• Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Partai Politik Asoe Lhok dan Krisis Demokrasi

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 17, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah. Foto: dok. SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sahlan Hanafiah.
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Akhir-akhir ini, dunia dikhawatirkan dengan menguatnya dukungan terhadap politisi dan partai politik asoe lhok. Gejala ini dapat dilihat di beberapa negara.

Amerika dan Inggris saat ini dikuasai oleh partai politik asoe lhok berhaluan konservatif. Beberapa negara lain seperti Hungaria, Polandia, Austria  partai politik asoe lhok juga terus mendominasi parlemen. Prancis dan German meskipun saat ini masih dikuasai oleh partai berhaluan moderat dan liberal, keberadaan partai politik asoe lhok terus mengancam dari belakang.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Partai politik asoe lhok merupakan partai yang basis ideologinya adalah nasionalisme, agama, etnisitas atau merasa dirinya penduduk asal.  Di Amerika misalnya partai Republik  dapat disebut partai asoe lhok karena ideologi partai sangat kental dengan nasionalisme, agama dan ras. Sebaliknya, partai Demokrat dianggap liberal, terbuka, kurang bersandar pada nilai-nilai agama, pro terhadap imigran dan kurang nasionalis.

Sebagian besar warga kulit putih, penganut agama Kristen, dan merasa dirinya penduduk asli Amerika bergabung atau lebih memilih partai Republik. Sementara kulit hitam, penganut agama Islam dan agama minoritas lainnya dianggap pendatang. Mereka dari tahun ke tahun menjadi andalan suara partai Demokrat.

Demikian juga di Inggris, warga Inggris yang merasa dirinya penduduk asli lebih banyak mendukung partai asoe lhok seperti partai konservatif yang saat ini dipimpin oleh Boris Johnson. Sementara partai pekerja dukunganya lebih banyak datang dari para imigran yang rata-rata berasal dari kelas pekerja.

Akan tetapi masalah di Inggris agak berbeda dengan di Amerika. Setelah perang dunia kedua, Inggris tidak hanya dikepung oleh pendatang dari India dan Pakistan, tapi juga dari berbagai negara lain terutama Eropa daratan seperti Polandia, Republik Ceko, dari daerah bekas pecahan Uni Soviet dan daerah bekas Jerman Timur. Keberadaan mereka membuat pemisahan kulit putih dan kulit hitam tidak sekuat di Amerika, karena rata-rata warga dari daerah tersebut sama-sama berkulit putih.

Meski sama-sama berkulit putih bukan berarti tidak ada sentimen antara asoe lhok dan pendatang di Inggris. Dalam sepuluh tahun terakhir, sentimen asoe lhok dan pendatang malah cukup kuat disana. Ini bisa dilihat dari digelarnya referendum pada  tahun 2016 dengan pilahan bertahan atau keluar dari Uni Eropa. Referendum ini digelar tidak lepas dari menguatnya sentimen asoe lhok dan pendatang.

Warga asoe lhok di Inggris merasa negaranya telah dikepung oleh penduduk Eropa daratan. Kemenangan Brexit atau keluar dari Uni Eropa menunjukkan bahwa kehendak asoe lhok cukup kuat dan tidak bisa dibendung.

Baca Juga:  Plh Sekda Aceh Kalungkan Medali untuk Juara Panjat Tebing PON XXI Aceh-Sumut

Selain Amerika dan Inggris, sentimen asoe lhok dan pendatang juga mulai merambah Eropa daratan seperti Prancis, Jerman, dan Italia, sehingga dukungan politik terhadap partai politik asoe lhok pun menguat. Di Prancis, Marine le Pen, politisi perempuan asoe lhok yang diusung oleh partai pertemuan nasional , yang juga partai asoe lhok kalah tipis dari Emmanuel Macron pada pemilihan presiden 2017. Di Jerman, partai Alternative for Germany (AfG) terus mendapat dukungan meski usia partai baru seumur jagung. Partai ini sangat gencar mengkampanyekan anti-pendatang.

