BANDA ACEH | SAGOE TV – Inflasi tahunan Provinsi Aceh mencapai 5,05 persen pada Oktober 2026, tertinggi di antara 10 provinsi di Pulau Sumatera. Kenaikan harga terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas seperti beras, nasi dengan lauk, bensin, tomat, dan daging ayam ras.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin, 2 November 2026, inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Aceh tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,23 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh pada Oktober 2026 mencapai 116,77.
Inflasi tahunan menggambarkan perubahan harga barang dan jasa pada Oktober 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan inflasi sebesar 5,05 persen, tingkat harga barang dan jasa di Aceh secara umum meningkat dibandingkan Oktober 2025.
Di Sumatera, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Aceh, sedangkan yang terendah tercatat di Sumatera Selatan sebesar 2,87 persen dengan IHK 112,70. Secara keseluruhan, seluruh 10 provinsi di Pulau Sumatera mengalami inflasi tahunan pada Oktober 2026.
Aceh Tengah Catat Inflasi Tertinggi
Tekanan kenaikan harga juga terlihat di tingkat kabupaten dan kota. Dari 41 kabupaten/kota penghitungan IHK di Sumatera, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi, yakni 7,11 persen dengan IHK 121,52.
Sebaliknya, inflasi terendah di Sumatera terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 2,37 persen dengan IHK 110,79.
Di Aceh, penghitungan inflasi dilakukan di lima wilayah, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang. Pada Oktober 2026, seluruh wilayah tersebut mengalami inflasi tahunan. Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 7,11 persen, sedangkan Meulaboh terendah sebesar 3,54 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar di Aceh dengan andil 2,04 persen. Selain kelompok tersebut, sejumlah komoditas yang mendorong inflasi tahunan meliputi beras, nasi dengan lauk, bensin, tomat, dan daging ayam ras.
Inflasi Bulanan Aceh 0,13 Persen
Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, dalam konferensi pers pada Senin (2/11/2026), juga menyampaikan bahwa Aceh mengalami inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,13 persen pada Oktober 2026 dibandingkan September 2026.
“Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulan terbesar adalah penyediaan makanan dan minuman/restoran. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,77 persen dan memberikan andil sebesar 0,09 persen terhadap inflasi,” ujarnya.
Agus menjelaskan terdapat beberapa komoditas yang memengaruhi inflasi bulanan yaitu cabai merah, cabai rawit, nasi dengan lauk, tomat, dan ikan bandeng.




















