• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hutan Kota Tibang dan Fasilitas Publik Kota Banda Aceh

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 17, 2025
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Hutan Kota Tibang dan Fasilitas Publik Kota Banda Aceh

Ilustrasi AI Hutan Kota Tibang.

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari silam saya berkunjung ke salah satu Hutan Kota Banda Aceh yang terletak di Desa Tibang. Kunjungan ke sana dalam rangka menemani seorang kawan yang hendak melakukan olahraga joging.

Kawan saya ini baru tiba dari luar daerah. Selama menetap di luar daerah, ia suka melakukan olahraga joging, yaitu berlari pelan untuk kesehatan. Ia ingin melanjutkan olahraga itu selama menetap di Banda Aceh.

BACA JUGA

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

Baginya, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di usianya yang tidak lagi muda sangat penting. ”Biar gak bebani APBD,” selorohnya.

Namun, ia bingung mencari lokasi yang aman dan nyaman. Beberapa teman menyarankan untuk pergi ke lapangan Blang Padang atau Stadion Harapan Bangsa. Akan tetapi dua tempat itu jauh dari lokasi ia tinggal.

Lalu saya mengajaknya ke Hutan Kota Tibang yang relatif dekat. Menurut saya, Hutan Kota Tibang memenuhi kriteria tempat yang ia cari. Dalam bayangan saya, berdasarkan kunjungan tahun 2016, Hutan Kota Tibang relatif aman dan nyaman. Fasilitasnya mendukung untuk olahraga ringan. Waktu itu Hutan Kota Tibang baru dibuka untuk umum. Meski fasilitas masih terbatas, tempatnya sangat cocok untuk joging.

Namun ternyata saya keliru. Kondisi Hutan Kota Tibang tidak seaman dan senyaman dulu. Sejumlah fasilitas tidak lagi terawat. Jalan yang dibangun di area mangrove telah rusak. Begitu pula jembatan yang lantainya dibuat dari papan telah banyak yang patah sehingga sulit dilewati.

”Jangankan orang berkebutuhan khusus, orang normal aja gak aman makainya nih,” gumam kawan saya setengah kecewa.

Selain jembatan, beberapa fasilitas lain juga sudah tidak berfungsi. Toilet, sarana paling penting untuk para pengunjung sudah tidak bisa dipakai. Pintunya terkunci rapat. Begitu pula musala, juga terkunci. Ketika kami mengintip dari balik pintu kaca, di dalamnya hanya ada tumpukan kayu dan debu. ”Kayaknya sudah lama gak dipakai,” simpul kawan saya.

Baca Juga:  Ruang Vacum OMS dalam Konfigurasi Politik Aceh

Di samping musala, terdapat balai konstruksi kayu. Di sana tersedia beberapa helai sajadah yang digantung di dinding. Balai tersebut sepertinya jadi alternatif musala beton yang terkunci. Namun, ketika kawan saya membuka kran air di tempat wudhu yang berada tepat di depan balai, airnya ternyata tidak ada.

”Walah, gimana mau shalat kalau gak ada air,” katanya setengah putus asa.

Selain beberapa fasilitas yang tidak berfungsi, Hutan Kota Tibang juga dihadapkan pada pemandangan kurang elok, berupa sampah plastik, khususnya di area hutan mangrove. Area ini sering digunakan sebagai lokasi pengambilan foto dan tempat santai para pengunjung.

Para pengunjung umumnya membawa makanan dari rumah dan jajanan dari luar. Setelah selesai makan dan minum, kantong dan botol plastik ditinggalkan begitu saja, tidak ditaruh ke tong sampah.

“Sayang ya, fasilitas sudah ada tapi kurang terawat. Harusnya pejabat pemkot ngurusin yang begini ini, bukan cuma celana pendek laki-laki dan celana ketat perempuan,” protes kawan saya dengan nada kesal.

Menurut kawan saya, Kota Banda Aceh dari segi letak sebenarnya relatif tertata di banding kota-kota lain di Indonesia. Kawan saya pernah berkunjung ke beberapa kota lain, khususnya di wilayah Indonesia timur. Menurutnya, tata kota di sana membingungkan.

Sayangnya, menurut kawan saya, tata letak kota yang sudah baik tidak ditunjang oleh perawatan dan peremajaan. “Sebenarnya tinggal sentuhan perawatan dan peremajaan aja Kota Banda Aceh ini,” katanya.

Saya sepakat dengan kawan saya itu. Banda Aceh butuh perawatan dan peremajaan fasilitas publik. Tidak perlu bangun gedung beton baru. Bangunan yang ada sudah lebih dari cukup. Sudah cukup membuat panas Kota Banda Aceh. Apalagi saat ini pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi anggaran, maka penambahan proyek gedung baru bertolak belakang dengan semangat efisiensi.

Baca Juga:  Peringati 20 Tahun Tsunami Aceh, Yayasan Khadam Indonesia Gelar Smong Fest

Fasilitas publik seperti Hutan Kota Tibang yang nyata-nyata memberi banyak manfaat bagi kebugaran dan kesehatan warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya harus mendapat perhatian dan menjadi program prioritas.

Jika perlu, biaya parkir yang selama ini dikutip 5.000 rupiah untuk satu unit mobil dan 2.000 rupiah untuk satu unit motor digratiskan saja, supaya warga semakin antusias datang ke sana. Jika pun biaya parkir kendaraan tetap dikutip dari para pengunjung, maka minimal fasilitas seperti toilet dan tempat wudhu disediakan airnya supaya para pengunjung dapat menjalankan Syariat Islam secara kaffah di sana. []

Penulis adalah Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar Raniry

Tags: acehAnalisisArtikelBanda AcehFasilitasHutan KotaKotaRuang PublikSahlan Hanafiah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Sulaiman Tripa
Analisis

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

by Anna Rizatil
February 2, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala
Analisis

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas
Analisis

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan
Analisis

Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Meugampong

Meugampong

March 24, 2025
ASME-Politeknik Aceh Bahas Regulasi Migas Aceh

ASME-Politeknik Aceh Bahas Regulasi Migas Aceh

September 17, 2022
704 Peserta Lolos Seleksi CPNS Kemenag Aceh, Tidak Bisa Pindah Sebelum 10 Tahun

704 Peserta Lolos Seleksi CPNS Kemenag Aceh, Tidak Bisa Pindah Sebelum 10 Tahun

January 24, 2025
Wakil Ketua DPRK Salurkan Pokir untuk Bangun Tiga Rumah Layak Huni

Wakil Ketua DPRK Salurkan Pokir untuk Bangun Tiga Rumah Layak Huni

April 9, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.