• Tentang Kami
Monday, March 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

KISSPOL Aceh: Situasi Darurat Kemanusiaan Menuntut Keberanian Negara dan Solidaritas Global

Anna Rizatil by Anna Rizatil
December 18, 2025
in BENCANA SUMATERA 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KISSPOL Aceh: Situasi Darurat Kemanusiaan Menuntut Keberanian Negara dan Solidaritas Global

Direktur KISSPOL Aceh, Dr. Effendi Hasan. (Foto: dokpri)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV – Lembaga Kajian Sosial dan Politik (KISSPOL) Aceh menegaskan bahwa kondisi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang sedang dihadapi masyarakat Aceh telah berada pada titik darurat multidimensi. Situasi ini menuntut respons cepat, terkoordinasi, dan berani dari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Direktur KISSPOL Aceh, Dr. Effendi Hasan, menyatakan bahwa gerakan elemen masyarakat sipil Aceh yang mengibarkan bendera putih harus dipahami sebagai bahasa simbolik kemanusiaan, bukan tindakan politis. Simbol tersebut merupakan pesan moral kepada dunia internasional bahwa Aceh sedang menghadapi krisis serius dan membutuhkan perhatian serta solidaritas global.

BACA JUGA

104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru

Aceh Tamiang Resmi Akhiri Tanggap Darurat Bencana, Masuk Masa Transisi Pemulihan 90 Hari

“Ini adalah isyarat darurat, sebuah teriakan sunyi dari masyarakat yang kehabisan cara untuk didengar. Dunia internasional perlu mengetahui bahwa Aceh sedang berjuang untuk bertahan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).

Lebih lanjut, Direktur KISSPOL Aceh mendesak pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan persoalan kelangkaan minyak, gas, dan ketidakstabilan pasokan listrik yang telah sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Dampak krisis ini dirasakan paling berat oleh pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, yang sebagian terpaksa menutup usaha bahkan gulung tikar akibat biaya operasional yang tak lagi tertanggungkan.

Menurutnya, keterlambatan penanganan krisis energi dan kebutuhan dasar berpotensi memperparah kerentanan sosial dan memperluas kemiskinan struktural di Aceh.

Dalam konteks ini, KISSPOL Aceh menilai bahwa pemerintah Aceh harus menunjukkan keberanian politik dan ketegasan moral untuk berdiri kokoh membela rakyatnya, terutama ketika respons pemerintah pusat berjalan lamban. Langkah pemerintah Aceh untuk membuka ruang komunikasi dan meminta dukungan dari lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), merupakan tindakan yang sah, konstitusional, dan tepat secara kemanusiaan.

Baca Juga:  Dampak Banjir-Longsor, Ratusan Destinasi Wisata dan Cagar Budaya Aceh Rusak

“Ketika rakyat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok untuk bertahan hidup, maka mencari bantuan internasional bukanlah kelemahan, melainkan tanggung jawab etis negara,” ujar Effendi.

Direktur KISSPOL Aceh juga menyerukan agar Gubernur, para Bupati, dan Wali Kota di seluruh Aceh menanggalkan sekat-sekat administratif dan kepentingan politik sempit, lalu bersatu dalam satu barisan kepemimpinan yang tegas dan berani. Dalam situasi bencana dan krisis kemanusiaan, keraguan adalah kemewahan yang tidak bisa dibayar oleh rakyat.

“Sekali pemimpin berdiri untuk rakyatnya, pantang untuk mundur. Keselamatan dan kemaslahatan rakyat Aceh harus ditempatkan di atas segalanya,” ujarnya.

Effendi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik, menyuarakan kepentingan masyarakat, serta mendorong lahirnya langkah-langkah nyata yang berkeadilan, berperikemanusiaan, dan berpihak pada keberlangsungan hidup rakyat Aceh.

Selain itu, KISSPOL Aceh mengapresiasi secara serius dan terbuka respons cepat yang ditunjukkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) atas surat permintaan bantuan yang disampaikan oleh Pemerintah Aceh. Respons awal tersebut dinilai sebagai wujud nyata komitmen lembaga-lembaga PBB dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perlindungan kelompok rentan di wilayah terdampak bencana.

Direktur KISSPOL Aceh menyampaikan harapan besar agar UNDP dan UNICEF segera hadir langsung di Aceh untuk melihat secara faktual kondisi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan masyarakat pascabencana, sehingga setiap bentuk intervensi dan bantuan yang diberikan benar-benar berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.

