• Tentang Kami
Saturday, August 1, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menyalakan Jalan Pulang bagi Kebudayaan Aceh

Catatan Mantan Pelaksana Program Dana Indonesiana 2022

SAGOE TV by SAGOE TV
May 23, 2025
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Menyalakan Jalan Pulang bagi Kebudayaan Aceh

Ilustrasi. (AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi

Aceh adalah tanah yang dipenuhi oleh warisan budaya, tapi warisan itu sering dibiarkan menunggu di ambang perhatian. Di tengah banyaknya ekspresi, narasi, dan nilai tradisi yang hidup dalam masyarakat, posisi Aceh dalam Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) nasional masih tergolong rendah. Ini bukan sekadar soal peringkat, melainkan cerminan jarak antara kekayaan yang dimiliki dan keberpihakan yang nyata dalam kebijakan.

BACA JUGA

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

Kini, hadir kembali sebuah ruang yang patut kita sambut secara kolektif, bijak, dan menyeluruh: Program Dana Indonesiana 2025. Program ini bukan sekadar tentang anggaran atau proyek, tapi tentang bagaimana negara memberi ruang pada masyarakat untuk bicara dan bekerja atas nama kebudayaan yang mereka hidupi.

Sebagai salah satu pelaksana program Dana Indonesiana tahun 2022, saya tahu bahwa proses itu bukanlah perkara teknis semata. Ketika menjalankan program Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro (DKPM), saya menyaksikan betapa kebudayaan adalah ruang perjumpaan: antara generasi, antara ingatan dan masa kini, antara suara yang nyaris padam dan semangat yang ingin menyalakan kembali. Kebudayaan bukan hanya sesuatu yang disimpan di rak arsip, tetapi yang hidup di dapur-dapur, ladang, panggung, masjid, dan ruang-ruang warga.

Aceh Tidak Kekurangan Warisan, yang Dibutuhkan Adalah Ruang dan Kesempatan

Dana Indonesiana 2025 adalah upaya negara untuk membuka ruang itu. Melalui kebijakan yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan 2025–2045, program ini menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan adalah tugas bersama, antara negara dan masyarakat. Namun program sebaik apa pun tak akan berarti jika tidak kita sambut dengan niat baik, kesiapan, dan keberanian untuk mencoba.

Sayangnya, jumlah proposal dari Aceh dalam pelaksanaan Dana Indonesiana sebelumnya masih terbilang sedikit. Bukan karena kita tidak punya gagasan, tapi mungkin karena masih ada rasa ragu, terbatasnya akses informasi, atau kebiasaan menunggu. Saatnya pola ini diubah. Kita tidak perlu menunggu sempurna. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai dengan gagasan yang jujur, berakar, dan relevan.

Apa Saja yang Bisa Diusulkan?

Inisiatif bisa berangkat dari hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan:

• Bahasa Ibu yang Terancam Punah
Misalnya, bahasa Devayan di Simeulue atau Jamee di pantai Barat-Selatan. Dokumentasi, pelatihan bahasa, dan penguatan fungsi sosial bahasa lokal adalah bentuk pemulihan identitas.

• Regenerasi Seniman Tradisi
Banyak maestro tarian, sastra lisan, dan musik tradisi di Aceh menua tanpa sempat mentransfer ilmunya. Ini bukan sekadar kehilangan keterampilan, tapi kehilangan cara kita memandang dunia. Lokakarya, residensi, dan dokumentasi hidup adalah langkah sederhana namun berdampak besar.

• Pemetaan Lanskap Budaya dan Ruang Sakral
Gunong, meunasah, taman pemakaman kuno, aliran sungai yang diyakini sakral, semua ini menyimpan jejak dan narasi lokal yang berharga. Digitalisasi dan pemetaan partisipatif bisa membuka kembali ruang kesadaran kolektif atas nilai-nilai yang pernah hidup.

• Kurikulum Budaya di Sekolah dan Dayah
Anak-anak kita punya hak untuk mengenali sejarahnya sendiri. Dengan kolaborasi antar guru, seniman, dan ulama, nilai-nilai budaya lokal dapat masuk ke ruang belajar formal dan informal.

