• Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mari Gerakkan Literasi Berbasis Al-Qur’an

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Artikel, Literasi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nurjannah.

Penulis adalah Mahasiswi Prodi PGMI, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK),  IAIN Langsa, 

BACA JUGA

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

Kita sadari bahwa kini kita tengah hidup di zaman modern yang segalanya serba canggih. Dimana dunia saat ini telah mengalami kemajuan yang amat pesat baik dari bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi informasi. Tentu hal ini menuntut kita untuk terus meningkatkan literasi.

Mungkin kita tidak asing lagi mendengar istilah literasi. Lantas tahukah apa itu literasi?, ketika saya mencoba menanyakan hal ini kepada teman sebaya yang pada umumnya adalah generasi milenial sebagian besar dari mereka tidak paham arti dari literasi itu sendiri. Rendahnya tingkat kepekaan kepada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi menjadikan generasi milenial Indonesia saat ini jauh tertinggal dengan bangsa lain.

Literasi sendiri sederhananya diartikan sebagai kemampuan atau keterampilan membaca, menulis dan menyimak. Dengan menerapkan budaya literasi tentu Indonesia dapat melahirkan generasi unggul dalam berbagai bidang keilmuan. Berbicara mengenai literasi, pada hakikatnya literasi pertama kali muncul sejak diturunkannya wahyu pertama yakni surah Al-‘Alaq ayat pertama yang berbunyi Iqra’ bermakna bacalah. Diikuti dengan perintah menulis pada ayat keempat Alladzi ‘Allama bilqalam bermakna yang memerintahkan menulis dengan pena. Hal itulah yang menjadi dasar lahirnya budaya literasi itu sendiri. Untuk itu jika ditinjau dari sejarah Islam, Al-Qur’an dan literasi memiliki keterkaitan erat satu sama lain.

Berdasarkan hasil riset IIQ (Institut Ilmu Al-Qur’an) pada tahun 2018, di Indonesia tingkat buta huruf Al-Qur’an sangatlah tinggi, tercatat 65 % masyarakat Indonesia yang buta huruf Al-Qur’an. Melihat data diatas dapat kita simpulkan bahwa literasi Al-Qur’an masyarakat Indonesia sangatlah rendah. Lantas apa sih literasi Al-Qur’an itu?, literasi Al-Qur’an sendiri merupakan suatu keterampilan atau kemampuan seseorang dalam penguasaan membaca Al-Qur’an, menterjemahkan, memahami makna, dan mentadabburinya.

Baca Juga:  Percepatan Penurunan Angka Stunting Melalui Kader SMART Cegah Stunting

Jadi perlu digarisbawahi bahwa Al-Qur’an tidak hanya berperan sebagai bacaan dan hafalan melainkan esensi dari Al-Qur’an itu sendiri yakni mengaplikasikan nilai-nilai kandungannya dalam setiap sendi kehidupan. Rendahnya literasi Al-Qur’an di kalangan generasi muda dapat menimbulkan berbagai penyimpangan seperti krisis akhlak, pelemahan karakter bahkan radikalisasi agama.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang terpelihara teks dan kandungannya sampai hari kiamat kelak. Bahkan Al-Qur’an telah menyiapkan solusi untuk semua persoalan kehidupan manusia. Ajaran Al-Qur’an sangatlah relevan sepanjang masa. Kemajuan dan kehebatan Al-Qur’an pun mampu menjadi inspirasi kemunculan peradaban dunia. Betapa banyak disiplin ilmu yang terlahir berkat kajian terhadap Al-Qur’an. Penemuan-penemuan baru oleh para ilmuan pun tercipta tersebab Al-Qur’an. Betapa banyak ide brilian dan pemikiran hebat yang terlahir karena Al-Qur’an. Sebut saja Alfarabi, Alkhawarizmi, Aljabar, Ibnu sina, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusyid, dll. Mereka adalah contoh cendekiawan muslim yang sangat berpengaruh terhadap peradaban dunia.

Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbanyak di dunia hendaknya mampu mencetak generasi cendekiawan muslim yang gemilang di masa yang akan datang melalui penguatan Literasi Al-Qur’an. Telah tercatat dalam sejarah bahwa di negara Indonesia tercinta ini kita juga mempunyai ilmuan muslim yang sangat kuat budaya literasinya yakni almarhum Profesor BJ Habibie sang bapak teknologi yang juga merupakan penggagas lahirnya Ikatan Cendekiawan Musim Indonesia (ICMI).

Selain itu dari kalangan ulama ada almarhum Profesor Buya Hamka yang digelari ulama terbesar se Asia Tenggara yang memiliki budaya literasi tinggi. Meskipun raga mereka sudah tak ada di dunia namun jasanya untuk peradaban dunia khususnya Indonesia akan tetap terkenang sepanjang masa. Sudah sepatutnya kita generasi penerus bangsa iri dan terinspirasi dari para ilmuan dan cendekiawan muslim yang mampu melahirkan pemikiran brilian dan karya-karya mereka berkat kajian mereka terhadap kitab suci Al-Qur’an.

