BANDA ACEH | SAGOE TV – Menjelang pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) XV Nahdlatul Ulama Aceh yang akan digelar 15-16 Februari 2026, Sejumlah nama calon Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh periode 2026-2031 mulai mencuat dan diperbincangkan di kalangan nahdliyin.
Forum lima tahunan ini tak hanya menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi program, tetapi juga momentum strategis menentukan arah kepemimpinan NU Aceh lima tahun ke depan.
Mengusung tema “Melalui Konferwil NU Aceh XV Membangun Kesadaran Ekologis Umat”, Nahdlatul Ulama Aceh menegaskan komitmennya dalam merespons isu-isu lingkungan hidup sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial. Tema ini diharapkan melahirkan rekomendasi konkret dalam membangun kesadaran kolektif umat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.
Ketua Panitia, Tgk. Amirullah Ja’far, menyampaikan seluruh persiapan telah rampung. Ia memastikan pelaksanaan Konferwil XV akan berjalan sesuai mekanisme organisasi dan tata tertib yang berlaku.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat serta menjaga suasana persaudaraan,” ujarnya, Sabtu (14/2).
Dinamika Pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah
Menjelang pembukaan Konferwil NU Aceh XV, dinamika organisasi kian menguat dengan mencuatnya sejumlah nama calon anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (Ahwa), di antaranya Tgk. Nuruzzahri Yahya, Dr. Tgk. Bustami Usman, Tgk. Azhari, M.Si., Dr. Tgk. Muhammad Hatta, Prof. Tgk. Mujiburrahman, Tgk. Muhammad Jafar, S.Sos.I., Tgk. Muhibban M. Hajat, S.Sos.I., Dr. Tgk. Ibnu Sa’dan, M.Pd., Prof. Tgk. Muhibbuthabari, Tgk. Hasbi Al Bayuni, Tgk. Abdullah Aris, dan Tgk. Musthafa Sarong.
Dari sejumlah kandidat yang beredar, tujuh orang akan dipilih sebagai anggota Ahwa, dan satu di antaranya akan ditetapkan sebagai Rais Syuriyah PWNU Aceh.
Selanjutnya, anggota Ahwa akan memilih Ketua Tanfidziyah PWNU Aceh periode 2026–2031. Sejumlah nama yang diperbincangkan di kalangan nahdliyin antara lain Prof. Tgk. Muhibbuthabari, (Abon Muhib), Prof. Tgk. Danial, Dr. Tgk. Muhammad Hatta, (Abiya Hatta), Dr. Tgk. Anwar Usman, (Abiya Kuta Krueng), Tgk. Azhari, M.Si., Prof. Tgk. Mujiburrahman, Prof. Tgk. Muntasir A. Qadir, Tgk. Hasbi Al Bayuni, Tgk. Akmal Abzal, M.H., Tgk. Rusli Daud, M.Ag., serta Tgk. Amirullah Ja’far, M.H.
Meski belum ada deklarasi resmi, komunikasi dan konsolidasi di tingkat pengurus cabang terus berlangsung menjelang proses pemilihan.
Tak Hanya Pemilihan, Tapi Evaluasi dan Rekomendasi Strategis
Konferwil XV tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga forum evaluasi program kerja lima tahun terakhir. Sejumlah agenda strategis akan dibahas, mulai dari penguatan pendidikan dan dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, hingga peran ulama dalam menjaga harmoni sosial di Aceh.
Selain itu, akan digelar Bahtsul Masail yang dikoordinasikan LBM PWNU sebagai ruang pembahasan persoalan keagamaan aktual.
Melalui Konferwil ini, kata Amirullah, diharapkan lahir kepemimpinan yang visioner, inklusif, serta responsif terhadap tantangan zaman, khususnya dalam isu ekologi dan pembangunan berkelanjutan.
“Agenda ini juga diproyeksikan menjadi tonggak penting memperkuat konsolidasi organisasi serta mempertegas komitmen Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban yang religius dan berwawasan ekologis di Aceh,” ujarnya. []




















