• Tentang Kami
Saturday, September 26, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

21 Tahun Damai Aceh, Tim Kajian MoU Helsinki dan UUPA Serap Aspirasi Aceh Tenggara

SAGOE TV by SAGOE TV
September 26, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
21 Tahun Damai Aceh, Tim Kajian MoU Helsinki dan UUPA Serap Aspirasi Aceh Tenggara

Tim Kajian MoU Helsinki dan UUPA Serap Aspirasi Aceh Tenggara. Foto: dok. LWN

Share on FacebookShare on Twitter

KUTACANE | SAGOE TV – Setelah 21 tahun perdamaian Aceh, Tim Kajian Implementasi Nota Kesepahaman Helsinki (MoU Helsinki) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) Lembaga Wali Nanggroe menyerap aspirasi Kabupaten Aceh Tenggara terkait pelaksanaan MoU Helsinki dan UUPA.

Penjaringan aspirasi tersebut dilakukan melalui dialog strategis antara Tim Kajian MoU Helsinki dan UUPA dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara di Kantor Bupati Aceh Tenggara, Jumat, 25 September 2026.

BACA JUGA

Arskal Salim Tekankan 5 Pilar Kampus Hadapi Gen Z dan Gen Alpha di UIA

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi: Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

Pertemuan itu merupakan bagian dari penjaringan aspirasi di berbagai kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga strategis, dan unsur masyarakat untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan, tantangan, serta implementasi MoU Helsinki dan UUPA setelah lebih dari dua dekade perdamaian Aceh.

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris menyebutkan, Tim Kajian dipimpin Prof. Syahrizal Abbas selaku ketua, didampingi Mohammad Raviq, Ridwan Hadi, dan Dr. Muhammad Ridwansyah. Turut hadir unsur Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe.

Dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara hadir Muhammad Ridwan, M.M., Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat mewakili Bupati Aceh Tenggara; Kepala Badan Kesbangpol Ahmad Yani, M.Ag.; Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Tenggara Kasri Selian; serta sejumlah pejabat terkait.

Prof. Syahrizal Abbas menegaskan bahwa kunjungan Tim Kajian bukan untuk mengevaluasi kinerja pemerintah kabupaten, melainkan mendengar langsung pengalaman, persoalan, kebutuhan, dan aspirasi daerah terkait pelaksanaan MoU Helsinki dan UUPA.

“Setelah lebih dari dua puluh tahun perdamaian, kita perlu melihat sejauh mana MoU Helsinki dan UUPA telah memberikan ruang yang nyata bagi daerah untuk membangun sesuai karakter dan kebutuhannya. Perdamaian harus terus kita jaga, tetapi juga harus menghadirkan keadilan pembangunan dan kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sagoe TV.

Aspirasi tersebut akan dipadukan dengan hasil kunjungan Tim Kajian ke berbagai daerah untuk dirumuskan menjadi rekomendasi kepada Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haythar sebagai bahan komunikasi strategis dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

Salah satu isu utama yang mengemuka adalah perlunya memperkuat sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Pusat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menyampaikan keterbatasan kapasitas fiskal daerah serta perlunya perhatian yang lebih proporsional terhadap kebutuhan pembangunan daerah, dengan mempertimbangkan kondisi geografis, struktur ekonomi, kawasan konservasi, konektivitas, serta sektor pertanian dan perkebunan.

Persoalan konektivitas turut menjadi perhatian, terutama peningkatan akses jalan yang menghubungkan Aceh Tenggara dengan Gayo Lues, Karo, Langkat/Bahorok, Subulussalam, serta alternatif Muara Situlen-Gelombang.

Peningkatan konektivitas dinilai penting bagi distribusi hasil pertanian, mobilitas masyarakat, penurunan biaya logistik, akses pelayanan publik, investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi.

Persoalan pertanahan, kehutanan, serta pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) juga menjadi pembahasan. Sebagian wilayah Aceh Tenggara bersinggungan dengan kawasan hutan dan konservasi sehingga membutuhkan keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan penyediaan ruang ekonomi masyarakat.

Peserta mengharapkan pengelolaan TNGL semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, dan masyarakat lokal. Konservasi perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi, kepastian batas kawasan, serta manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan ketahanan pangan juga dinilai memiliki potensi besar. Forum membahas peningkatan produktivitas, optimalisasi irigasi, penguatan kelembagaan petani, kepastian pasar, serta pengembangan industri pengolahan.

Komoditas kakao mendapat perhatian untuk didorong tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga hilirisasi sehingga nilai tambah ekonominya lebih banyak dinikmati masyarakat Aceh Tenggara.

Pertemuan turut membahas penguatan hubungan Lembaga Wali Nanggroe dengan Majelis Adat Aceh di tingkat kabupaten. Ketua MAA Aceh Tenggara Kasri Selian berharap komunikasi dan koordinasi kelembagaan semakin diperkuat melalui forum bersama serta keterlibatan dalam pembahasan kebijakan adat dan budaya.

Kemajemukan etnis, bahasa, agama, dan budaya masyarakat Aceh Tenggara dipandang sebagai modal sosial yang perlu terus dirawat untuk menjaga perdamaian dan menciptakan iklim pembangunan yang kondusif.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga mengusulkan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Tenggara untuk memperkuat pencegahan, edukasi, koordinasi, dan penanganan persoalan narkotika. Aspirasi tersebut dicatat Tim Kajian untuk menjadi bagian dari rekomendasi kepada pihak terkait.

