PIDIE JAYA | SAGOE TV – Deru mesin ekskavator nyaris tak berhenti terdengar di alur sungai yang membentang antara Desa Dayah Usen dan Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Tiga unit eskavator capit bantuan Presiden Republik Indonesia dikerahkan untuk mempercepat pemulihan wilayah pasca banjir dengan membersihkan gelondongan kayu dan sedimentasi yang selama ini menyumbat aliran sungai, Selasa (6/1/2025).
Keberadaan alat berat tersebut dinilai sangat krusial. Material kayu dan lumpur yang menumpuk akibat banjir secara bertahap berhasil diangkat, sehingga alur sungai yang sempat tersumbat kini kembali terbuka. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat, dengan aliran air yang kembali lancar dan risiko banjir susulan yang berangsur menurun.
Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menyatakan bantuan alat berat dari Presiden RI memberikan dampak signifikan dalam percepatan penanganan pascabanjir di Pidie Jaya.
“Alhamdulillah, tiga ekskavator capit bantuan Presiden RI bekerja maksimal. Pembersihan gelondongan kayu dan sedimentasi sungai berjalan efektif, dan hasilnya sudah terlihat. Ini menjadi langkah penting untuk mencegah banjir susulan serta mempercepat pemulihan wilayah,” ujarnya.
Selain pengerahan alat berat, puluhan personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda juga terus bekerja di lapangan. Satgas tersebut terdiri atas prajurit Kodim 0102/Pidie, Yon Armed 17/RC, Yonif TP 857/GG, serta Yon Zipur 16/DA yang menyisir kawasan terdampak banjir.
Dengan semangat kemanusiaan, para prajurit bahu-membahu membersihkan lumpur, puing-puing, serta sisa material banjir di pemukiman warga dan fasilitas umum. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Letkol Inf Abdul Hadi menambahkan, sinergi antar satuan dalam Satgas Gulbencal menjadi kekuatan utama dalam penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
“Personel Satgas Gulbencal TNI bekerja tanpa kenal lelah. Fokus kami tidak hanya pada normalisasi sungai, tetapi juga pemulihan fasilitas umum dan rumah warga agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal,” katanya.
Hingga kini, kolaborasi lintas satuan TNI di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda terus menunjukkan hasil bertahap. Sejumlah fasilitas umum seperti jalan desa, sekolah, masjid, meunasah, hingga rumah warga yang sebelumnya tertimbun lumpur mulai dibersihkan dan kembali difungsikan.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat pemulihan fisik wilayah terdampak, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga yang tengah bangkit dari bencana. Meski tantangan masih dihadapi, terutama kondisi cuaca dan sisa material banjir di beberapa titik, Satgas Gulbencal memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat, Kabupaten Pidie Jaya diharapkan dapat segera pulih pasca banjir serta kembali menggerakkan roda kehidupan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. []



















