BENER MERIAH | SAGOE TV – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperkuat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting pasca bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kerentanan gizi pada ibu dan anak akibat terganggunya akses pangan dan layanan dasar.
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPA dan KB) Kabupaten Bener Meriah menegaskan penguatan program strategis nasional tetap berjalan di daerah, termasuk melalui optimalisasi Dapur Sehat Atasi Stunting (DASYAT).
Kepala Dinas PPPA dan KB Kabupaten Bener Meriah, Edi Jaswin, mengatakan hingga 2025 penguatan DASYAT telah menjangkau 165 dari 232 desa atau sekitar 71 persen. Program tersebut menyasar Tim Pendamping Keluarga dan kader desa sebagai ujung tombak pencegahan stunting di tingkat keluarga.
“Melalui DASYAT, Tim Pendamping Keluarga bersama kader desa didorong mengembangkan olahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting,” ujar Edi Jaswin, Senin (2/2/2026).
DASYAT berfokus pada penyediaan makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Program ini menyasar ibu hamil, balita, dan balita sebagai kelompok prioritas.
Selain aspek kesehatan, DASYAT juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan pengembangan olahan pangan lokal oleh kader desa dan masyarakat.
Edi Jaswin menambahkan, pelaksanaan DASYAT sejalan dengan Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan anak PAUD, dengan tetap mengedepankan penggunaan bahan pangan lokal.
Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi lintas sektor di tingkat desa, termasuk peran Tim Pendamping Keluarga, kader, dan pemerintah desa, agar upaya pencegahan stunting tetap berjalan dalam situasi pemulihan pasca bencana. []



















