• Tentang Kami
Saturday, August 1, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Meukap dalam Masyarakat Kita

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Meukap dalam Masyarakat Kita
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa.
Dosen Universitas Syiah Kuala, Kopelma Darussalam Banda Aceh.

Malam ahad kemarin, saya mendapat tugas dadakan: membersihkan lantai teras rumah. Pasalnya, ada dua kucing yang bertengkar hebat. Kata orang Aceh: meukap. Awalnya di depan rumah. Lalu kucing yang satu, bergeser ke teras. Di situlah kucing yang lain mencakarnya bertubi-tubi.

Dua kucing ini berbeda ukuran. Jadi ketika keduanya bertengkar, tampak ukuran tubuh salah satu tidak seimbang. Salah satu kucing mendapat serangan bertubi-tubi, hingga kotorannya keluar dan berserak di lantai teras  saya itu.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Anda yang hidup di lingkungan yang ada satu-dua kucing, pasti pernah terganggu dengan bau kotorannya. Saya membayangkan, apalagi kotoran itu ada di depan teras.

Tidak bisa tidak. Malam itu terus saya membersihkan. Sekilas, saya mencoba melihat kiri-kanan. Ternyata selain dua kucing itu, ada kucing ketiga. Dengan kondisi lampu jalan yang redup dan remang-remang, saya tidak bisa memastikan jenis kelamin kucing ini.

Dengan demikian tidak bisa dipastikan juga, apakah kedua kucing ini bertengkar karena kucing yang satu lagi.

Pertengkaran semacam ini sering terjadi. Untuk yang berbeda species, mungkin ada yang bisa dipahami. Kucing dan anjing, sebagai contoh. Atau yang lebih ekstrem, kucing dan tikus.

Saya sebut ekstrem, karena binatang yang satu menjadi makanan bagi binatang yang lain-walau ada juga kasus, kucing yang tidak pernah mengejar dan makan tikus, bahkan ketika ada tikus ada yang melihat saja. Tikus yang berukuran lebih besar dari tubuhnya, justru akan dihindari.

Saya tidak ingin masuk terlalu dalam, apalagi ilmu tentang kebinatangan saya tidak kuasai. Ada orang yang mempelajari khusus, sehingga kalau pun dibutuhkan, biarlah mereka yang akan menjelaskan.

Orang yang tidak mengerti masalah, memaksakan membahas, bukan melahirkan solusi. Bisa jadi masalah baru. Seperti kebanyak orang-orang yang tidak memahami masalah tetapi berusaha komentar.

Ada hal kecil yang menjadi perhatian saya, orang menyebut pertengkaran semacam itu sebagai meukap. Orang kampung saya, selalu mengatakan untuk urusan meukap, selalu antar diri kita sendiri. Orang yang satu kampung, namun secara geneologis sama, orang-orang tua ketika mendamaikan akan berkata kira-kira begini:

Keupeue ka meukap sabe keu droe-droe?

Pertanyaan ini mewakili kegelisahan, bahwa sepertinya mereka yang meukap, tidak sepenuhnya sedang membangun permusuhan abadi. Bisa jadi ada sejumlah persoalan kecil yang belum terselesaikan, sehingga menyebabkan ia menumpuk dan memuncak. Peulheuh bron.

Ketika pada posisi sudah menimbulkan korban, bisa jadi baru ada yang berpikir bahwa tak seharusnya itu terjadi. Akan tetapi, begitulah, semua keadaan kemudian dihadapi bersama.

Selalu tidak ada kalah dan menang dalam sebuah perhelatan yang namanya meukap, yang ada adalah korban. Untuk intensitas meukap yang tinggi, korban bisa dipastikan lebih tinggi. Namun semuanya, berkemungkinan bisa diselesaikan secara internal.

Untuk persoalan semacam ini, jarang dibesar-besarkan. Sekali lagi, walau korban tetap ada. Orang-orang akan menghitung korban, untuk mengungkapkan kepada mereka sendiri bahwa itulah hasilnya.

Hari ini ketika keluar dari rumah, saya berpapasan dengan kucing yang menjadi korban pertengkaran kemarin malam. Kucing dengan ukuran tubuh yang agak kecil, setidaknya dibandingkan dengan kucing yang menyerang. Ia tidak bergeser tubuhnya ketika saya lewat, tetapi juga tidak menoleh. Saya melihat sejumlah titik di tubuhnya, saya sempat perhatikan beberapa hasil cakaran, yang sebagian bulu sudah saya bersihkan dari teras rumah .

Percayalah, ini hanya soal kucing!

Tags: AcehMeukapPerilaku Masyarakat Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Calvin Ho

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

July 30, 2026
Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

July 6, 2025
Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

July 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Usung “Meutaloe”: Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

July 31, 2026
UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

July 28, 2026

EDITOR'S PICK

UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Katahati Institute

UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Katahati Institute

February 11, 2025
Mengapa Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus Penting? Ini Langkah PSGA UIN Ar-Raniry

Mengapa Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus Penting? Ini Langkah PSGA UIN Ar-Raniry

April 30, 2026
BPSDM Aceh Buka Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana

BPSDM Aceh Buka Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa Terdampak Bencana

May 15, 2026
Tim SAR Bireuen Fokus Evakuasi Warga Terjebak Banjir dan Cari Korban Hilang

Tim SAR Bireuen Fokus Evakuasi Warga Terjebak Banjir dan Cari Korban Hilang

November 29, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.