• Tentang Kami
Tuesday, November 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Komplikasi Permasalahan Bantuan Sosial

Risnawati binti Ridwan by Risnawati binti Ridwan
March 20, 2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Risnawati Ridwan

Risnawati Ridwan

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah baru saja mengumumkan tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai dukungan pemerintah kepada masyarakat akibat kenaikan BBM pada awal September 2022 lalu.

Setelah seblumnya di awal tahun pemerintah juga telah menyalurkan BLT Minyak Goreng sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban kalangan mayarakat yang kurang mampu dalam mencukupi kebutuhan minyak goreng baik itu kebutuhan domestik ataupun usaha kecil.

BLT BBM dan BLT Minyak Goreng ini juga memakai syarat dan ketentuan yang sama dengan beberapa jenis bantuan pemerintah lainnya yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan penambahan satu kriteria yaitu Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan makanan gorengan.

BACA JUGA

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

Penyaluran BLT minyak goreng ini akan dilakukan di awal periode dari rencana jumlah bulan yang mendapatkan bantuan yaitu periode April, Mei dan Juni 2022 dan akan dibayarkan pada bulan April 2022. Sedangkan BLT BBM juga dibayarkan melalui Kantor Pos seperti penyaluran BLT Minyak Goreng.

Pada periode Januari sampai September 2022, jumlah masyarakat berdatangan ke Kantor Dinas Sosial tempat saya bekerja mengalami kenaikan yang signifikan.   Pada tahun sebelumnya, pengaduan masyarakat hanya mencapai 5 (lima) orang  per hari, namun dalam periode ini mencapai 20 sampai 30 orang per harinya. Pengaduannya perihal yang sama  yaitu tidak mendapatkan bantuan sosial yang biasanya di ambil di kantor pos.

Pada tahun ini pemerintah melalui Kementerian Sosial RI mengubah mekanisme penyaluran bantuan sembako dari prosedur nontunai menjadi tunai., kini dialihkan penyalurannya secara tunai di kantor pos.

Tahun 2020 dan 2021, pemerintah menyalurkan bantuan sosial tunai melalui kantor pos juga tetapi hanya bersifat sementara karena pada pertengahan 2021 telah dihentikan oleh Menteri Sosial.

Namun pada akhir 2021, pemerintah telah menyalurkan kembali bantuan sosial melalui kantor pos berupa uang tunai juga dan hanya diberikan satu kali saja. Hal ini lah yang menyebabkan permasalahan yang muncul di lapangan.

Selain itu,  masyarakat hanya mengetahui bahwa penerima bansos sembako harus mengambil barang di warung yang telah di tunjuk, bukan mengambil uang di kantor pos.

Komplikasi atau permasalahan yang muncul sebagai akibat dari perubahan mekanisme penyaluran bantuan sosial ini merupakan efek dari tidak adanya sosialisasi baik itu kepada masyarakat sebagai penerima bansos atau kepada instansi terkait sebagai pelaksana dan pemerintah pusat sebagai pemberi bantuan.

Permasalahan Penyaluran

Beberapa permasalahan yang sering muncul yang dapat kita uraikan antara lain, pertama, kebingungan masyarakat dalam memahami jenis-jenis bansos.

Terhitung sejak awal Tahun 2020, pemerintah mengucurkan beberapa program bantuan sosial, baik itu dari kementerian sosial atau kementerian lainnya, sebagai bentuk dukungan pemerintah membantu masyarakat akibat dampak covid.

Beberapa program tersebut antara lain Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan oleh Kementerian Sosial dan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan oleh Kementerian Desa.

Kedua program tersebut merupakan program tambahan selain PKH  dan BPNT Reguler  yang telah ada terlebih dahulu. Bahkan kemudian Kementerian Sosial juga  memberikan lagi bansos lainnya yang diberi nama BPNT PPKM.

Istilah-istilah bansos ini tentunya sangat membingungkan masyarakat. Apalagi sekarang adanya penambahan bansos lainnya yaitu BLT Minyak Goreng dan BLT BBM  yang sudah jelas akan berbentuk tunai.

Bagi mereka setiap bansos yang diberikan oleh pemerintah pusat adalah Program Keluarga Harapan. Apalagi jika bantuan tersebut berbentuk tunai. Padahal  pemerintah juga memberikan bantuan nontunai sampai dengan akhir tahun 2021. Masyarakat sulit mengerti istilah-istilah yang banyak diberikan  oleh pemerintah.

Belum lagi kebingungan masyarakat dengan mekanisme penyaluran dan tempat penyaluran. Peralihan dari HIMBARA (Himpunan Bank Negara) ke kantor pos membuat masyarakat memahami bahwa bansosnya akan cair tetapi menjadi kecewa karena jenis bansos yang cair merupakan bansos yang dulunya menerima melalui himbara.

Ditambah lagi dengan istilah tunai dan nontunai. Bagi masyarakat yang menerima uang cash tentunya akan memprioritaskan kebutuhan lainnya yang memang menggunakan uang tunai daripada membeli sembako dan menyimpannya untuk tiga bulan mendatang.

Apalagi sekarang di masa bulan ramadhan ini, tentunya kebutuhan ramadhan dan lebaran lebih besar daripada bahan sembako untuk tiga bulan.

