• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Dari Pembangunan Konvensional ke Pembangunan Berkelanjutan

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
April 14, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Word Summit on Sustainable Development atau KTT Bumi dilaksanakan di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tanggal 26 Agustus hingga 4 September 2002. Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari 191 negara dan 109 kepada negara. Termasuk Presiden Republik Indonesia, Megawati, hadir pada waktu itu.

Dalam bukunya Emil Salim, Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi, turut menjelaskan apa pentingnya Presiden Megawati hadir dalam pertemuan tersebut. Ada sejumlah catatan Emil Salim terkait pertemuan tersebut (Salim, 2010). Pertama, pertemuan Johannesburg memusatkan diri pada pola pembangunan berkelanjutan (sustainable development) untuk menggantikan pembangunan konvensional. Jika dihitung pada 2002, sudah sampai 50 tahun pembangunan konvensional yang nyatanya hanya berhasil meningkatkan 20 persen dari jumlah penduduk bumi. Sedangkan 80 persen jumlah penduduk yang tersebar di negara berkembang berkubang dalam kemiskinan.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Ada satu hal dikritisi terkait konsep pembangunan yang menekankan pada ekonomi semata disertai kemerosotan lingkungan hidup global, tercermin pada menciutnya hutan, erosi tanah, mencemarnya lautan, dan polusi udara. Masalah lingkungan sudah mengacaukan iklim bumi, dan menaikkan permukaan laut yang menenggelamkan pulau-pulau, termasuk pulau-pulau di Indonesia.

Kedua, pola pembangunan konvensional yang disepakati untuk dirombak menjadi pembangunan berkelanjutan dengan mengintegrasikan unsur ekonomi, sosial, dan lingkungan. Interaksi ketiga unsur ini secara sadar diperhitungkan dalam perencanaan, kebijakan, dan proses pembangunan. Kesadaran integrasi ini, dalam konteks pembangunan sosial ditujukan untuk memberantas kemiskinan struktural (ketiadaan akses pendapatan, masalah lapangan kerja, air minum, jasa energi, permukiman, fasilitas Kesehatan, pendidikan, dan lain-lain). Sisi pembangunan ekonomi harus mengubah pola produksi dan pola konsumsi yang tidak menopang pembangunan berkelanjutan, terutama penggunaan energi yang tidak efisien dan mencemarkan, penggunaan SDA secara boros, konsumsi yang perlu diarahkan untuk daur ulang bahan kemasan. Sedangkan sisi lingkungan, penyelamatan dan perlindungan ekosistem diarahkan agar mampu dalam menopang proses pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga:  Menjalin Kebersamaan di Tepian Senja Golden Sunset Resort, Kajhu

Ketiga, catatan pertemuan Johannesburg yang ingin melanjutkan semangat Bali yang menekankan rencana aksi. Apalagi setelah pertemuan para kepala pemerintahan di Rio de Janeiro tahun 1992, telah berlangsung sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang membahas masalah perdagangan di Doha (Qatar), masalah keuangan di Monterey (Meksiko), masalah pangan di Roma (Italia), masalah anak-anak di New York (AS). Pertemuan Johannesburg dibayangkan sebagai penutup dari rangkaian pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan selama 10 tahun pasca Rio.

Presiden Megawati sendiri turut mendapat kesempatan berbicara pada waktu itu, dengan menegaskan pentingnya kesepakatan politik bagi pembangunan berkelanjutan. Dan sebagaimana tujuan pertemuan ini, untuk mengevaluasi pelaksanaan Agenda 21 dari hasil dari KTT Rio, pertemuan ini juga strategis dalam menyusun kepentingan pembangunan sesudahnya.

Ada tiga dokumen penting yang dihasilkan dari KTT Johannesburg, yakni: pertama, Johannesburg Declaration for Sustainable Development, yang dasarnya semacam deklarasi politik sekaligus kesepakatan para pemimpin negara dan pemerintahan terkait kesiapan bertanggung jawab dalam pembangunan berkelanjutan. Kedua, Johannesburg Plan of Implementation untuk menyukseskan Agenda 21 setelah 2002 hingga 10 tahun sesudahnya. Ketiga, Partnership Document, berisi Kerjasama para pemangku kepentingan internasional untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

Pasca Johannesburg sendiri, kenyataannya tidak lantas semua masalah selesai dan tuntas. Kerusakan lingkungan tidak berhenti dan untuk kondisi perubahan iklim, malah semakin nyata dan menjadi-jadi. Gagasan membahas kondisi ini dilakukan, termasuk dalam Pertemuan Bali Tahun 2007. Kondisi ini menggambarkan bahwa setiap konsensus tentang lingkungan harus terus-menerus dievaluasi dalam rangka mendapatkan pemahaman bagi pembangunannya pada masa depan.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Senin, 14 April 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaKonvensionalLingkungan HidupPembangunanPembangunan Berkelanjutan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Aksi Heroik Siswa SD di Nagan Raya Panjat Tiang Bendera, Bupati Apresiasi

Aksi Heroik Siswa SD di Nagan Raya Panjat Tiang Bendera, Bupati Apresiasi

August 17, 2025
Singapura Tawarkan Teknologi Pengolahan Limbah ke Aceh, Ini Kata Wali Nanggroe

Singapura Tawarkan Teknologi Pengolahan Limbah ke Aceh, Ini Kata Wali Nanggroe

August 22, 2025
Kakanwil Kemenag Aceh Paparkan Persiapan Penyelenggaraan Haji ke Komisi VIII DPR RI

Kakanwil Kemenag Aceh Paparkan Persiapan Penyelenggaraan Haji ke Komisi VIII DPR RI

April 29, 2025
sulaiman tripa

Malam Puasa 18, Menjaga dari Kerakusan

March 17, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.