Mengapa politisi dan partai asoe lhok berkibar dan mendapat tempat di hati pemilih saat ini? Beberapa ilmuan politik seperti Cas Mudde, Ruth Wodak, dan Jan-Werner Muller memandang sebagai respon terhadap kegagalan menjalankan sistem demokrasi liberal. Menurut mereka, sistem ini dinilai gagal menghasilkan pemerataan ekonomi dan justru membuat kesenjangan ekonomi sekaligus memproduksi elit politik yang korup.

Demokrasi liberal juga dinilai gagal mengelola keragaman, kebebasan dan reintegrasi masyarakat. Imigran dan pengungsi misalnya yang hari ini membanjiri Inggris, Amerika dan Eropa daratan dianggap gagal diintegrasikan kedalam masyarakat setempat. Karena itu kehadiran pendatang dianggap ancaman bagi ekonomi dan budaya mereka.

Imigran, pengungsi dan pencari suaka sebenarnya merupakan produk dari sistem demokrasi liberal. Upaya menghadirkan sistem demokrasi liberal di negara seperti Irak, Libya, Suriah dan Afganistan melalui pendekatan militer dengan terlebih dahulu menggulingkan penguasa setempat justru menciptakan ketidakstabilan dan konflik bersaudara baru. Akibatnya gelombang pengungsi tidak dapat dibentung.

Disinilah menurut ilmuan politik, politisi dan partai politik asoe lhok menangkap momentum,  ”menggoreng” sentimen pemilih. Mereka menjual slogan seperti “Make America Great Again”, “Germany for German”, ”We are the Pure People”.

Melalui slogan seperti itu mereka (politisi dan partai asoe lhok) ingin menunjukkan bahwa selama ini penduduk asoe lhok telah ditinggalkan, sementara pendatang dijadikan anak emas oleh politisi dan partai politik berhaluan liberal seperti partai Demokrat di Amerika atau Partai Pekerja di Inggris.

Baca Juga:  Akankah China-Rusia Bakal Masuk Jebakan Rawa Perang Asimetris dan Bom Waktu AS di Afghanistan?

Keberadaan politisi dan partai asoe lhok sah-sah saja dalam sistem demokrasi. Namun masalahnya muncul ketika mereka mencoba merebut hati pemilih dengan cara-cara yang tidak demokratis, seperti pendekatan peumaob (intimidasi), memaksa kehendak (politik benar-salah, hitam-putih), menyebar berita kebencian dan berita bohong melalui media sosial.

Akibatnya seperti kita lihat akhir-akhir ini, sikap rasis warga kulit putih terhadap kulit hitam di Amerika menguat. Di Prancis, sentimen anti-Muslim mengental.  Penolakan terhadap imigran semakin mengakar di Inggris. Dengan kata lain, penduduk dunia terbelah, hidup dalam satu planet bumi tapi penuh dengan kebencian.

Kita tentu saja berharap politisi dan partai politik asoe lhok di Aceh tidak ikut-ikutan menggunakan politik adu domba, politik kebencian, politik sempit, politik peumaob dalam merebut kekuasaan. Sebab, semua itu tidak pernah dipraktekkan oleh Rasulullah Muhammad Saw.[]

Tags: acehasoe lhokDemokrasiKrisisPartai Politik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

May 10, 2026
Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

May 6, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

May 9, 2026
Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

May 9, 2026
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

May 7, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

May 3, 2026
Hubbika House Creative Gelar Kelulusan Kidspreneurclub 3 dan Launching Produk Siswa

Hubbika House Creative Gelar Kelulusan Kidspreneurclub 3 dan Launching Produk Siswa

May 11, 2026

EDITOR'S PICK

UIN Ar-Raniry Luncurkan Program Magister Peace and Development Studies

UIN Ar-Raniry Tembus 4 Besar Kampus Riset Terbaik Nasional Versi Scimago 2025

February 6, 2026
Asrul M Yusuf Terpilih sebagai Ketua PC ISNU Aceh Timur

Asrul M Yusuf Terpilih sebagai Ketua PC ISNU Aceh Timur

May 5, 2025
Wali Nanggroe Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan dalam Penyelesaian Empat Pulau 

Wali Nanggroe Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan dalam Penyelesaian Empat Pulau 

June 18, 2025
Wapres Gibran Pastikan Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Wapres Gibran Pastikan Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

January 31, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.