• Tentang Kami
Wednesday, June 17, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hampir Dua Bulan Pascabanjir, Pemulihan Pidie Jaya Baru Capai 30 Persen

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 22, 2026
in BENCANA SUMATERA 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hampir Dua Bulan Pascabanjir, Pemulihan Pidie Jaya Baru Capai 30 Persen

Penampakan Hampir dua bulan pascabanjir besar yang melanda Kabupaten Pidie Jaya. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

PIDIE JAYA | SAGOE TV – Hampir dua bulan pascabanjir besar yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, penanganan dampak bencana dinilai masih jauh dari tuntas. Relawan sekaligus Koordinator Human Sight Pidie Jaya, Muhammad Habibi, menyebut pemulihan yang dilakukan hingga kini baru mencapai sekitar 20-30 persen, dan masih didominasi bantuan bersifat umum seperti logistik.

“Penanganan yang ada itu baru sebatas logistik dan kebutuhan umum. Program pemerintah yang benar-benar menyasar kebutuhan riil masyarakat hampir belum terlihat, kecuali pembangunan hunian sementara,” ujar Habibi, Kamis (22/1/2026).

BACA JUGA

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur

Menurutnya, setelah hampir dua bulan pascabencana, pemerintah seharusnya sudah memiliki peta kebutuhan masyarakat secara jelas dan tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

Habibi mencontohkan banyak warga dengan keterbatasan mobilitas yang kehilangan alat bantu seperti kursi roda dan tongkat akibat banjir. Namun, permintaan bantuan tersebut belum tertangani optimal karena terkendala persyaratan administratif.

“Kami sudah menghubungi dinas sosial, tapi diminta KTP. Padahal rumah warga hanyut, dokumen juga hilang. Administrasi seperti itu seharusnya sudah lebih fleksibel dalam kondisi darurat,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan lumpur tebal yang menjadi hambatan utama pemulihan di Pidie Jaya. Berbeda dengan daerah lain, ketinggian lumpur di pemukiman warga bisa mencapai 1,5 hingga 2,5 meter, sehingga menyulitkan proses pembersihan rumah.

“Bukan warga tidak mau membersihkan rumahnya, tapi mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Lumpur di dalam dan di luar rumah sama tingginya. Kalau dikeluarkan, mau dibuang kemana?” jelasnya.

Habibi menyebut hingga kini belum ada pengerahan alat berat untuk membersihkan rumah-rumah warga, sementara fasilitas umum pun belum tertangani sepenuhnya. Pembersihan lorong desa, kata dia, hanya dilakukan sekitar 100 meter dari jalan aspal, menyisakan banyak rumah warga yang masih tertimbun lumpur.

“Kami curiga ini hanya agar dari jalan terlihat sudah bersih, padahal ke dalam masih parah. Bahkan ada lorong yang lumpurnya sudah mengeras dan terpaksa dijadikan jalan oleh warga,” ungkapnya.

Selain lumpur, krisis air bersih juga menjadi masalah serius. Setelah bantuan relawan berkurang, suplai air bersih terhenti karena tidak ada tindak lanjut dari pemerintah.

“Begitu relawan cabut, air bersih juga hilang. Sekarang kami dari Human Sight fokus membersihkan sumur warga agar bisa digunakan sebelum Ramadhan,” kata Habibi.

Ia menambahkan, kondisi kesehatan warga mulai memburuk dengan meningkatnya kasus penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Banyak lansia hingga kini masih tidur langsung di atas lumpur kering karena tidak memiliki tempat tidur layak.

“Yang mereka terima hanya tikar atau matras tipis. Itu pun digelar di atas lumpur. Lansia sudah mulai mengeluh sakit badan,” ujarnya.

Habibi juga menyoroti minimnya informasi terkait tahapan penanganan bencana oleh pemerintah. Menurutnya, warga dan relawan membutuhkan kejelasan mengenai rencana kerja, prioritas, serta estimasi waktu pemulihan.

“Kami butuh pemerintah menjelaskan secara terbuka, sekarang sedang menangani apa, ke depan apa yang akan dilakukan, dan berapa lama waktunya. Jangan sampai masyarakat hanya menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.

Ia menutup dengan harapan agar penanganan pascabencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat semata dan tidak menjadikan wilayah terdampak sebagai sekadar “destinasi wisata bencana”.

“Masyarakat butuh pemulihan nyata, bukan sekadar kunjungan,” pungkas Habibi. []

Tags: 30 PersenacehBencana BanjirMakin Tahu IndonesiaPascabencana SumateraPemulihanPidie JayaRelawan Human Sight
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana
BENCANA SUMATERA 2025

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

by SAGOE TV
March 21, 2026
Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur
BENCANA SUMATERA 2025

Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur

by SAGOE TV
March 20, 2026
104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru
BENCANA SUMATERA 2025

104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru

by SAGOE TV
March 20, 2026
Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana untuk Ketiga Kalinya
BENCANA SUMATERA 2025

Aceh Tamiang Resmi Akhiri Tanggap Darurat Bencana, Masuk Masa Transisi Pemulihan 90 Hari

by SAGOE TV
February 27, 2026
Tito Karnavian: Aceh ‘Lautan Kayu’, SK Menhut Buka Jalan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana
BENCANA SUMATERA 2025

Tito Karnavian: Aceh ‘Lautan Kayu’, SK Menhut Buka Jalan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

by SAGOE TV
February 27, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

June 15, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 15, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026

EDITOR'S PICK

Persiraja vs Dejan FC Jadi Laga Perpisahan Mukhlis Nakata

Persiraja vs Dejan FC Jadi Laga Perpisahan Mukhlis Nakata

January 5, 2025
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

February 11, 2026
Kampus Seni di Aceh Hadir Jangan Sekadar Ada

Kampus Seni di Aceh: Hadir Jangan Sekadar Ada

July 15, 2025
Agresi Militer Belanda II adalah serangan yang dilancarkan Belanda pada 19 Desember 1948. (Foto: Nationaal Museum van Wereldculturen/C.J. Taillie via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Agresi Militer, Kontribusi Sosiawan dan Penataan Kesejahteraan

March 15, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.