GAYO LUES | SAGOE TV – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues resmi menurunkan status kebencanaan dari tanggap darurat menjadi transisi menuju pemulihan. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Koordinasi Peralihan Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi yang digelar di Umah Pitu Ruang, Kamis (22/1/2026).
Rapat koordinasi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues, Nevirizal, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), staf ahli bupati, para asisten Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), Danyon TP-855, kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta para kepala bagian Setdakab Gayo Lues.
Dalam laporannya, Nevirizal menyampaikan bahwa sejumlah layanan dasar masih dalam proses pemulihan. Pasokan listrik di beberapa desa belum sepenuhnya pulih, sementara jaringan internet meski telah menjangkau sebagian besar wilayah kabupaten, masih sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Jaringan internet sudah dapat menjangkau sebagian besar wilayah Gayo Lues, namun sangat bergantung pada situasi. Jika terjadi hujan dan longsor, layanan berpotensi terganggu,” ujar Nevirizal.
Selain itu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai menunjukkan kestabilan, meski masih diberlakukan pembatasan jumlah. Adapun distribusi elpiji berangsur normal, namun belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga antrian masih terjadi di sejumlah titik.
Nevirizal juga menjelaskan bahwa rantai pasok bahan makanan telah kembali menjangkau wilayah terpencil. Namun, kondisi infrastruktur jalan masih menjadi tantangan, khususnya pada akses jalan nasional Blangkejeren-Kutacane dan Blangkejeren-Takengon yang hingga kini masih dalam tahap perbaikan.
“Menuju Takengon masih memerlukan perjuangan karena jalan nasional didominasi kendaraan roda dua. Ke wilayah timur, jalan provinsi baru bisa dilalui hingga batas Pining dengan medan yang sangat berat. Sementara akses ke Abdya relatif dapat dilalui kendaraan roda dua, roda empat, dan roda enam,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, warga yang kehilangan tempat tinggal berharap pembangunan hunian sementara dapat segera direalisasikan dengan lokasi yang tidak jauh dari lahan usaha mereka.
“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kami menilai sudah waktunya beralih ke tahap transisi menuju pemulihan sebagai bagian dari jenjang penanggulangan bencana,” pungkas Nevirizal. []



