Baca Juga:  Talenta Digital dari Dayah: Harapan Baru Ekonomi Aceh

Langkah awal menuju gerbang menjadi cendekiawan muslim dimulai dari penguatan literasi Al-Qur’an di lembaga pendidikan. “Kegiatan literasi Al-Qur’an harus dimulai sejak usia dini, tentunya peran orang tua di rumah sangatlah dibutuhkan dalam hal ini. Selain itu lembaga pendidikan di Aceh seperti sekolah, TPA, dayah, pesantren dan perguruan tinggi sudah sepatutnya melakukan penggalakan kegiatan literasi Al-Qur’an sebagai wadah pembentukan kader cendekiawan muslim di masa depan. Terutama harapan besar penguatan literasi Al-Qur’an ini dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya para generasi muda di wilayah serambi mekah ini.” Ujar Aslim, salah seorang guru pesantren MUQ Langsa. Dalam hal ini tentunya para generasi muda diharapkan dapat menyibukkan diri dengan kegiatan literasi Al-Qur’an seperti ikut serta dalam kegiatan halaqah tahsin, tahfidz, dan tafsir yang diadakan oleh berbagai lembaga di Aceh khususnya di kota Langsa.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Langsa, Dr. Zainal Abidin, M.A menerangkan bahwa literasi Al-Qur’an menjadi kunci lahirnya gagasan dan kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan terutama bagi kalangan mahasiswa. “Pembentukan literasi Al-Qur’an bagi mahasiswa sangat penting sekali apalagi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), pentingnya bahwa semua kajian keislaman itu menggunakan literasi yang berbahasa Arab, bahasa Al-Qur’an adalah bahasa Arab, dengan demikian setiap mahasiswa harus memahami bahasa Arab baru bisa memahami bahasa Al-Qur’an. Dengan menguasai bahasa Arab tentu bisa memahami isi kandungan Al-Qur’an. Sebaliknya jika tidak mampu memahami Al-Qur’an sebagai sumber utama tentu seseorang itu tidak bisa mengembangkan keilmuannya karena setiap kegiatan keilmuan itu basisnya adalah Al-Qur’an,” tutur Zainal Abidin.

Lebih lanjut Zainal Abidin menyatakan salah satu bentuk penerapan literasi Al-Qur’an bagi mahasiswa yaitu melalui penetapan mata kuliah yang diajarkan. “Proses penyelenggaraan literasi Al-Qur’an di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Langsa dilakukan melalui mata kuliah tahsin, tahfidz, tajwid, ‘Ulumul Qur’an, bahasa Arab, tafsir, kaligrafi yang memberikan basis keterampilan literasi Al-Qur’an. Kampus IAIN Langsa sendiri membuat kebijakan bagi mahasiswa yang tidak mampu membaca Al-Qur’an maka tidak bisa mengikuti sidang hingga ia mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. literasi Al-Qur’an sebagai basis untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa,” papar Zainal Abidin.

Baca Juga:  OJK: Kebijakan Perbankan Syariah di Aceh Berisiko Merugikan Secara Bisnis

Sehingga perlu digarisbawahi bahwa dengan adanya penguatan literasi Al-Qur’an di lembaga pendidikan maka diharapkan dapat menjadi pintu gerbang khazanah Islam dengan ikut melahirkan para generasi penerus bangsa yang memiliki pemikiran-pemikiran brilian serta mampu melakukan pengembangan ilmu pengetahuan secara lebih luas.
Hal ini memberikan gambaran bahwa penguatan literasi Al-Qur’an di lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal sangatlah penting untuk menentukan masa depan Aceh yang gemilang mampu menjadi salah satu daerah yang berperan mencetak kader cendekiawan muslim Indonesia. Mari kita semua menggerakan literasi berbasis al-Quran pada lembaga pendidikan, supaya melahirkan generasi yang berdaya saing tinggi. []

Tags: acehIAIN LangsaLiterasi Al-Qur'an
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya
Literasi

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

by SAGOE TV
April 13, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Istiqlal, Angkat Sosok Nasaruddin Umar
Literasi

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

by SAGOE TV
April 6, 2026
Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK
Literasi

Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK

by Anna Rizatil
April 2, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

May 10, 2026
Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

May 6, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

May 9, 2026
Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

May 9, 2026
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

May 7, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

May 3, 2026
Hubbika House Creative Gelar Kelulusan Kidspreneurclub 3 dan Launching Produk Siswa

Hubbika House Creative Gelar Kelulusan Kidspreneurclub 3 dan Launching Produk Siswa

May 11, 2026

EDITOR'S PICK

Menjaga Keistiqamahan Ibadah Pasca Ramadhan

Menjaga Keistiqamahan Ibadah Pasca Ramadhan

April 2, 2025
Dishub Catat 7.919 Orang Ikuti Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh

Dishub Catat 7.919 Orang Ikuti Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh

March 28, 2025
Aceh-UEA Bentuk Tim Investasi, Mubadala Siap Bangun Shorebase Andaman

Aceh-UEA Bentuk Tim Investasi, Mubadala Siap Bangun Shorebase Andaman

April 28, 2026
FTK UIN Ar-Raniry FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Konsulat KBRI Thailand Bahas Program PPKPM Internasionaldan Konsulat KBRI Thailand Bahas Program PPKPM Internasional

FTK UIN Ar-Raniry dan Konsulat KBRI Thailand Bahas Program PPKPM Internasional

February 8, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.