Staf Khusus Wali Nanggroe Urusan Diplomasi dan Kerja Sama Luar Negeri, Mohammad Raviq, mengatakan implementasi MoU Helsinki dan UUPA perlu dilihat tidak hanya dari perspektif regulasi, tetapi juga dari hasil nyata pembangunan.

“MoU Helsinki tidak boleh berhenti sebagai dokumen sejarah yang berhasil mengakhiri konflik. Dua puluh satu tahun perdamaian harus kita transformasikan menjadi pembangunan, kesempatan ekonomi, konektivitas, pendidikan, penguatan adat dan budaya, serta kesejahteraan yang dirasakan masyarakat sampai ke daerah,” kata Raviq.

Menurutnya, Aceh Tenggara memiliki posisi strategis karena menghadapi kebutuhan menjaga keseimbangan antara konservasi lingkungan, ruang ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan nilai tambah sektor pertanian.

“Aceh Tenggara jangan hanya dipandang dari letak geografisnya, tetapi harus ditempatkan sebagai salah satu wilayah strategis dalam peta pembangunan Aceh, terutama pada ketahanan pangan, pertanian bernilai tambah, konektivitas, pariwisata berbasis alam dan budaya, serta pembangunan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Tim Kajian selanjutnya akan menganalisis seluruh masukan tersebut bersama hasil kunjungan ke kabupaten/kota lainnya.

Rekomendasi akan diarahkan pada penguatan sinkronisasi pembangunan Kabupaten–Provinsi–Pusat, peningkatan konektivitas, pengelolaan TNGL dan kehutanan, persoalan pertanahan, efektivitas Otonomi Khusus, penguatan ekonomi berbasis pertanian, kelembagaan adat, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan komitmen memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan Lembaga Wali Nanggroe dalam mendorong implementasi MoU Helsinki dan UUPA serta pembangunan yang adil sesuai karakter dan kebutuhan Aceh Tenggara.

Tags: Aceh TenggaraAspirasiKutacaneMoU HelsinkiUUPAWali Nanggroe
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Arskal Salim Tekankan 5 Pilar Kampus Hadapi Gen Z dan Gen Alpha di UIA
News

Arskal Salim Tekankan 5 Pilar Kampus Hadapi Gen Z dan Gen Alpha di UIA

by SAGOE TV
September 26, 2026
Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi Layani Mahasiswa, Jangan Persulit
News

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi: Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

by SAGOE TV
September 25, 2026
Kasus Aborsi di Banda Aceh Terungkap, Polisi Tangkap 3 Pelaku Termasuk Seorang Bidan
News

Kasus Aborsi di Banda Aceh Terungkap, Polisi Tangkap 3 Pelaku Termasuk Seorang Bidan

by SAGOE TV
September 25, 2026
Pemuda Aceh Abdullah Syahira Antoni Terpilih Jadi Delegasi Indonesia di SSEAYP 2027
News

Pemuda Aceh Abdullah Syahira Antoni Terpilih Jadi Delegasi Indonesia di SSEAYP 2027

by SAGOE TV
September 25, 2026
Dari Konflik ke Damai, Wali Nanggroe Bawa Pelajaran Aceh ke Forum Dunia
News

Dari Konflik ke Damai, Wali Nanggroe Bawa Pelajaran Aceh ke Forum Dunia

by SAGOE TV
September 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

September 23, 2026
Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi: Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

September 25, 2026
Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

September 24, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026
Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

Literasi dan Apresiasi Seni: Menghidupkan yang Nyaris Terbiasa Dilupakan

March 27, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

September 15, 2026
FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

September 23, 2026
Aceh Raih Peringkat Keempat MTQ Nasional 2026, Dek Fadh Beri Bonus Rp200 Juta untuk Kafilah

Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Lengkap Para Juara

September 23, 2026

EDITOR'S PICK

Sepeda Lipat dan Berkebun Bunga saat Pandemi? Kalau Aku sih Yess!!!

Sepeda Lipat dan Berkebun Bunga saat Pandemi? Kalau Aku sih Yess!!!

March 24, 2025
Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Pulih Bertahap Pascabanjir, Distribusi Obat Masih Manual

Instalasi Farmasi RSUD Aceh Tamiang Pulih Bertahap Pascabanjir, Distribusi Obat Masih Manual

January 18, 2026
Buatkan judul berita yang menarik dan mengandung seo tentang: Sagoe TV Salurkan Donasi Dermawan ke Pidie Jaya-Bireuen, Tempuh Medan Lumpur Tempuh Medan Lumpur, Sagoe TV Salurkan Donasi Dermawan ke Pidie Jaya-Bireuen

Tempuh Medan Lumpur, Sagoe TV Salurkan Donasi Dermawan ke Pidie Jaya-Bireuen

December 12, 2025
Menag Luncurkan Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, Rektor UIN Ar-Raniry: Kado Istimewa bagi Bangsa Indonesia

Menag Luncurkan Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, Rektor UIN Ar-Raniry: Kado Istimewa bagi Bangsa Indonesia

August 17, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.