DARUSSALAM | SAGOE TV – Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan santunan pendidikan senilai Rp25 juta kepada lima mahasiswa korban bencana yang kehilangan orang tua. Selain bantuan tunai, USK juga membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulus, sebagai bentuk kepedulian agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi.
Rektor USK, Prof. Marwan, menyampaikan rasa syukur atas dukungan dan perhatian berbagai pihak yang turut membantu mahasiswa terdampak bencana. Ia mengatakan bantuan yang disalurkan berasal dari kerja sama dengan Rumah Amal Masjid Jamik serta dukungan sejumlah unit di lingkungan USK.
Menurutnya, pendataan mahasiswa terdampak bencana menjadi langkah penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas kepedulian banyak pihak yang telah membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya mereka yang kehilangan orang tua. Bantuan ini sangat berarti, terutama untuk membantu kebutuhan pendidikan,” ujar Marwan dikutip Ahad (8/2/2026).
Selain menerima santunan, kata Rektor USK, mahasiswa tersebut juga kami bebaskan dari kewajiban pembayaran UKT hingga menyelesaikan studi.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mahasiswa dan memotivasi mereka untuk tetap semangat menyelesaikan studi,” ujarnya.
Marwan berkata USK terus melakukan pendataan terhadap mahasiswa terdampak dari berbagai kategori guna memastikan tidak ada yang terlewat dari perhatian. USK berkomitmen untuk membantu sesuai kemampuan yang dimiliki demi kelanjutan kuliah mahasiswa.
Lima Mahasiswa Terima Rp5 Juta per Orang
Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK Tedy Kurniawan Bakri menyampaikan, dana peduli bencana disalurkan sesuai amanah para donatur. Pada tahap ini, bantuan diberikan kepada lima mahasiswa dengan total Rp25 juta atau masing-masing Rp5 juta per mahasiswa.
“Dana yang terkumpul kami salurkan sesuai dengan peruntukannya, dengan fokus membantu mahasiswa USK yang terdampak bencana, khususnya yang kehilangan orang tua. Kami berharap bantuan ini dapat membantu keberlanjutan studi mereka,” ujarnya. []



















