• Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Aza Khiatun Nisa: Tak Mau Wisuda Sebelum Jelajahi Seluruh Negeri

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
April 8, 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Aza Khiatun Nisa: Tak Mau Wisuda Sebelum Jelajahi Seluruh Negeri
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Seorang gadis muda asal Padang, Aza Khiatun Nisa, menarik perhatian publik lewat misinya yang tak biasa: ia bertekad tidak akan mengikuti wisuda sebelum menuntaskan petualangan keliling seluruh Indonesia. Dalam perjalanannya kali ini, Aza menyambangi Aceh untuk pertama kalinya dan langsung jatuh cinta pada pesona Tanah Rencong.

“Ini pertama kalinya aku ke Aceh, dan sumpah… aku langsung jatuh cinta,” ujar Aza menjawab pertanyaan dalam wawancara podcast bertajuk “Aza dan Misi Jelajah Negeri Sebelum Wisuda”, tayangan Sagoetv, Senin (0704/2025) dipandu oleh Host Juliana.

BACA JUGA

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis

Mahasiswi filsafat yang saat ini berdomisili di Yogyakarta tersebut mengaku bahwa Aceh memberikan kesan mendalam. “Aceh itu seperti halaman terakhir dari sebuah buku cerita petualangan. Tapi bukan berarti tamat justru ini seperti awal baru,” katanya.

Ia menyebut suasana Aceh sebagai kombinasi unik antara kekayaan sejarah, nuansa religius yang hangat, dan keindahan alam yang memukau. “Pas sampai di Sabang, aku cuma bisa diem. Lautnya tuh… kayak lukisan hidup,” ungkap Aza yang juga sempat menikmati kopi Ulee Kareng dan berjalan sore di pinggir pantai Lampuuk.

Lebih dari sekadar pelesiran, Aza menyebut perjalanannya sebagai bentuk syukur dan penghargaan terhadap tanah air. “Aku ingin kenal Indonesia lebih dalam, dari ujung ke ujung. Biar nanti pas wisuda, aku tahu benar tanah air yang aku cintai ini,” ujarnya.

Meski aktif sebagai traveler, Aza juga menjalani profesi sebagai konsultan sosial untuk proyek-proyek CSR di berbagai desa. Ia juga mengelola usaha travel Kentawa Travel bersama temannya, dengan fokus pada destinasi budaya otentik, khususnya ke Mentawai.

Baca Juga:  USK Perketat Pengawasan UTBK SNBT, Antisipasi Kecurangan

“Setiap perjalanan harus menghasilkan sesuatu: entah uang, pengalaman, atau pengetahuan,” tegasnya.

Menurut Aza, budaya Mentawai bukan hanya menarik dari sisi visual seperti tato dan pakaian adat, tetapi lebih pada cara hidup dan keterhubungan dengan alam. “Banyak tamu kami yang merasa dapat ‘aha moment’ setelah berinteraksi langsung dengan masyarakat Mentawai,” ujarnya.

Ia juga menyebut Pulau Siberut sebagai wilayah yang masih mempertahankan adat dan tradisi Mentawai secara utuh. Aza berharap ke depannya bisa membuat dokumentasi atau digital storytelling tentang kehidupan mereka.

Saat ditanya tentang fenomena kabur aja dulu yang kini ramai di media sosial, Aza menjawab, “Buatku itu bisa jadi dua hal: self-discovery atau pelarian dari kenyataan. Tapi yang jelas, sekarang ini sudah seperti kampanye—bahkan akademisi juga mulai membahasnya.”

Ia menambahkan bahwa ada perbedaan jelas antara traveling untuk eksplorasi dan pelarian. “Kalau bawa koper besar dua biji, itu mungkin bukan jalan-jalan biasa ya,” ujarnya sambil tertawa.

Usai dari Aceh, Aza berencana melanjutkan perjalanannya ke Malaysia dalam rangka sebuah proyek sosial. Ia juga bermimpi untuk melanjutkan studi ke luar negeri, terutama ke negara-negara asal filsafat seperti Inggris, Prancis, atau Jerman.

“Aku ingin kuliah ke luar negeri. Karena ambil filsafat, ya pengennya ke tempat asalnya. Jadi kalau dibilang ‘kabur’, ya aku kabur sekalian kuliah,” kata Aza sembari tertawa.

Sebagai perempuan yang melakukan solo traveling, Aza mengaku belum pernah mengalami pengalaman tidak menyenangkan. “Alhamdulillah, aku belum pernah dirasisin selama perjalanan. Tapi ya itu, kita juga harus tahu diri dan tahu tempat,” katanya.

Menariknya, Aza juga membuka rumahnya di Padang bagi para backpacker perempuan sebagai bentuk solidaritas dan pertukaran budaya. “Aku percaya, kebaikan itu akan berputar,” ujarnya.

Baca Juga:  KKJ Aceh Kecam Penganiayaan Jurnalis di Pidie Jaya

Dalam kunjungannya ke Aceh, Aza hanya menghabiskan sekitar Rp700 ribu untuk perjalanan ke Sabang dan Rp500 ribu di Banda Aceh. Biaya tertinggi berasal dari tiket pesawat, yang ia siasati dengan menggunakan aplikasi Trip.com dari Hongkong.

Menurutnya, aplikasi tersebut menawarkan harga lebih murah, terutama untuk penerbangan internasional. “Ini bisa banget jadi konten edukasi buat para traveler hemat,” sarannya.

Meski tidak tergabung dalam komunitas formal, Aza aktif di grup Facebook Backpacker Indonesia. Ia mengaku banyak mendapatkan inspirasi, informasi, dan bahkan relasi dari komunitas tersebut.

“Dulu aku mulai dikenal sebagai konsultan juga karena personal branding. Banyak orang lupa, relasi itu bukan cuma soal kenal, tapi gimana kita menunjukkan diri dan karya kita secara konsisten,” pungkasnya. []

 

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite
News

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

by SAGOE TV
May 1, 2026
Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis
News

Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis

by SAGOE TV
May 1, 2026
Realisasi APBA Capai Rp5,5 Triliun per Agustus 2025, Pemerintah Aceh Optimistis Target Tercapai
News

Rp2,7 Triliun Terserap! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen hingga April

by SAGOE TV
May 1, 2026
Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana
News

Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana

by SAGOE TV
May 1, 2026
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni
News

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

by SAGOE TV
May 1, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

April 24, 2026
Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

April 25, 2026
Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025

EDITOR'S PICK

Mendikdasmen di Munas IKAPI PR Siswa Harus Mengajak Membaca dan Menulis, Bukan Sekadar Mengerjakan Soal

Mendikdasmen di Munas IKAPI: PR Siswa Harus Mengajak Membaca dan Menulis, Bukan Sekadar Mengerjakan Soal

November 21, 2025

Dinamika Profesi Pekerja Sosial Profesional

March 24, 2025
Buka Puasa di Rumah Korban Konflik Aceh, Mualem Serahkan Bantuan ke Warga

Buka Puasa di Rumah Korban Konflik Aceh, Mualem Serahkan Bantuan ke Warga

March 20, 2025
Kemenag Aceh Kerahkan Relawan Bersihkan Masjid dan Madrasah Terdampak Banjir

98 Persen Masjid dan Musala Terdampak Banjir di Aceh Kembali Berfungsi

February 8, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.