• Tentang Kami
Saturday, September 12, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pertamax Naik, Ojol Aceh Kian Terjepit di Tengah Sepinya Orderan

Zuhri Noviandi by Zuhri Noviandi
June 11, 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pertamax Naik, Ojol Aceh Kian Terjepit di Tengah Sepinya Orderan

Ilustrasi. (AI)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp16.650 per liter mulai 10 Juni 2026 kian memperpanjang napas terengah-engah para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Banda Aceh, Aceh. Kebijakan ini menjadi pukulan telak di tengah kondisi lapangan yang kian tidak berpihak pada kantong mereka.

Bagi para driver, kendaraan operasional mereka sangat bergantung pada pasokan BBM seperti Pertamax dan Pertalite. Namun kini, jangankan Pertamax yang harganya melambung, untuk menggunakan Pertalite saja mereka sudah kepayahan akibat sepinya orderan.

BACA JUGA

HMP KPI UIN Ar-Raniry Gelar Communication Care 2026 di Lamsujen Aceh Besar

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Kenaikan harga BBM ini secara drastis mengubah pola kerja para pengemudi di lapangan. Jika dahulu mereka bisa leluasa berpindah-pindah titik untuk menjemput bola mencari penumpang, kini ruang gerak itu terpaksa dipangkas demi menghemat bahan bakar.

“Kalau sekarang otomatis harus banyak perkiraan, dengan harga Pertamax naik kita kan tidak berani untuk pindah-pindah lokasi. Tidak cocok biaya pengeluaran sama pemasukan,” kata Ketua Payung Ojol Aceh, Norman, Rabu (10/6/2026).

Kondisi krisis ini kian diperparah oleh karakteristik geografis dan sosial Kota Banda Aceh yang berbeda jauh dari megapolitan seperti Jakarta. Di kota besar, ojol telah menjelma menjadi kebutuhan primer masyarakat untuk membelah kemacetan, sehingga limpahan orderan selalu tersedia.

Sementara di Banda Aceh, jumlah pengguna aplikasi tergolong terbatas dan ekosistem kuliner seperti restoran tidak sepadat kota-kota besar. Di sisi lain, ruang gerak yang sempit itu harus diperebutkan oleh jumlah pengemudi ojol yang justru semakin ramai.

Bagi pengemudi yang sudah berkeluarga, target harian bukan lagi soal mengejar kuantitas orderan, melainkan berapa nominal bersih yang bisa dibawa pulang ke rumah. Untuk mencapai target bersih Rp100.000 atau Rp200.000 per hari, kalkulasi pengeluaran harus dihitung secara ketat.

Dengan estimasi biaya operasional harian mencapai Rp100.000—terdiri dari modal bensin sekitar Rp30.000 serta biaya makan dan minum Rp80.000—para driver harus memeras keringat lebih lama. Mereka rata-rata harus mengaspal sejak pukul 08.00 WIB hingga larut malam pukul 22.00 WIB. Itu pun, pendapatan bersih Rp180.000 hingga Rp200.000 belum tentu bisa didekap setiap hari.

Mirisnya, perjuangan ekstra keras ini tidak diimbangi dengan skema insentif yang bersahabat. Pendapatan dari ongkos kirim (ongkir) dinilai terlampau murah. Korporasi penyedia aplikasi juga telah menghapus kebijakan bonus harian.

“Dari perusahaan juga kalau dulu ada bonus, 20 orderan kita per harinya ada subsidi dari perusahaan 80 ribu. Tapi sekarang tidak ada lagi, bonusnya sudah hilang,” ujarnya.

Saat ini, para pengemudi ojol di Banda Aceh merasa seperti berdiri di tepi jurang dilema yang tak berujung. Menyerah dan berhenti bekerja berarti membiarkan kebutuhan rumah tangga dan anak-anak telantar. Namun, terus menarik pedal gas pun membuat mereka pusing dengan perhitungan modal yang kerap tekor.

Kebingungan di tingkat tapak ini diperparah oleh regulasi payung hukum tentang ojek online yang dinilai belum rampung dan jelas. Akibatnya, para pengemudi merasa berjalan tanpa arah perlindungan yang pasti.

“Harapannya kita kenaikan harga BBM ini bisa normal lagi. Karena pendapatan kita tidak sesuai dengan pengeluaran,” pungkasnya penuh harap agar kondisi ekonomi dapat kembali stabil.[]

Tags: AcehBanda AcehBBMHargaOjekOjolPertamax
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Zuhri Noviandi

Zuhri Noviandi

Related Posts

HMP KPI UIN Ar-Raniry Gelar Communication Care 2026 di Lamsujen Aceh Besar
News

HMP KPI UIN Ar-Raniry Gelar Communication Care 2026 di Lamsujen Aceh Besar

by SAGOE TV
September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor
News

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

by SAGOE TV
September 11, 2026
67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran
News

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

by SAGOE TV
September 11, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog
News

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

by SAGOE TV
September 11, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan
News

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

by SAGOE TV
September 11, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
FISIP USK Perkuat Jejaring dengan Alumni Chapter Jakarta

FISIP USK Perkuat Jejaring dengan Alumni Chapter Jakarta

September 7, 2026
Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

September 7, 2026
Risnawati Ridwan

Desil di Atas Kertas, Akses Pendidikan dan Kesehatan menjadi Taruhan

September 6, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026
Refleksi Vol. 18 Kru Semangat dan Perjalanan Para Artis Muda

Refleksi Vol. 18 Kru Semangat dan Perjalanan Para Artis Muda

September 7, 2026

EDITOR'S PICK

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora di Pidie

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Kesiapan Yonif TP 857/Gana Gajahsora di Pidie

November 19, 2025
Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

Jejak Persaudaraan Aceh-Banten, Sejarah Lama yang Menguatkan Persatuan Indonesia

August 3, 2026
Dinkes Banda Aceh Sidak Jajanan Sekolah, Pastikan Pangan Aman bagi Pelajar

Dinkes Banda Aceh Sidak Jajanan Sekolah, Pastikan Pangan Aman bagi Pelajar

January 31, 2026
Penerima Zayed Award 2025: Ada Perdana Menteri Barbados hingga Heman Bekele

Penerima Zayed Award 2025: Ada Perdana Menteri Barbados hingga Heman Bekele

February 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.