• Tentang Kami
Wednesday, November 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Memaknai Warung Kupi di Aceh

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Memaknai Warung Kupi di Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa
Dosen Universitas Syiah Kuala, Kopelma Darussalam Banda Aceh.

Kebetulan, saya memiliki pengalaman di warung kopi. Dalam bahasa Aceh disebut dengan warong kupi. Kurang lebih empat tahun. Ada pengalaman yang saya rekam sampai sekarang. Sensitifitas pelanggan sangat terasa. Orang-orang yang datang ke warung kopi, memang ingin diperlakukan sebagai raja. Tidak perlu lagi tanya ia akan minum apa. Begitu ia duduk, kita sebagai penjaga warung, sudah harus tahu dan ingat, ia akan minum jenis minuman apa, dengan kadar gula dan kekentalan yang bagaimana.

Banyak warung kopi yang sudah menyediakan orang yang memahami ini secara khusus. Ia akan berdiri di depan, jalur keluar masuknya pelanggan. Orang yang khusus ini, yang akan mengatur dan berbisik ke pembuat kopi. Orang yang berdiri di depan ini mirip pengontrol, yang akan memberitahu kebutuhan apa yang harus disediakan untuk pelanggan yang baru saja datang ke warung mereka.

BACA JUGA

Whales: Giants of the Ocean

Whales: Giants of the Ocean

Warung kopi yang letaknya di kampung, sensitifnya lebih tinggi. Wajar saja, karena jumlah orang di sana sedikit. Pemilik warung harus ingat semua orang akan minum di warungnya. Berbeda dengan penjual kopi di kota, yang jumlah orangnya sangat banyak. Makanya butuh tenaga khusus yang mengontrol ini.

Implikasinya kepada kesetiaan. Untuk warung yang berada di kampung, orang yang merasa tidak diperlakukan secara sempurna, dengan mudah berpindah dari satu warung ke warung lain. Kondisi ini pula yang berbeda dengan warung di kota, perpindahan pelanggan tidak selalu ditentukan karena pelayanan.

Banyak hal lain yang juga menentukan perpindahan pelanggan di kota. Fasilitas semakin lengkap dan tenang akan dikunjungi banyak orang. Posisi tempat yang strategis juga menentukan. Termasuk rasa juga menjadi penentu, maka tak heran sejumlah warung di sudut kota, walau dengan fasilitas biasa-biasa saja, tidak mengurangi jumlah pelanggannya.

Ada hal yang tidak enak terekam di benak saya sampai sekarang.  Terutama di kampung. Orang-orang yang selalu terlihat di warung kopi, sangat berpotensi dipandang sebagai orang yang malas. Khususnya pada jam kerja, yang digambarkan bahwa semut pun ketika pagi ia akan bergerak, maka manusia yang tidak bergerak dianggap sebagai pemalas. Di kampung, semua orang beraktivitas. Orang yang paling malas di rumah pun, ia akan keluar dari rumah pada waktu pagi.

Kondisi ini jauh berbeda. Sekarang ini berbagai fasilitas tersedia di warung kopi di perkotaan di Aceh. Mereka yang bekerja dengan basis internet, wifi tersedia di hampir semua warung kopi, begitu juga dengan tempat shalat. Orang mencari duit dengan hanya duduk di warung kopi. Namun ada yang duduk dengan kreativitas yang bagus. Pun tidak jarang, mereka yang menggunakan jaringan internet untuk berjudi, atau semacamnya.

Dengan aktivitas yang dilakukan, bukankah sudah tidak dipermasalahkan orang yang duduk di warung kopi berlama-lama? Apalagi banyak pemberi pelayanan akhirnya juga duduk di sini. Dengan pakaian seragam, seolah-olah semua bisa dilayani di warung kopi. Ini tidak seharusnya terjadi.

Tidak semua hal bisa diselesaikan atau dilayani dengan fasilitas wifi. Hanya untuk jenis tertentu saja yang musti harus hadir secara fisik. Apalagi orang yang memiliki kontrak khusus dengan pihak yang membayar, tentu harus melayani secara sempurna. Apabila mensyaratkan duduk di ruang, maka pelayanan harus diberikan dari ruang yang ditentukan.

Orang berbicara transformasi virtual yang sedang berlangsung. Warong kopi di Aceh telah tumbuh subur di berbagai sudut kota hingga kampung. Ada yang berkembang pesat dalam waktu singkat. Tak jarang, ada yang dalam sekejap jatuh bahkan untuk mengembalikan modalnya sudah tidak mampu.

Pengalaman ini memberi banyak pembelajaran. Kesetiaan pemilik warong untuk para pelanggannya patut dijadikan contoh, terkait bagaimana pelayanan yang seharusnya diberikan sepenuh hati. Pelayanan tidak mungkin hanya dengan menggerakkan lahir. Orang yang secara fisik memberi senyum, dalam batinnya remuk, akan terlihat lewat wajahnya. Sebaliknya, keikhlasan yang terbentuk sejak dari dalam batin, ia akan memancar bersinar kepada siapapun yang menjadi pelanggannya. []

Tags: pelayanan publikpembelajaranvirtualwarung kopi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Artikel

Whales: Giants of the Ocean

by SAGOE TV
October 27, 2026
Artikel

Whales: Giants of the Ocean

by SAGOE TV
October 27, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Rizwan dan Nadia Jadi Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, Rektor Soroti Budaya Membaca

Rizwan dan Nadia Jadi Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, Rektor Soroti Budaya Membaca

October 29, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026
Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

November 2, 2026
Mahasiswa USK Pemuda Berprestasi Aceh 2026

Lima Mahasiswa USK Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Aceh 2026, Ini Capaian Mereka

November 3, 2026
Muhammad Siddiq Armia Dilantik Jadi Deputi HAM Kemenko Kumham Imipas

Muhammad Siddiq Armia Dilantik Jadi Deputi HAM Kemenko Kumham Imipas

October 29, 2026

EDITOR'S PICK

Di Lantik Tri Tito Karnavian, Istri Pj Gubernur Aceh Resmi Jadi Pj Ketua TP PKK Aceh dan Ketua Pembina Posyandu Aceh

Di Lantik Tri Tito Karnavian, Istri Pj Gubernur Aceh Resmi Jadi Pj Ketua TP PKK Aceh dan Ketua Pembina Posyandu Aceh

August 30, 2024
Mahasiswa Myanmar Ungkap Pengalaman Positif Kuliah di USK dan Kehangatan Masyarakat Aceh

Mahasiswa Myanmar Ungkap Pengalaman Positif Kuliah di USK dan Kehangatan Masyarakat Aceh

April 7, 2026
Wisuda ke-162, USK Luluskan 2.353 Mahasiswa dari Sarjana hingga Doktor

Wisuda ke-162, USK Luluskan 2.353 Mahasiswa dari Sarjana hingga Doktor

August 21, 2024
ilustrasi hujan informasi cuaca

BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di 13 Wilayah Aceh pada 24-26 Oktober

October 24, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.