• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Setelah Empat Pulau Dinyatakan Milik Aceh, Lalu Apa?

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
June 25, 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Setelah Empat Pulau Dinyatakan Milik Aceh, Lalu Apa?
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Kabar baik datang dari ujung barat Sumatra: empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil akhirnya dinyatakan sah sebagai bagian dari wilayah Aceh. Tapi, seperti kata pepatah: kabar baik tak selalu berarti selesai. Justru sebaliknya, ini mungkin adalah awal dari pertanyaan yang lebih penting — Setelah ini, kita mau ke mana?

Pertanyaan itu menggema dalam sebuah forum reflektif bertajuk “Aceh, Sengketa Wilayah, dan Krisis Kepemimpinan Politik”, yang digelar oleh Forum SAGOETV pada Rabu, 25 Juni 2025. Dipandu langsung oleh CEO SAGOETV, Dr. Mukhlisuddin Ilyas, M.Pd, diskusi ini mengumpulkan sembilan tokoh dari lintas latar: politikus, akademisi, jurnalis, ekonom, dan juga eks juru runding GAM.

BACA JUGA

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

Sejak awal, diskusi ini tak basa-basi. Tema yang diangkat bukan hanya hangat, tapi menyentuh nadi persoalan Aceh hari ini: tentang marwah, kepemimpinan, dan masa depan.

Jurnalis senior Adi Warsidi, misalnya, langsung menyorot media yang terlalu cepat memadamkan isu dengan dalih “tak ada potensi konflik.” Ia menegaskan, “Padahal bara dalam sekam itu masih ada. Bisa jadi generasi muda nanti akan menyalahkan kita karena gagal menjaga marwah dan keadilan bagi Aceh.”

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil, mengaku pernah mendapat tekanan politik saat mengangkat isu ini di Senayan. Ia mengingatkan bahwa meski konteksnya dalam satu negara, jika dikelola salah, sengketa empat pulau bisa bernasib seperti Malvinas. “Kuncinya niat baik semua pihak. Kalau tidak, ini bisa jadi api dalam sekam yang lain.”

Dr. Amrizal J Prang, mantan biro hukum Setda Aceh, menyorot masalah struktural: Pemerintah Pusat dianggap terlalu sering mengambil keputusan strategis tanpa berkonsultasi dengan otoritas Aceh, meskipun UUPA jelas-jelas mengamanatkan mekanisme konsultatif. Pembentukan wilayah baru, revisi aturan sektoral, bahkan kebijakan transfer keuangan, semua kerap dilakukan secara sepihak.

Isu revisi UUPA pun ikut dibahas. Forum ini mewanti-wanti agar revisi tak dijadikan sekadar alat transaksional politik. “Jangan sampai UUPA hanya jadi instrumen tawar-menawar elite, tapi tak menyentuh kebutuhan rakyat Aceh yang sesungguhnya.”

Sosiolog UIN Ar-Raniry, Sahlan Hanafiah, mengingatkan bahwa konflik tak selalu muncul karena peta batas. Ketimpangan hukum, rasa kehilangan arah kepemimpinan, dan minimnya harapan dari elite lokal bisa menjadi bom waktu baru. “Kalau pusat terus menarik kewenangan tanpa empati, resistensi bisa tumbuh lagi dengan wajah berbeda.”

Salah satu suara yang menyejukkan datang dari Munawar Liza Zainal, mantan juru runding GAM di Helsinki. Ia mengingatkan agar masyarakat Aceh tidak mudah terjebak dalam narasi saling curiga. “Jangan gampang bilang orang boneka atau pengkhianat. Bahkan aparat TNI/Polri asal Aceh pun sebenarnya punya simpati besar terhadap nasib daerah ini, hanya saja mereka dibatasi oleh aturan dinas.”

Raihal Fajri dari Katahati Institut mengangkat soal branding. Aceh, menurutnya, punya potensi menjadi magnet seperti Bali. “Tapi seringkali Aceh tersudut hanya karena satu-dua kasus yang viral. Padahal secara umum, Aceh lebih damai.”

Forum ini juga menyoroti pentingnya peran komunitas sipil dan netizen. Di tengah keterbatasan aktor formal, kontrol publik dan narasi positif harus tetap hidup. Komunitas seperti PES, sebut salah satu pembicara, perlu diperkuat sebagai penjaga nalar publik dan kebijakan strategis.

Sebagai penutup, forum merumuskan empat rekomendasi penting:

  1. Aceh butuh kesatuan sikap, bukan saling sikut menghadapi kebijakan pusat.

  2. Revisi UUPA jangan dijadikan alat politik transaksional.

  3. Keadilan hukum dan kekhususan Aceh harus ditegakkan sesuai amanat UUPA.

  4. Perwakilan Aceh di pusat harus lebih vokal dan berani menjaga kepentingan rakyat, bukan hanya menjaga citra partai.

Empat pulau itu mungkin sudah “kembali” ke Aceh. Tapi pertanyaan yang lebih besar masih menunggu jawaban: Apakah Aceh siap menjaga rumahnya sendiri?

simak berikut link lengkapnya :

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital
News

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus untuk Hadapi Dunia Kerja Digital

by SAGOE TV
June 4, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas
News

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

by SAGOE TV
June 4, 2026
Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian
News

Pendaki Asal Aceh Utara Hilang di Gunung Seulawah, Tim SAR Perluas Area Pencarian

by SAGOE TV
June 4, 2026
Mualem Terima Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional 2028 hingga Tambang Ilegal
News

Mualem Terima Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional 2028 hingga Tambang Ilegal

by SAGOE TV
June 4, 2026
Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Juara Umum Catalyst Future Competition X Asia
News

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Juara Umum Catalyst Future Competition X Asia

by SAGOE TV
June 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

UIN Ar-Raniry Terjunkan 112 Mahasiswa ke Lokasi Banjir Pidie Jaya dan Bireuen

UIN Ar-Raniry Terjunkan 112 Mahasiswa ke Lokasi Banjir Pidie Jaya dan Bireuen

December 24, 2025
Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

May 9, 2026
Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Pulih Bertahap Pascabanjir, Distribusi Obat Masih Manual

Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Pulih Bertahap Pascabanjir, Distribusi Obat Masih Manual

January 18, 2026
Warga Tenggulun Aceh Tamiang Tuntut Pengembalian Lahan APL

Warga Tenggulun Aceh Tamiang Tuntut Pengembalian Lahan APL

February 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.