• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Jangan Kirim Kami Makanan, Kirim Saja Kain Kafan

SAGOE TV by SAGOE TV
December 9, 2025
in BENCANA SUMATERA 2025, Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jangan Kirim Kami Makanan, Kirim Saja Kain Kafan

Dampak banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh. Foto: IG Muzakir Manaf

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Adnan Daud

Dalam beberapa hari terakhir, rakyat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat dicekik oleh bencana yang seharusnya bisa dicegah. Video-video yang beredar di medsos bukan lagi sekadar dokumentasi duka, tapi bukti telanjang bahwa negara ini telah gagal total. Orang-orang terperangkap, desa-desa hilang ditelan banjir, jalan putus, warga bertahan hidup dari sisa-sisa peradaban yang rubuh.

BACA JUGA

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Ada keluarga yang tidak makan berhari-hari. Ada yang terpaksa meneguk air banjir hanya untuk memastikan tubuhnya tidak mati kering. Lumpur menenggelamkan rumah sampai pada atapnya.

Sementara itu, pemerintah masih santai berdiri di podium dan menyebut bencana ini “belum darurat nasional.”

Kita semua berhak marah. Kita semua pantas muak.

Negara ini dulu bisa bergerak cepat, tapi sekarang kenapa lumpuh?

Tahun 2004, tsunami meluluhlantakkan Aceh. Negara bergerak. Dunia bergerak. Hari ini, ketika kerusakan ekologis jauh lebih luas, ketika puluhan ribu warga kehilangan rumah, ketika tanah longsor merobek gunung dan lembah, negara justru seolah kehilangan nyali.

Jumlah korban jiwa memang tak sebanyak tsunami. Tapi apakah kemanusiaan harus dihitung seperti angka statistik? Apakah penderitaan rakyat kini dianggap diskon karena jumlah mayatnya belum “cukup banyak” untuk disebut darurat nasional?

Rakyat sedang tenggelam, pemerintah malah sibuk berenang dalam birokrasi.

Rumor yang tercium: ada yang disembunyikan?

Di tengah kepanikan publik, beredar bisik-bisik: pemerintah takut menetapkan status darurat nasional karena takut persoalan ini membesar. Takut dunia melihat akar masalahnya. Takut ketahuan siapa yang merobek hutan, menguras sungai, dan menjual masa depan rakyat demi keuntungan sekelompok elite.

Baca Juga:  Update Bencana Sumatera: 914 Meninggal, Aceh Jadi Daerah dengan Korban Terbanyak

Mari kita bicara apa adanya, tanpa kamuflase:

Ini bukan lagi bencana alam. Ini bencana yang lahir dari kerakusan manusia, kerakusan yang dilegalkan, dilindungi dan bahkan dipelihara.

  • Penebangan hutan yang brutal
  • Perampokan kawasan hutan oleh korporasi
  • Pembukaan lahan sawit yang tak pernah kenyang
  • Ekonomi ekstraktif yang menghisap habis tanah dan air rakyat

Para ahli sudah mengingatkan. Aktivis lingkungan sudah berteriak bertahun-tahun. Tapi negara sibuk menutup telinga dan memoles citra.

Hari ini, semua peringatan itu kembali ke wajah kita, dalam bentuk banjir yang membawa mayat, lumpur, dan bau busuk.

Pemerintah harus mengubah arah, atau mundur dari panggung

Negara ini tidak butuh pidato indah. Tidak butuh seremoni. Tidak butuh janji yang pekat aroma kebohongannya.

Negara ini butuh pemerintah yang berani mengakhiri ekonomi yang menghancurkan rakyat dari hulu ke hilir.

Sudah waktunya negara:

  • Menghentikan ekonomi ekstraktif yang menjadikan rakyat korban permanen.
  • Mencabut izin-izin rakus yang merampas hutan dan membunuh sungai.
  • Menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas tertinggi, bukan angka pertumbuhan ekonomi yang palsu.

Kalau pemerintah tidak mampu, lebih terhormat untuk mundur daripada terus berpura-pura menjadi penyelamat.

Tapi rakyat juga harus jujur, kita semua punya andil

Kemarahan pada pemerintah itu sah. Tapi kita pun tidak sepenuhnya tidak bersalah. Kita membiarkan hutan digunduli. Kita diam ketika sungai dirusak. Kita menutup mata saat gunung dan hutan kita dirampas.

Kita hanya marah ketika banjir datang,tapi kembali diam ketika alat berat masuk hutan dan menancapkan kuku-kukunya.

Kita tidak bisa membiarkan siklus kebodohan ekologis ini berulang.

Kesimpulan: jeritan itu adalah pukulan untuk wajah negara

Ketika seorang korban berkata, “Jangan kirim kami makanan, kirim saja kain kafan.” Itu bukan sekadar kalimat putus asa. Itu adalah cermin retak yang memantulkan wajah sebenarnya dari negara ini: lamban, pasif, dan kehilangan empati.

Baca Juga:  Mengembalikan Masa Depan Migas Aceh: Dari Petro Dolar ke Petro Dirham

Pemerintah boleh sibuk menjaga citra.Pejabat boleh sibuk berpidato.

Tapi kebenaran tak bisa disembunyikan: Selama hutan tetap ditebang, sungai terus disumbat, dan rakyat dibiarkan berteriak tanpa didengar, kain kafan akan terus menjadi simbol masa depan bangsa ini. Sebuah bangsa yang sedang menuju kepada kehancuran. []

Penulis adalah diaspora Aceh yang bermukim di Denmark dan bisa diraih melalui email namuda@live.com

Tags: acehbencanaKain KafanMakananopini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan
Opini

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz
Opini

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

by Anna Rizatil
April 10, 2026
Bagaimana Memahami Kemenangan Iran
Opini

Bagaimana Memahami Kemenangan Iran?

by Anna Rizatil
April 8, 2026
Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran
Opini

Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

by SAGOE TV
April 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

March 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026

EDITOR'S PICK

Tempo Mendapat Kiriman Kepala Babi, Pemred Bentuk Teror terhadap Kebebasan Pers

Tempo Mendapat Kiriman Kepala Babi, Pemred: Bentuk Teror terhadap Kebebasan Pers

March 20, 2025
Gubernur Muzakir Manaf Ajak Anak Yatim di Aceh Utara Belanja Baju Lebaran

Gubernur Muzakir Manaf Ajak Anak Yatim di Aceh Utara Belanja Baju Lebaran

March 11, 2025
Presiden Prabowo Pantau Pembangunan Jembatan Darurat, Temui Pengungsi Bireuen yang Terdampak Banjir

Presiden Prabowo Pantau Pembangunan Jembatan Darurat, Temui Pengungsi Bireuen yang Terdampak Banjir

December 7, 2025
Begini Kondisi Anak-Anak Aceh di Tengah Bencana: Cerita dari Lapangan

Begini Kondisi Anak-Anak Aceh di Tengah Bencana: Cerita dari Lapangan

December 27, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.