• Tentang Kami
Tuesday, May 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Membaca Ulang Islam dan Keacehan di Tengah Formalisasi Syariat

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 31, 2026
in Resensi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Membaca Ulang Islam dan Keacehan di Tengah Formalisasi Syariat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: ANDRI SAFRIZAL
Alumnus STIAPEN

Karya ini ditulis oleh para penulis muda yang tengah berada dalam proses pencarian dan pematangan bentuk keilmuan masing-masing. Sikap kritis dan ketajaman analisis menjadi ciri khas yang menandai tulisan-tulisan mereka. Gagasan yang dihadirkan lahir dari kegelisahan akademik yang jujur dan mendalam, tanpa dibebani kepentingan lain selain upaya memahami dan merespons realitas sosial yang mereka hadapi.

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Melalui kata kunci “Islam” dan “Aceh”, para penulis berusaha menawarkan beragam perspektif atas dinamika sosial, budaya, dan keagamaan yang sedang berlangsung. Tulisan-tulisan dalam buku ini tidak dimaksudkan sebagai pemikiran yang final atau penutup dari perjalanan intelektual para penulis. Sebaliknya, karya ini lebih tepat dipahami sebagai rekam jejak proses berpikir, pengalaman intelektual, dan dialektika gagasan yang terus bergerak dan berkembang. Karena itu, pandangan-pandangan yang disampaikan bersifat terbuka, reflektif, dan memungkinkan untuk terus diperdebatkan serta diperkaya seiring waktu.

Tulisan-tulisan dalam buku ini menyoroti berbagai isu kekinian yang berkembang di Aceh. Pasca tsunami, setidaknya muncul tiga isu pokok yang terus membentuk dinamika sosial Aceh, yakni keislaman, keacehan dan keindonesiaan. Pola penyesuaian masyarakat terhadap ketiga ranah tersebut berlangsung secara kompleks dan dinamis, sering kali saling beririsan sekaligus memunculkan ketegangan.

Dalam konteks keislaman, perdebatan mengemuka mengenai bagaimana ajaran Islam dijalankan, dimaknai dan dilembagakan dalam kehidupan masyarakat Aceh. Sementara itu, diskursus keacehan membawa persoalan identitas ke permukaan, terutama terkait jati diri orang Aceh di tengah perubahan sosial dan politik. Adapun pada ranah keindonesiaan, isu integrasi antara Aceh dan Indonesia masih menjadi problem laten yang terus dipertanyakan dan dinegosiasikan.

Baca Juga:  Bertambah Jadi 10 Orang, Berikut Daftar Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Tanah Suci

Buku ini dapat dibaca sebagai kumpulan gagasan progresif dalam upaya memahami Aceh kontemporer secara lebih jernih dan mendalam. Ide-ide progresif yang ditawarkan tidak dimaksudkan untuk menentang tatanan masyarakat normatif yang telah ada, melainkan untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam rekayasa budaya yang selama ini cenderung “diagamakan” secara formalistik. Para penulis berusaha menghadirkan tawaran pemikiran yang mendorong pembacaan ulang terhadap hubungan antara Islam, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Dalam konteks ini, buku ini menyiratkan pentingnya kontribusi spirit Islam yang membumi, hadir sebagai nilai etis dan kesadaran moral, bukan semata-mata sebagai seperangkat aturan legal-formal. Regulasi dan formalisasi memang dapat membentuk masyarakat yang normatif, tetapi di tengah laju perubahan sosial yang semakin cepat, pendekatan tersebut kerap gagal menjangkau lapisan terdalam masyarakat Aceh, yakni dimensi batin dan kesadaran. Karena itu, gagasan-gagasan dalam buku ini mengajak pembaca untuk melihat Islam dan Aceh sebagai pengalaman hidup yang terus bergerak, bukan sekadar objek pengaturan hukum. Pemahaman inilah yang menjadi kunci ketika membuka halaman demi halaman buku ini, sebagai sebuah ajakan reflektif untuk meresapi makna Islam dan keacehan secara lebih substantif.

Judul Buku : Islam, Formalisasi Syariat Islam Dan Post-Islamisme Di Aceh
Penulis : Muhammad Alkaf, Mulyadi, Mukhlisuddin Ilyas, Fadhli Espece, Almuzanni, Zulfata, Zahlul Pasha, Khairul Akbar, Khairil Miswar, Yogi Febriandi, Ramli Cibro, M. Mirza Ardi, Zulfikar Riza Haris Pohan, Miswari, Noviandy, Muhammad Ansor, Muhammad Jafar Sulaiman
Pengantar : Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ph.D
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-7081-20-3
Cetakan : 2019
Jumlah Halaman : xviii + 211 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801

Tags: acehBandar PublishingBukuIslamresensi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Resensi

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Muna Madrah_Menulis Cepat Berpikir Dangkal

Menulis Cepat, Berpikir Dangkal?

May 14, 2026
Pergub JKA Dicabut, Mualem Pastikan Semua Rakyat Aceh Bisa Berobat Seperti Biasa

Pergub JKA Dicabut, Mualem Pastikan Semua Rakyat Aceh Bisa Berobat Seperti Biasa

May 18, 2026
Menggunting dalam Lipatan

Menggunting dalam Lipatan

May 16, 2026
Daftar 4 Wakil Rektor Baru USK 2026-2031, Rina Suryani Pecahkan Rekor Sejarah Kampus

Daftar 4 Wakil Rektor Baru USK 2026-2031, Rina Suryani Pecahkan Rekor Sejarah Kampus

May 14, 2026
Seminar dan Raker HMPS KPI UIN Ar-Raniry Hadirkan Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar

Seminar dan Raker HMP KPI UIN Ar-Raniry Hadirkan Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar

May 14, 2026
KKJ Aceh Resmi Dibentuk

KKJ Aceh Kutuk Kekerasan terhadap Jurnalis saat Meliput Aksi Penolakan Pergub JKA

May 14, 2026
Kuah Beulangong Khas Aceh Jadi Menu Andalan di Lampoh Kemang Jakarta

Kuah Beulangong Khas Aceh Jadi Menu Andalan di Lampoh Kemang Jakarta

May 13, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Beasiswa BIB Antar Putra Laweung Raih Gelar Doktor Pengkajian Islam di UIN Jakarta

Beasiswa BIB Antar Putra Laweung Raih Gelar Doktor Pengkajian Islam di UIN Jakarta

May 13, 2026

EDITOR'S PICK

Semarak Hari Anak Nasional di SLB YBSM Aceh, Anak Berkebutuhan Khusus Tampilkan Kreativitas

Semarak Hari Anak Nasional di SLB YBSM Aceh, Anak Berkebutuhan Khusus Tampilkan Kreativitas

July 25, 2025
Pemerintah Umumkan Daftar 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama 2026

Pemerintah Umumkan Daftar 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama 2026

September 22, 2025
KBA: Medsos Menjadi Senjata Bagi Teroris Generasi Baru

KBA: Medsos Menjadi Senjata Bagi Teroris Generasi Baru

March 20, 2025
Lebih dari 50 Persen Gampong di Aceh Terdampak Banjir dan Longsor, 1,4 Juta Warga Terimbas

Bupati Aceh Selatan Umrah saat Daerah Dilanda Bencana, Ini Respons Pemerintah Aceh

December 5, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.