• Tentang Kami
Thursday, August 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Resep Palsu Pengentasan Kemiskinan

SAGOE TV by SAGOE TV
March 15, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Risman Rachman.

Risman Rachman. Foto: dokumen pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risman Rachman.
CEO aceHBaru Consulting.

“Bung, kami ndak mau tahu apa visi, misi, dan program mereka.”

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

“Apa juga?”

“Kami hanya mau, hapus segera status provinsi miskin. Titik!”

*

Sekilas dialog itu benar. Bagi rakyat, yang mereka mau tahu, tidak ada lagi berita “Aceh Juara Miskin.”

Pemilu 2012 adalah awal politik jualan angka kemiskinan. Pasangan Zikir, dalam dokumen visi, misi dan programnya, menyoroti masih besarnya angka kemiskinan Aceh dibanding rata-rata kemiskinan nasional.

Saat itu angka kemiskinan Aceh 19.48 persen. Sedangkan rata-rata nasional sudah di angka 12.36 persen (September 2011).

Pada Pemilu 2017, pasangan Irwandi – Nova membalas. Dalam dokumen visi-misinya angka kemiskinan Aceh disebut sudah sangat mengkuatirkan (17,11). Masih di atas rata-rata nasional (11.22 persen). Tertinggal jauh dari Sumatera Utara (10.79 persen) dan Sumatera Barat (6.71 persen).

Sejak itulah, media-media dan media sosial lebih tertarik mengangkat judul “Aceh Termiskin di Sumatera.” Judul ini menarik karena mengandung daya pukul terhadap penguasa.

Faktanya, sudah beberapa kali terjadi pergantian gubernur, difinitif atau Plt/Pj, gerak turun angka kemiskinan juga tidak meluncur tajam. Mengapa bisa?

Jawabannya, mata kolektif kita sudah diarahkan oleh elit global untuk hanya melihat angka-angka kemiskinan.

Tertutuplah rahasia kunci menuju Aceh maju, makmur, jaya, dan sejahtera melalui pengelolaan hidup dan kehidupan salah satunya perekonomian sesuai petunjuk Allah dan Rasulmya.

Problemnya bukan pada bagaimana menghapus kemiskinan dan pengangguran melainkan tata laksana hidup yang penuh kasih sayang.

*

Selama ini, mata, pikiran dan perasaan kita, oleh elit global, diajak untuk melihat kemiskinan dari jumlahnya, bahkan hingga kebutuhannya.

Resepnya malah kacau, kebutuhan orang yang di vonis sebagai penyebab kemiskinan. Padahal, fitrah dasar manusia ya makluk yang butuh seiring dengan perkembangan waktu dan masa.

Pada zaman berburu, mereka hanya butuh bertahan hidup dan itu cukup dilakukan dengan berburu dari satu tempat ke tempat yang lain.

Di zaman pertanian, manusia sudah butuh tempat tinggal menetap, status kepemilikan tanah, keamanan wilayah, bahkan pasukan yang siap berperang untuk mempertahankan diri dan wilayah.

Zaman terus berkembang dan kebutuhan juga terus menyesuaikan. Maka, kurang ajar sekali jika penyebab kemiskinan adalah beras, rokok, ikan tomgkol dll.

Mestinya, jika kemiskinan terkait ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup tertentu atau kebutuhan dasar maka yang diperbaiki adalah status “ketidakmampuan” menjadi “berkemampuan.”

Menjadikan rakyat sebanyak-sebanyaknya berkemampuan (terdidik, terampil, punya akses, punya modal, sehat, rajin berusaha, mau berkerja seraya taat dan patuh kepada Tuhannya) itulah core bisnis utama Pemerintah Aceh.

Tugas itu, harus dilakukan secara kolegial dengan berbagai pihak dan melihatkan partisipatif aktif masyarakat dibawah tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Resep Baru
Jika ini resep aslinya maka pendekatan programatiknya (ekonomi dan lainnya) tidak boleh lagi berorientasi jumlah proyek yang mengundang penyusunan kegiatan secara egosektor, dan berujung serapan anggaran dan realisasi fisik.

Ganti dengan programatik yang berorientasi mutu program, di atas visi panjang dan terintegrasi sehingga yang dilihat adalah realisasi outcome dan impact.

Tinggalkan segera asal lantak dalam menyusun proyek tapi ujungnya malah tidak produktif dan tumbuh, abai pada daya dukung anggaran, dan minim nilai tambah.

Segera beralih ke penguatan iklim berusaha dan berinvestasi, perkuat kontribusi swasta dan tarik sebanyak mungkin APBN melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), melalui penguatan skema hilarisasi, jadi tidak harus “bertempurl untuk mewujudkan perpanjangan atau mengabadikan Dana Otsus.

Untuk itu, indikator yang mestinya dipelototin oleh calon pemimpin sejak dini hingga lima tahun ke depan bila terpilih adalah apa program strategis, kualitas itu direncanakan, dan bagaimana direalisasikan.

Juga bagaimana semuanya dipromosikan, disiapkan regulasinya, dan difasilitasi agar mendapatkan pemodalan. Juga bagaimana lobi-lobi dirancang, kebijakan di advokasi, kemitraan dibangun agar ujungnya tumbuh kembang industri yang melibatkan orang banyak bila perlu hingga berbasis keluarga.

Jadi, rakyat tidak dibiarkan sendiri atau berkelompok untuk mendapatkan kerja atau membuat kerja dan negara datang untuk mempajakinya. Kan buat palak kita.[]

Tags: AcehArtikelKemiskinan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Cek Kesehatan Gratis Andalan Menjaga Raga

Cek Kesehatan Gratis Andalan Menjaga Raga

August 17, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

21 Tahun Damai: Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

August 15, 2026
Rita Khathir

Arti Kemerdekaan

August 18, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

August 18, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

August 17, 2026
Ari J. Palawi Praktisi dan Akademisi Seni, Aneuk Mukim Kayee Adang, Banda Aceh

Setelah Damai, Siapa yang Membentuk Kita?

August 17, 2026
Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

Siapa yang Kenyang, Siapa yang Masih Lapar? Refleksi 21 Tahun Perdamaian Aceh

August 15, 2026
SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya

SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya

August 18, 2026
Kericuhan Hari Damai Aceh Dibahas Forkopimda, Persoalan Bendera Bintang Bulan Dibawa ke Mendagri

Kericuhan Hari Damai Aceh Dibahas Forkopimda, Persoalan Bendera Bintang Bulan Dibawa ke Mendagri

August 16, 2026

EDITOR'S PICK

Distan Aceh Besar Laksanakan Vaksinasi 25 Ekor Ternak di Baitussalam

Distan Aceh Besar Laksanakan Vaksinasi 25 Ekor Ternak di Baitussalam

February 5, 2025
Catatan Sagoe: Quo Vadis Aceh dalam Sistem Ekonomi Nasional dan Global

Catatan Sagoe: Quo Vadis Aceh dalam Sistem Ekonomi Nasional dan Global

March 24, 2025
Wagub Aceh Bahas Implementasi MoU Helsinki dengan Sekretariat Negara

Wagub Aceh Bahas Implementasi MoU Helsinki dengan Sekretariat Negara

July 24, 2026
8.000 Mahasiswa Baru USK Ikuti Pakarmaru, Rektor Jadilah Pencipta Perubahan

8.000 Mahasiswa Baru USK Ikuti Pakarmaru, Rektor: Jadilah Pencipta Perubahan

August 10, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.