BANDA ACEH | SAGOE TV – Neraca perdagangan luar negeri Aceh mengalami defisit sebesar US$8,67 juta pada Agustus 2026. Di tengah kondisi tersebut, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh justru meningkat 42,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 4.031 kunjungan.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Agus Andria dalam konferensi pers di Kantor BPS Aceh, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ekspor Aceh Turun, Impor Didominasi Gas
BPS mencatat nilai ekspor Aceh pada Agustus 2026 mencapai US$74,00 juta, sedangkan impor mencapai US$82,67 juta. Kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Aceh mengalami defisit US$8,67 juta.
Nilai ekspor tersebut turun 11,94 persen dibandingkan Juli 2026.
Komoditas ekspor Aceh pada Agustus 2026 masih didominasi batu bara dengan nilai US$44,08 juta, atau sekitar 59,56 persen dari total ekspor.
“Eskpor asal Aceh selama bulan Agustus 2026 paling besar ditujukan ke India senilai 56,34 juta USD. Dengan komoditas batu bara, CPO, dan berbagai produk kimia,” kata Agus.
Amerika Serikat berada di urutan berikutnya dengan nilai ekspor 7,85 juta USD, yang didominasi kopi dan rempah-rempah.
“Urutan ketiga adalah Thailand senilai 2,78 juta USD, dengan komoditas yang diekspor berupa batu bara, daging dan ikan olahan, serta kopi dan rempah-rempah,” ujarnya.
Berdasarkan jalur pengiriman, kata Agus, ekspor komoditas asal Aceh melalui pelabuhan di wilayah Aceh mencapai 59,19 juta USD atau 79,99 persen dari total ekspor.
“Sedangkan sisanya diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, yang didominasi melalui pelabuhan di Provinsi Sumatera Utara sebesar 14,63 juta USD,” sebutnya.
Di sisi impor, komoditas terbesar adalah gas propana/butana dengan nilai US$76,06 juta. Seluruh komoditas tersebut berasal dari Amerika Serikat.
India menjadi negara asal impor terbesar kedua dengan nilai US$3,89 juta, berupa bahan kimia anorganik. Berikutnya Malaysia dengan nilai US$2,32 juta, berupa mesin atau pesawat mekanik.
Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 42 Persen
Berbeda dengan perdagangan luar negeri, kunjungan wisman ke Aceh menunjukkan peningkatan pada Agustus 2026.
Agus mengatakan, BPS mencatat sebanyak 4.031 wisman berkunjung ke Aceh pada Agustus 2026. Jumlah tersebut naik 42,04 persen dibandingkan Juli 2026.
Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2025, jumlah kunjungan tersebut masih turun 6,56 persen.
BPS memantau dua pintu masuk utama wisman ke Aceh, yakni Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional di Sabang.
Selain jumlah kunjungan wisman, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel juga menjadi salah satu indikator pariwisata yang dicatat BPS Aceh.
Pada Agustus 2026, kata Agus, TPK hotel berbintang di Aceh sebesar 26,04 persen. Angka ini turun 3,00 persen poin dibandingkan Juli 2026, tetapi naik 1,96 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
“Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Agustus 2206 sebesar 18,47 persen, turun 1,46 persen poin dibandingkan Juli 2026 dan naik 0,80 persen poin dibandingkan Agustus 2025,” ujarnya.
Penumpang Udara dan Laut
Pergerakan penumpang melalui transportasi udara juga mengalami penurunan secara bulanan.
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Agustus 2026 mencapai 21.941 orang. Angka tersebut turun 3,80 persen dibandingkan Juli 2026 dan turun 4,32 persen dibandingkan Agustus 2025.
Untuk penerbangan internasional, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda tercatat 10.037 orang. Jumlah tersebut turun 1,68 persen dibandingkan Juli 2026 dan turun 15,63 persen dibandingkan Agustus 2025.
Selanjutnya, untuk jumlah penumpang angkutan laut yang naik di seluruh wilayah Aceh pada Agustus 2026 mencapai 74.878 orang.
“Jumlah tersebut mengalami penurunan 32,04 persen dibandingkan bulan Juli 2026. Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan Agustus Agustus 2025, angka ini menunuukkan kenaikan sebesar 1,71 persen,” ujar Agus.
Baca juga: Inflasi Aceh September 2026 Capai 0,36 Persen, Cabai hingga Daging Ayam Jadi Pemicu




