• Pengetahuan Perempuan di Ruang Domestik dan Komunitas
Ramuan pengobatan, tenun, cerita rakyat, dan upacara keseharian yang dijaga oleh para perempuan di dapur-dapur Aceh menyimpan banyak kearifan. Program dokumentasi dan revitalisasi bukan hanya pelestarian, tetapi juga pemberdayaan.

• Karya Seni Lintas Generasi dan Disiplin
Banyak seniman muda Aceh yang sudah bekerja di wilayah teater, musik eksperimental, film, atau teknologi media baru. Menghubungkan mereka dengan komunitas adat atau tradisi bisa menghasilkan karya yang bukan hanya estetis, tetapi juga memulihkan rasa keterhubungan.

Semua bentuk usulan ini tidak menuntut kemewahan. Tidak perlu gedung megah atau alat mahal. Yang dibutuhkan adalah kejelasan: apa yang ingin kita pulihkan? Siapa yang akan kita libatkan? Apa dampaknya untuk kehidupan bersama?

Menulis Proposal dengan Niat yang Jernih

Dalam pengalaman saya, proposal yang paling menyentuh bukanlah yang paling rumit, melainkan yang paling jujur. Yang tahu dengan pasti di mana masalahnya, apa potensinya, dan siapa yang punya suara. Fokus tidak harus sempit, tapi harus tajam. Jangan tergoda menampilkan banyak hal jika belum tentu bisa dilaksanakan dengan baik.

Menulis proposal juga bukan soal meyakinkan juri, tapi soal menyatakan tanggung jawab kepada masyarakat tempat kita bekerja. Ketika kita bisa menunjukkan bahwa program ini akan mempertemukan, memberdayakan, atau memperpanjang umur suatu praktik budaya, itu sudah cukup kuat sebagai alasan.

Bukan Sekadar Lolos, Tapi Memberi Jalan untuk Kebudayaan Hidup

Saya tidak sedang mengajak semua orang menjadi pemilik proyek. Saya hanya ingin membuka satu pintu kesadaran, bahwa: jalan kebudayaan akan panjang jika kita tidak menyalakannya bersama. Pemerintah daerah, kampus, seniman, ulama, tokoh adat, guru, jurnalis, dan warga biasa, serta semua punya tempat dan tanggung jawab dalam hal ini.

Kalau bukan kita yang memelihara dan memperkuat budaya Aceh, siapa lagi? Dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Mungkin kita tidak bisa menyelamatkan semua yang telah hilang. Tapi kita bisa memilih untuk tidak membiarkan yang masih ada ikut lenyap.

Mari kita menulis. Mari kita bergerak.

Bukan demi program semata, tetapi demi menyambung hidup kebudayaan yang sudah terlalu lama berdiri sendiri. []

Penulis adalah Pendiri Geunta Seni Jauhari (yayasan). Ia menulis, meneliti, dan mencipta karya yang menghubungkan penciptaan artistik, pengabdian budaya, dan kebijakan publik. Fokusnya banyak pada wilayah-wilayah non-sentral dan suara komunitas.

Tags: AcehAnalisisArtikelIndonesianaKebudayaanProgram
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Calvin Ho
Analisis

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

by SAGOE TV
July 30, 2026
Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Sulaiman Tripa
Analisis

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

by Anna Rizatil
February 2, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala
Analisis

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas
Analisis

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Calvin Ho

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

July 30, 2026
Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

July 6, 2025
Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

July 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Usung “Meutaloe”: Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

July 31, 2026
UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

July 28, 2026

EDITOR'S PICK

sulaiman tripa

Kerusakan Lingkungan Siapa Peduli?

April 7, 2025
Pemerintah Aceh Terima Apresiasi Nasional atas Dukungan Program 3 Juta Rumah

Pemerintah Aceh Terima Apresiasi Nasional atas Dukungan Program 3 Juta Rumah

April 29, 2025
Imigran Rohingya Ditangkap

93 Imigran Rohingya Ditangkap di Terminal

March 15, 2025
Aceh Besar Raih Penghargaan Forum Anak Berdedikasi di Fatar Award 2024

Aceh Besar Raih Penghargaan Forum Anak Berdedikasi di Fatar Award 2024

January 23, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.