JAKARTA | SAGOE TV – Menjelang datangnya bulan Ramadhan 1447 Hijriah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mendampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam upaya mempercepat proses impor sapi dan kerbau guna memastikan ketersediaan stok daging bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi meningkatnya permintaan menjelang bulan suci.
Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, ikut mendampingi langsung Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dalam serangkaian pertemuan strategis dengan kementerian terkait di Jakarta, Senin (19/1/2026). Agenda utama kunjungannya melakukan koordinasi tingkat tinggi guna mempercepat proses impor sapi dan kerbau.
“Langkah ini diambil sebagai strategi proaktif Pemerintah Aceh untuk menjamin ketersediaan stok ternak bagi masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging yang biasanya meningkat tajam saat tradisi Meugang dan selama bulan puasa,” ujarnya lewat keterangan tertulis.
Dijelaskannya, delegasi Aceh mengawali agenda dengan menemui Asisten Deputi Tata Niaga dan Perdagangan Pangan Luar Negeri Kemenko Pangan, Lorenta P.K. Siahaan. Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah-langkah teknis untuk memangkas hambatan birokrasi agar distribusi ternak impor bisa segera masuk ke wilayah Aceh.
Selanjutnya, Gubernur dan Kadisperindag Aceh menemui Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso. Pertemuan ini mempertegas komitmen pusat dalam mendukung ketahanan pangan di daerah, terutama pasca bencana yang sempat mengganggu sektor peternakan lokal di Aceh.
Jamin Stok Aman dan Harga Stabil
Kadisperindag Aceh, T. Adi Darma, menyatakan bahwa pengawalan impor ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi konsumen dan menjaga inflasi daerah.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, Disperindag Aceh akan terus memantau dan memastikan rantai pasok ternak ini berjalan lancar. Kami ingin masyarakat Aceh dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan tenang, tanpa perlu khawatir akan kelangkaan daging atau lonjakan harga yang ekstrem,” katanya.
Selain untuk kebutuhan Ramadhan, percepatan impor ini juga diprioritaskan untuk pemulihan sektor pangan pascabencana. Dengan masuknya pasokan ternak baru, diharapkan roda ekonomi di pasar-pasar tradisional Aceh kembali bergairah.
“Melalui langkah diplomasi pangan ini, Pemerintah Aceh berharap ketahanan pangan daerah tetap kokoh, sekaligus memberikan kepastian bagi para pedagang ternak dan masyarakat luas di Bumi Serambi Makkah,” ujarnya. []




