“Kehadiran langsung sangat penting agar dunia internasional tidak hanya membaca laporan, tetapi menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat Aceh bertahan di tengah keterbatasan dan dampak berkepanjangan dari bencana,” ujar Effendi.

KISSPOL Aceh juga berharap UNDP dan UNICEF dapat segera mengambil langkah konkret dalam mendukung pemulihan Aceh, khususnya pada sektor-sektor krusial seperti ketahanan ekonomi masyarakat, pemulihan layanan dasar, perlindungan anak, serta penguatan kapasitas sosial pascabencana. Dukungan internasional tersebut diyakini akan menjadi faktor penting untuk membantu rakyat Aceh keluar dari berbagai persoalan struktural yang muncul sebagai efek lanjutan dari bencana.

Baca Juga:  Gubernur Aceh Mualem Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember 2025

“Aceh tidak meminta dikasihani, tetapi membutuhkan solidaritas global agar rakyatnya dapat bangkit kembali secara bermartabat,” ujarnya. []

Tags: acehbencanadarurat KemanusianGlobalKISSPOL AcehMenuntut
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru
BENCANA SUMATERA 2025

104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru

by SAGOE TV
March 15, 2026
Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana untuk Ketiga Kalinya
BENCANA SUMATERA 2025

Aceh Tamiang Resmi Akhiri Tanggap Darurat Bencana, Masuk Masa Transisi Pemulihan 90 Hari

by SAGOE TV
February 27, 2026
Tito Karnavian: Aceh ‘Lautan Kayu’, SK Menhut Buka Jalan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana
BENCANA SUMATERA 2025

Tito Karnavian: Aceh ‘Lautan Kayu’, SK Menhut Buka Jalan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

by SAGOE TV
February 27, 2026
Aceh Butuh Puluhan Ribu Huntap, Wagub Minta Pemerintah Pusat Prioritaskan Pembangunan
BENCANA SUMATERA 2025

Aceh Butuh Puluhan Ribu Huntap, Wagub Minta Pemerintah Pusat Prioritaskan Pembangunan

by SAGOE TV
February 24, 2026
Mendagri Tito Turun ke Lokasi Banjir di Aceh Tamiang, Buka Puasa hingga Tarawih Bersama Warga
BENCANA SUMATERA 2025

Mendagri Tito Turun ke Lokasi Banjir di Aceh Tamiang, Buka Puasa hingga Tarawih Bersama Warga

by SAGOE TV
February 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

5.789 PPPK Pemerintah Aceh Terima SK, Mualem Ingatkan Jangan Nongkrong di Warkop saat Jam Kerja

THR ASN Aceh Rp 205,7 Miliar Mulai Cair, 41.410 PNS dan PPPK Terima Jelang Idul Fitri

March 14, 2026
Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

March 14, 2026
Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh

Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh: Dari Momentum ke Kerja Nyata

March 14, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

March 8, 2026
Prof Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala

Prof Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala

March 9, 2026
Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

March 9, 2026
Kabar Baik! Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Murah di 5 Daerah, Ini Lokasi Lengkapnya

Kabar Baik! Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Murah di 5 Daerah, Ini Lokasi Lengkapnya

March 11, 2026
UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

March 10, 2026
Olahraga Padel Makin Populer di Aceh, Komunitas Gelar Turnamen 'Ramadhan Silaturahmi'

Olahraga Padel Makin Populer di Aceh, Komunitas Gelar Turnamen ‘Ramadhan Silaturahmi’

March 14, 2026

EDITOR'S PICK

Masa Tunggu Terlalu Lama, Plt Sekda Pemerintah Aceh Terus Perjuangkan Tambahan Kuota Haji

Masa Tunggu Terlalu Lama, Plt Sekda: Pemerintah Aceh Terus Perjuangkan Tambahan Kuota Haji

April 22, 2025
Persiraja vs Garudayaksa FC Jadi Laga dengan Penonton Terbanyak di Pekan ke-4 Championship 2025/26

Persiraja vs Garudayaksa FC Jadi Laga dengan Penonton Terbanyak di Pekan ke-4 Championship 2025/26

October 10, 2025
Tempo Digugat Rp200 Miliar oleh Mentan Amran Sulaiman, AJI: Upaya Pembungkaman dan Pembangkrutan Media

Tempo Digugat Rp200 Miliar oleh Mentan Amran Sulaiman, AJI: Upaya Pembungkaman dan Pembangkrutan Media

November 3, 2025
Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor, Husaini Mengungkap Awal Islam di Aceh

Resmi Dikukuhkan Jadi Profesor, Husaini Mengungkap Awal Islam di Aceh

November 13, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.