BANDA ACEH | SAGOE TV – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Dr. Safrizal ZA, menyampaikan tujuh instruksi khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangungan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2027 di Anjong Mon Mata, Kamis (23/4/2026).
Menariknya, Safrizal mengawali arahan dengan mengutip filosofi Sun Tzu: “Know yourself, know your enemy. A thousand battles, a thousand victories.” Kutipan ini digunakan untuk mengingatkan pentingnya strategi matang dalam memenangkan pembangunan di Aceh.
Safrizal memaparkan bahwa “musuh” utama Aceh saat ini adalah inflasi yang mencapai 5,31 persen per Maret 2026. Kondisi ini dipicu gejolak geopolitik global yang berdampak langsung pada kenaikan harga energi dan daya beli masyarakat di daerah.
Selain inflasi, tantangan nyata lainnya adalah angka pengangguran terbuka yang berada di level 5,64 persen, serta perlunya kerja keras dalam menekan angka stunting di tingkat kabupaten/kota.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Safrizal ZA menawarkan resep sukses strategi “ADA” (Availability, Distribution, Affordability). Strategi ini sebelumnya terbukti efektif membawa Bangka Belitung dari provinsi dengan inflasi tertinggi menjadi terendah nasional saat ia menjabat sebagai Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (2023-2024).
Di sisi lain, ia mengajak Pemerintah Aceh mengenali potensi diri melalui bonus demografi. Dengan usia produktif mencapai 64,16 persen dan indeks pembangunan manusia (IPM) di angka 76,23, Aceh dinilai punya modal besar untuk melakukan transformasi ekonomi dan hilirisasi industri.
Dalam tujuh arahan Mendagri yang disampaikannya, Safrizal menekankan agar penurunan stunting menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) Kepala Daerah.
Ia juga mendorong penguatan kemandirian fiskal melalui digitalisasi pajak agar Aceh tidak terus bergantung pada dana transfer pusat.
Instruksi lainnya mencakup percepatan belanja daerah sejak awal tahun, pembangunan infrastruktur tangguh bencana, hingga penyelarasan program daerah dengan visi nasional Asta Cita.
Safrizal juga mewanti-wanti agar Aceh mulai menyiapkan skema pembiayaan alternatif menghadapi transisi penurunan dana Otonomi Khusus (Otsus).
Forum yang digelar Pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh ini diikuti pejabat dari berbagai unsur. Selain pemerintah pusat seperti Kemendagri, Bappenas, dan DPR RI, hadir pula tokoh daerah seperti Sekda Aceh M Nasir, unsur Forkopimda Aceh, DPRA, para kepala SKPA, serta para Bupati dan Wali Kota se-Aceh.
Musrenbang Aceh 2027 yang mengusung tema “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan” ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.[]




















