KARAWANG | SAGOE TV – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia kembali berhasil mencapai swasembada pangan, dalam acara Panen Raya Nasional yang digelar di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Dalam sambutannya di hadapan para gubernur, bupati, pimpinan BUMN, asosiasi pertanian, serta kelompok tani dari berbagai daerah, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi kedaulatan bangsa. Ia menyebut tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika kebutuhan pangannya masih bergantung pada bangsa lain.
“Tidak mungkin sebuah bangsa berdiri tegak dan merdeka kalau makan rakyatnya tergantung pada impor,” tegas Presiden.
Presiden menyampaikan rasa bangganya terhadap capaian swasembada pangan yang berhasil diraih lebih cepat dari target, yakni hanya dalam waktu satu tahun sejak dirinya dilantik. Padahal sebelumnya, pemerintah menargetkan pencapaian tersebut dalam empat tahun.
Menurut Presiden, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja kolektif seluruh elemen bangsa, khususnya petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta jajaran Kementerian Pertanian. Ia menekankan bahwa petani merupakan pilar utama sejarah dan kemerdekaan Indonesia, bahkan sejak masa perjuangan kemerdekaan.
“Petani adalah kelompok yang paling setia dan paling merah putih di republik ini. Tanpa petani, kita tidak akan pernah merdeka,” ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti kebocoran pengelolaan sumber daya alam yang selama puluhan tahun menyebabkan kekayaan negara tidak sepenuhnya dinikmati rakyat. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi, menindak pelanggaran hukum, serta menyita lahan dan tambang ilegal demi memastikan kekayaan negara kembali ke tangan rakyat.
Presiden mengungkapkan, hingga saat ini pemerintah telah menyita jutaan hektar kebun sawit ilegal serta menindak ratusan tambang ilegal yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.
Tak hanya soal pangan, Presiden Prabowo juga menyampaikan visi besar kemandirian energi nasional. Menurutnya, sektor pertanian mampu menjadi sumber energi alternatif melalui pengolahan kelapa sawit, singkong, dan tebu menjadi bioenergi.
Selain itu, pemerintah menargetkan penurunan harga pupuk, benih, dan pakan ternak guna meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Presiden berharap keberhasilan swasembada pangan menjadi pintu masuk bagi kebangkitan ekonomi desa serta peningkatan kualitas hidup anak-anak petani di masa depan.
“Prestasi terbesar saya sebagai presiden adalah ketika harga pangan turun dan rakyat kecil bisa hidup lebih sejahtera,” katanya.
Menutup sambutannya, Presiden Prabowo memberikan penghormatan khusus kepada seluruh insan pertanian Indonesia yang telah berjuang mewujudkan swasembada pangan. Ia menyebut capaian ini sebagai tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dan bukti bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri. []




















