BANDA ACEH | SAGOE TV – Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala menetapkan tiga calon rektor terpilih pada tahapan penyaringan pemilihan Rektor USK priode 2026-2031. Keputusan ini berdasarkan berita acara MWA USK terkait hasil tahapan penyaringan.
Adapun ketiga calon rektor terpilih tersebut urutannya berdasarkan abjad adalah Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, Prof. Dr. Ir. Marwan, dan Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A.
Berdasarkan informasi yang beredar, Prof Mirza Tabrani tercatat meraih dukungan suara terbanyak dalam tahapan penyaringan tersebut dengan perolehan enam suara. Di posisi berikutnya, Prof Agussabti mengantongi lima suara, sementara Prof Marwan memperoleh dua suara.
Ketiga nama tersebut berhak maju tahapan pemilihan rektor selanjutnya setelah berhasil meraih tiga besar suara terbanyak dari bakal calon rektor lainnya.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) USK Prof. Dr. Rusli Yusuf mengatakan, penetapan tiga calon rektor terpilih tersebut sekaligus menandai berakhirnya tahapan penyaringan pada pemilihan rektor USK periode 2026-2031.
Selanjutnya, kata Rusli, ketiga nama calon rektor terpilih tersebut akan mengikuti tahapan pemilihan dan penetapan rektor terpilih. Rencananya, tahapan ini akan dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2026.
“Alhamdulillah, satu tahapan penting pemilihan Rektor USK ini telah kita lakukan. InsyaAllah, tiga nama calon rektor terpilih ini siap mengikuti pemilihan selanjutnya,” ujar Rusli lewat keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).
Adapun enam bakal calon Rektor USK yang mengikuti tahapan penyaringan yaitu Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, Prof. Dr. Ir. Marwan, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng., APEC.Eng, Prof. Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah, S.Si., M.Sc, dan Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc.
Sebelumnya pada tahapan penyaringan, enam bakal calon Rektor USK tersebut telah mengikuti kegiatan penyampaian visi, misi dan program kerja di hadapan Majelis Wali Amanat (MWA), serta pendalaman visi dan misinya oleh para panelis.
Salah satu materi yang dibahas pada pendalaman visi dan misi adalah bagaimana perguruan tinggi bisa adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan, serta bagaimana membangun kemitraan dengan pemerintah khususnya Pemerintah Aceh demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. []



















