• Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kendala IKM pada Proses Pembelajaran di Sekolah Kejuruan

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aulia Rizka Maulida, Tia Herlina Putris, Diana Artha Dahliaty, dan Muhamad Rifki Maulana R.
Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung, S1 Pendidikan Matematika.

Kurikulum memiliki arti penting dan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan sebagai arahan dan pedoman dalam pelaksanaan Pendidikan. Setelah kemerdekaan, tercatat bahwa kurikulum di Indonesia sudah mengalami pergantian hingga kurang lebih sepuluh kali. Mengutip dari buku Perkembangan Kurikulum SMA di Indonesia dari Kemendikbud, perubahan kurikulum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konstelasi politik, sosial, dan budaya bangsa Indonesia yang selalu berkembang dari satu masa ke masa berikutnya.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Indonesia telah banyak mengalami perubahan kurikulum, di antaranya kurikulum 1947, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994, 1997, 2004, 2006, dan terakhir 2013. Perubahan kurikulum sering dipengaruhi oleh faktor politik. Contohnya kurikulum 1964 disusun untuk meniadakan MANIPOL-USDEK, kurikulum 1975 digunakan untuk memasukkan Pendidikan Moral Pancasila, dan kurikulum 1984 digunakan untuk memasukkan mata pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB). Kurikulum 1994, di samping meniadakan mata pelajaran PSPB juga untuk mengenalkan kurikulum SMU yang menjadikan Pendidikan umum sebagai pendidikan persiapan ke perguruan tinggi.

Pada Februari 2022 lalu, Kemendikbudristek resmi luncurkan kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka adalah metode pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Para pelajar dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai passion yang dimilikinya. Secara umum, kurikulum merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Sehingga nantinya, guru memiliki kekuasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.. Kurikulum ini untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila yang dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Proyek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Baca Juga:  Memahami Semiotika Teknologi Melalui Aplikasi Pembelajaran Berbasis Game: Aplikasi KAHOOT!

Pengimplementasian kurikulum merdeka khususnya di sekolah kejuruan di Indonesia sudah terealisasikan dengan baik. Tenaga pendidik juga sudah merancang pembelajaran terhadap materi esensial sesuai karakteristik kurikulum merdeka yang berhubungan dengan jurusan yang ada. Proses Pembelajaran di sekolah kejuruan menggunakan metode pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dan PJBL (Project Based Learning) yang di sesuaikan dengan jurusan. Oleh karena itu, terdapat pemilahan materi yang cocok yang berkaitan dengan penjurusan. Dalam pembelajaran, tahapan pembelajaran dilakukan sesuai dengan fasenya. Pertanyaan pemantik juga diberikan untuk menstimulasi pemikiran siswa dimana pertanyaan pemantiknya berkaitan dengan permasalahan kontekstual yang ada di lingkungan sekolah. Pembelajaran bermakna juga dilakukan dengan pemberian materi yang sesuai dengan jurusan. Kemudian, jurusan memberikan proyek berupa praktek sehingga siswa mengalami sendiri. Pada saat siswa mengalami sendiri maka pembelajaran tersebut akan menjadi bermakna dan akan diingat dalam jangka waktu yang lama.

Pembelajaran di sekolah kejuruan memiliki beberapa kendala dalam pengimplementasian kurikulum merdeka. Adapun beberapa kendalanya yaitu dalam pemberian PJBL (Project Based Learning) pada proses pembelajaran dimana guru tidak leluasa memberikan project. Hal itu dikarenakan wewenang pemberian project pada sekolah kejuruan dilimpahkan pada jurusan. Guru hanya diberikan materi yang berhubungan dengan project yang akan diberikan oleh jurusan. Guru juga mengalami kesulitan dalam menemukan ide pembelajaran yang  sesuai di sekolah kejuruan. Selain itu, kendala yang dihadapi berupa kurangnya pendanaan untuk menunjang pembelajaran jika diberikan sebuah project. 

Dalam mengatasi kendala kurangnya ide pembelajaran diperlukan pemberdayaan guru yang bertujuan untuk menghasilkan keputusan yang terbaik dalam perencanaan yang lebih baik,  untuk keterlaksanaan program yang lebih baik sehingga mendapatkan hasil yang  lebih  baik  dan  untuk  meningkatkan  rasa  memiliki  dan  tanggung  jawab  atas keputusan.  Dan  dapat  dikatakan  pemberdayaan  guru  ini  berfokus  untuk meningkatkan kemampuan guru untuk menuju optimalisasi yang sebenarnya sesuai dengan standar yang ada dan dibutuhkan.

Kendala dalam mengatasi kurangnya fasilitas berupa pendanaan dapat dikonsultasikan dengan pihak manajemen pembiayaan sekolah. Setiap sekolah tentunya memiliki suatu manajemen khusus yang mengurusi tentang pembiayaan Pendidikan. Jika dalam proses pembelajaran diperlukan suatu pendanaan untuk mendukung terlaksanakannya project maka guru dapat mengajukan proposal kegiatan project kepada pihak yang mengatur manajemen pembiayan pendidikan. Hal itu dilakukan karena manajemen pembiayaan pendidikan berperan penting dalam penunjangan pengadaan dan perencanaan fasilitas pembelajaran sehingga akan meningkatkan mutu pendidikan melalui proses belajar mengajar disekolah.

Tags: kurikulummanajemenpembelajaran
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

April 13, 2026

EDITOR'S PICK

Seni sebagai Fondasi Peradaban Mengapa Pendidikan Seni Sama Pentingnya dengan Kedokteran dan Teknik

Seni sebagai Fondasi Peradaban: Mengapa Pendidikan Seni Sama Pentingnya dengan Kedokteran dan Teknik

May 28, 2025
Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Aceh Genjot Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Tindak Lanjut Arahan Prabowo, Aceh Genjot Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

May 15, 2025
Ratusan Taller di Aceh Peringatan Hari Talasemia Sedunia 2025

Ratusan Taller di Aceh Peringatan Hari Talasemia Sedunia 2025

May 14, 2025

Pasar Pusat Belanja Bahan Dapur Warga Banda Aceh

March 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.