• Tentang Kami
Wednesday, September 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Membaca Masa Depan Dayah dari Budaya Akademiknya

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 2, 2026
in Resensi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Membaca Masa Depan Dayah dari Budaya Akademiknya
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: ANDRI SAFRIZAL
Alumnus STIAPEN

Tulisan ini lahir dari pemikiran Sila huddin, seorang pakar sekaligus praktisi yang secara konsisten menekuni bidang pendidikan Islam. Ia lahir di Aceh Besar pada 14 Agustus 1976. Pendidikan tingginya dimulai dengan menyelesaikan program Sarjana (S1) Bahasa Arab di IAIN Ar-Raniry pada tahun 2000. Ketertarikannya yang kuat terhadap pengembangan keilmuan mendorongnya melanjutkan studi Magister (S2) di Program Pascasarjana IAIN Ar-Raniry, hingga akhirnya menuntaskan pendidikan Doktor (S3) pada tahun 2016 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Latar belakang akademik tersebut membentuk kerangka berpikir Silahuddin yang kokoh, kritis, dan kontekstual dalam melihat dinamika pendidikan Islam.

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Dalam perjalanan karier akademiknya, Silahuddin diangkat menjadi dosen di IAIN Sumatera Utara (IAIN SU) pada tahun 2009. Seiring dengan kebutuhan pengembangan institusi dan kontribusinya di daerah asal, sejak tahun 2014 ia pindah tugas ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Di kampus tersebut, ia tidak hanya aktif dalam pengajaran dan pengembangan keilmuan, tetapi juga dipercaya memegang tanggung jawab struktural. Pada tahun 2014 ia menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, dan pada tahun 2017 dipercaya menjadi Ketua Jurusan Program Studi Pendidikan Teknik Elektro. Peran-peran tersebut menegaskan komitmen Silahuddin dalam mengintegrasikan keilmuan, manajemen akademik, dan pengabdian bagi kemajuan pendidikan.

Hadirnya karya ini merupakan kelanjutan dari komitmen keilmuan dan pengalaman akademik penulis dalam melihat tantangan pendidikan Islam kontemporer, khususnya pendidikan dayah salafiyah. Karya ini berupaya menjawab persoalan mendasar mengenai bagaimana sistem budaya akademik seharusnya dibangun dalam lingkungan dayah, agar lembaga pendidikan tradisional tersebut tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan zaman, tetapi juga berkembang secara dinamis dan berdaya saing.

Pada buku ini, penulis menyebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan budaya akademik di dayah masih berada dalam kondisi stagnasi. Pertama, budaya akademik di dayah berlangsung secara turun-temurun, yakni budaya dari satu dayah diwariskan kepada dayah berikutnya tanpa banyak perubahan. Kedua, dayah masih menggunakan kurikulum yang bersifat tradisional. Ketiga, metodologi pengajaran yang dianut oleh dayah juga masih bersifat konvensional. Yang terakhir, organisasi dayah belum dikelola dengan manajemen yang sistematis. Faktor-faktor tersebut berdampak pada terhambatnya perkembangan budaya akademik, yang meliputi budaya belajar, budaya memberi dan menyampaikan pendapat, pengembangan keilmuan, serta budaya organisasi.

Akan tetapi, penulis juga menegaskan bahwa budaya akademik yang dilaksanakan oleh dayah memiliki sejumlah nilai positif yang patut dipertahankan. Di antaranya adalah kuatnya tradisi belajar, kedisiplinan santri dalam menuntut ilmu, penghormatan yang tinggi kepada guru, serta konsistensi dalam menjaga tradisi keilmuan Islam klasik. Nilai-nilai positif ini menjadi modal penting bagi pengembangan budaya akademik dayah ke depan. Oleh karena itu, menurut penulis, upaya pembaruan budaya akademik tidak dimaksudkan untuk menghilangkan tradisi yang telah mengakar, melainkan untuk memperkuat dan mengembangkannya agar lebih relevan dengan tuntutan zaman tanpa kehilangan jati diri dayah.

Judul Buku : Aktualisasi Sistem Budaya Akademik Pendidikan Dayah Di Aceh
Penulis : Dr. Silahuddin, M.Ag
Editor : Mukhlisuddin Ilyas
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-1632-71-0
Cetakan : 2016
Jumlah Halaman : x + 262 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801

Tags: AcehAkademikBandar PublishingBudayaBukuDayahresensi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Resensi

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Tabina Tour Travel Kembali Memberangkatkan Dua Kloter Jamaah Umrah

Tabina Tour Travel Kembali Memberangkatkan Dua Kloter Jamaah Umrah

August 27, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
MEUGOE Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

MEUGOE: Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

August 27, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah di Aceh untuk Perkuat Ekosistem Keuangan Inklusif

DPRA Dukung Pembentukan LPPD Syariah di Aceh untuk Perkuat Ekosistem Keuangan Inklusif

July 29, 2025
AI, Kegelapan, dan Harapan

AI, Kegelapan, dan Harapan

August 9, 2025
JATAM Bongkar “Politik Sesat” Transisi Energi Panas Bumi, Dinilai Rugikan Warga

JATAM Bongkar “Politik Sesat” Transisi Energi Panas Bumi, Dinilai Rugikan Warga

February 9, 2026
sulaiman tripa

Hukum bagi Orang Kecil

March 20, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.