv + 390 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801 []




