Kedua, perubahan peraturan menimbulkan gejolak di tingkat terbawah dari sistem penyaluran bansos ini. Hal ini tentunya membuat perangkat desa sebagai pihak terdekat dari masyarakat mengalami kebingungan.

Bahkan banyak perangkat desa terutama kepala desa menjadi bulan-bulanan masyarakat yang marah karena tidak mendapat bansos.

Masyarakat menganggap bahwa perangkat desa   memprioritaskan ”keluarga sendiri” untuk mendapatkan bansos. Pada  kenyataannya, perangkat desa juga tidak tahu menahu tentang perubahan-perubahan peraturan dari kementerian.

Perubahan peraturan dari satu kementerian saja membuat perangkat desa kesulitan memberi penjelasan, apalagi jika bansosnya berasal dari beberapa kementerian. Sehingga jika terjadinya data ganda bukanlah hal yang aneh lagi.  Gesekan yang terjadi dalam masyarakat sangat berbahaya bagi semua pihak.

Yang ketiga, pihak yang ikut terimbas dalam penyaluran bansos ini juga adalah petugas pendamping sosial itu sendiri. Anggapan sekarang pendamping sosial adalah seseorang yang mengerti seluruh program pemerintah.

Padahal beda program bansos maka akan berbeda juga petugas pendamping sosialnya. Namun tidak menutup kemungkinan satu pendamping sosial akan mendampingi beberapa program. Jika begitu tentunya memudahkan masyarakat jika ingin memastikan tentang bansos-bansos yang ada.

Kesalahpahaman tentang peran pendamping sosial sering memicu tindakan persekusi kepada pendamping sosial yang membuat mereka tidak bisa bekerja  maksimal.

Permasalahan persekusi ini merupakan hal yang sangat berbahaya bagi kelangsungan pendampingan bansos kepada masyarakat. Karena sudah semestinya setiap bansos akan didampingi agar bansos tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan bansos itu sendiri.

Hal tersebut diatas merupakan segelintir permasalahan yang muncul dan berkaitan langsung dengan penerima bansos. Bagaimanapun komplikasi permasalahan penyaluran bansos ini harus menjadi pertimbangan pemerintah sehingga tujuan pemberian bansos kepada masyarakat dapat tercapai.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial RI dan pemerintah daerah yaitu Dinas Sosial tentunya harus bersinergi dalam mencari solusi untuk permasalahan-permasalahan yang muncul. Karena setiap daerah akan berbeda  permasalahan yang muncul.

Dalam pasal 34 UUD 1945 telah disebutkan “Fakir Miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Penjelasan dari pasal tersebut menyebutkan bahwa pemerintah wajib memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar dengan sistem jaminan sosial serta menyediakan  fasilitas kesehatan dan pelayanan umum yang layak.

Dari hal ini dapat di pahami bahwa pemerintah berkewajiban menyediakan kebutuhan dasar dari kelompok masyarakat fakir miskin ini. Harapannya adalah tujuan pemerintah memenuhi kebutuhan dasar ini tidak menimbulkan permasalahan baru. (RbR)

Tags: Kebijakan Publik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Risnawati binti Ridwan

Risnawati binti Ridwan

Penulis adalah Alumnus STKS Bandung dan Penyuluh Sosial Ahli Muda di Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Related Posts

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan
Opini

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

by SAGOE TV
November 2, 2026
Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah
Opini

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

by SAGOE TV
November 2, 2026
Ari J. Palawi
Opini

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

by SAGOE TV
October 23, 2026
Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
Opini

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

by SAGOE TV
October 21, 2026
Negeri Hahaha Hihihi
Opini

Negeri Hahaha Hihihi

by SAGOE TV
October 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Operasi Patuh Seulawah 2026 Aceh

Operasi Patuh Seulawah 2026 Dimulai, Pengendara di Aceh Perlu Waspadai 3 Pelanggaran Ini

October 26, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Polres Lhokseumawe Sita 21 Motor, Warga yang Kehilangan Kendaraan Diminta Melapor

Polres Lhokseumawe Sita 21 Motor, Warga yang Kehilangan Kendaraan Diminta Melapor

October 28, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya

Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya?

October 28, 2026
Rizwan dan Nadia Jadi Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, Rektor Soroti Budaya Membaca

Rizwan dan Nadia Jadi Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, Rektor Soroti Budaya Membaca

October 29, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026

EDITOR'S PICK

Timnas Indonesia Kini Sudah Bisa Dimainkan di Game Sepak Bola eFootball

Timnas Indonesia Kini Sudah Bisa Dimainkan di Game Sepak Bola eFootball

April 10, 2025
Mahasiswa Kedokteran UIN Ar-Raniry Karakter Empati

Mahasiswa Kedokteran UIN Ar-Raniry Tak Cukup Jago Ilmu, Rektor Tekankan Karakter dan Empati

September 22, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Kepala Staf TNI AU Beri Penghargaan kepada Prajurit Lanud Sultan Iskandar Muda

Kepala Staf TNI AU Beri Penghargaan kepada Prajurit Lanud Sultan Iskandar Muda

April 9, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.