• Tentang Kami
Monday, September 14, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hutan Kota Tibang dan Fasilitas Publik Kota Banda Aceh

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 17, 2025
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Hutan Kota Tibang dan Fasilitas Publik Kota Banda Aceh

Ilustrasi AI Hutan Kota Tibang.

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari silam saya berkunjung ke salah satu Hutan Kota Banda Aceh yang terletak di Desa Tibang. Kunjungan ke sana dalam rangka menemani seorang kawan yang hendak melakukan olahraga joging.

Kawan saya ini baru tiba dari luar daerah. Selama menetap di luar daerah, ia suka melakukan olahraga joging, yaitu berlari pelan untuk kesehatan. Ia ingin melanjutkan olahraga itu selama menetap di Banda Aceh.

BACA JUGA

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih

Membongkar Utang Indonesia dan Ilusi “Masih Aman”

Baginya, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di usianya yang tidak lagi muda sangat penting. ”Biar gak bebani APBD,” selorohnya.

Namun, ia bingung mencari lokasi yang aman dan nyaman. Beberapa teman menyarankan untuk pergi ke lapangan Blang Padang atau Stadion Harapan Bangsa. Akan tetapi dua tempat itu jauh dari lokasi ia tinggal.

Lalu saya mengajaknya ke Hutan Kota Tibang yang relatif dekat. Menurut saya, Hutan Kota Tibang memenuhi kriteria tempat yang ia cari. Dalam bayangan saya, berdasarkan kunjungan tahun 2016, Hutan Kota Tibang relatif aman dan nyaman. Fasilitasnya mendukung untuk olahraga ringan. Waktu itu Hutan Kota Tibang baru dibuka untuk umum. Meski fasilitas masih terbatas, tempatnya sangat cocok untuk joging.

Namun ternyata saya keliru. Kondisi Hutan Kota Tibang tidak seaman dan senyaman dulu. Sejumlah fasilitas tidak lagi terawat. Jalan yang dibangun di area mangrove telah rusak. Begitu pula jembatan yang lantainya dibuat dari papan telah banyak yang patah sehingga sulit dilewati.

”Jangankan orang berkebutuhan khusus, orang normal aja gak aman makainya nih,” gumam kawan saya setengah kecewa.

Selain jembatan, beberapa fasilitas lain juga sudah tidak berfungsi. Toilet, sarana paling penting untuk para pengunjung sudah tidak bisa dipakai. Pintunya terkunci rapat. Begitu pula musala, juga terkunci. Ketika kami mengintip dari balik pintu kaca, di dalamnya hanya ada tumpukan kayu dan debu. ”Kayaknya sudah lama gak dipakai,” simpul kawan saya.

Di samping musala, terdapat balai konstruksi kayu. Di sana tersedia beberapa helai sajadah yang digantung di dinding. Balai tersebut sepertinya jadi alternatif musala beton yang terkunci. Namun, ketika kawan saya membuka kran air di tempat wudhu yang berada tepat di depan balai, airnya ternyata tidak ada.

”Walah, gimana mau shalat kalau gak ada air,” katanya setengah putus asa.

Selain beberapa fasilitas yang tidak berfungsi, Hutan Kota Tibang juga dihadapkan pada pemandangan kurang elok, berupa sampah plastik, khususnya di area hutan mangrove. Area ini sering digunakan sebagai lokasi pengambilan foto dan tempat santai para pengunjung.

Para pengunjung umumnya membawa makanan dari rumah dan jajanan dari luar. Setelah selesai makan dan minum, kantong dan botol plastik ditinggalkan begitu saja, tidak ditaruh ke tong sampah.

“Sayang ya, fasilitas sudah ada tapi kurang terawat. Harusnya pejabat pemkot ngurusin yang begini ini, bukan cuma celana pendek laki-laki dan celana ketat perempuan,” protes kawan saya dengan nada kesal.

Menurut kawan saya, Kota Banda Aceh dari segi letak sebenarnya relatif tertata di banding kota-kota lain di Indonesia. Kawan saya pernah berkunjung ke beberapa kota lain, khususnya di wilayah Indonesia timur. Menurutnya, tata kota di sana membingungkan.

Sayangnya, menurut kawan saya, tata letak kota yang sudah baik tidak ditunjang oleh perawatan dan peremajaan. “Sebenarnya tinggal sentuhan perawatan dan peremajaan aja Kota Banda Aceh ini,” katanya.

Saya sepakat dengan kawan saya itu. Banda Aceh butuh perawatan dan peremajaan fasilitas publik. Tidak perlu bangun gedung beton baru. Bangunan yang ada sudah lebih dari cukup. Sudah cukup membuat panas Kota Banda Aceh. Apalagi saat ini pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi anggaran, maka penambahan proyek gedung baru bertolak belakang dengan semangat efisiensi.

Fasilitas publik seperti Hutan Kota Tibang yang nyata-nyata memberi banyak manfaat bagi kebugaran dan kesehatan warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya harus mendapat perhatian dan menjadi program prioritas.

Jika perlu, biaya parkir yang selama ini dikutip 5.000 rupiah untuk satu unit mobil dan 2.000 rupiah untuk satu unit motor digratiskan saja, supaya warga semakin antusias datang ke sana. Jika pun biaya parkir kendaraan tetap dikutip dari para pengunjung, maka minimal fasilitas seperti toilet dan tempat wudhu disediakan airnya supaya para pengunjung dapat menjalankan Syariat Islam secara kaffah di sana. []

Penulis adalah Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar Raniry

Tags: AcehAnalisisArtikelBanda AcehFasilitasHutan KotaKotaRuang PublikSahlan Hanafiah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih
Analisis

Kedermawanan di Atas Tanah Rebutan: Ketika Oligarki Berjubah Welas Asih

by SAGOE TV
September 9, 2026
Calvin Ho
Analisis

Membongkar Utang Indonesia dan Ilusi “Masih Aman”

by SAGOE TV
August 16, 2026
Calvin Ho
Analisis

Paradoks Aceh: Mengapa Kekayaan Alam Tidak Menjadi Kemakmuran?

by SAGOE TV
August 7, 2026
Calvin Ho
Analisis

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

by SAGOE TV
July 30, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026
Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

September 7, 2026

EDITOR'S PICK

Bek Asing Persiraja Diragukan Tampil Lawan PSKC Cimahi

Klasemen Sementara Liga 2 Grup 1: PSPS Teratas, Persiraja di Urutan Ketiga

October 27, 2024
Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

March 9, 2026
UIN Ar-Raniry Gelar Raker, Fokus pada Renstra 2025-2029 Menuju 500 Universitas Terbaik Asia

UIN Ar-Raniry Gelar Raker, Fokus pada Renstra 2025-2029 Menuju 500 Universitas Terbaik Asia

October 1, 2024
401 Huntap di Aceh Rampung, 1.832 Unit Masih Dibangun untuk Korban Bencana

401 Huntap di Aceh Rampung, 1.832 Unit Masih Dibangun untuk Korban Bencana

July 27, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.